Pondok Belajar: ISLAM
Showing posts with label ISLAM. Show all posts
Showing posts with label ISLAM. Show all posts

Saturday, May 12, 2018

Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan

Menggunakan Suntik sama infus itu membatalin puasa ataukah tidak ?

Secara umum ada 5 lubang bagi laki-laki dan 6 bagi perempuan. Jika masuk sesuatu yang kelihatan (ainiyah) ke dalamnya, maka batal lah puasanya, Yaitu Lubang: 1.Hidung, 2.Telinga, 3.Mulut, 4.Dubur, 5.Kemaluan dan 6.Susu (bagi perempuan).
Dalam Kitab Sabilul Muhtadin, disebuktkan bahwa tidam membatalkan puasa seseorang karena memasukkan jarum suntik, karena kulit tidak termasuk lubang yang terbuka. 

Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan
Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan

Pendapat ini didasarkan pada mazhab Imam Syafi'i 'alaihi ridhwanullah wa ardhah. akan tetapi beda halnya Kalau kita meihat kupasan pada mazhab Imam Maliki karena ada penambahan poin, ada tambahannya adalah mata (maka bercelak membatalkan puasa menurut mazhab beliau 'alaihi ridhwanulloh wa ardhoh). Wallahu a'lam. Mohon dikoreksi. Maaf tidak menyertakan teks kitabnya.

Adapun hukum suntik bagi orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka boleh jika dalam keadaan darurat. Namun ulama’ berbeda pendapat dalam masalah suntik membatalkan puasa atau tidak ?

Pendapat pertama : Membatalkan secara mutlak, karena sampai ke dalam tubuh.
Pendapat kedua : Tidak membatalkan secara mutlak karena sampainya ke dalam tubuh bukan melalui lubang ataupun rongga yang terbuka

Pendapat ketiga : diperinci sebagai berikut :

1. Jika suntikan tersebut berisi suplemen, sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin, maka membatalkan puasa. Karena ia membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.


2. Jika tidak mengandung suplemen (hanya berisi obat), maka diperinci :

a. Apabila disuntikkan lewat pembuluh darah maka membatalkan puasa (infus).
b. Disuntikkan lewat urat-urat yang tidak berongga maka tidak membatalkan puasa.

روضة الطالبين وعمدة المفتين – (ج 1 / ص 274)

فصل في مبيحات الفطر في رمضان وأحكامه : فالمرض والسفر مبيحان بالنص والاجماع كان مقيما صحيح البدن ثم شرط كون المرض مبيحا أن يجهده الصوم معه فيلحقه ضرر يشق احتماله على ما ذكرنا من وجوه المضار في التيمم. ثم المرض إن كان مطبقا فله ترك النية بالليل وإن كان يحم وينقطع نظر إن كان محموما وقت الشروع فله ترك النية وإلا فعليه أن ينوي من الليل ثم إن عاد واحتاج إلى الافطار أفطر وشرط كون السفر مبيحا كونه طويلا ومباحا ولو أصبح صائما ثم مرض في أثناء النهار فله الفطر ولو أصبح مقيما صائما ثم سافر لم يجز له فطر ذلك اليوم وقال المزني يجوز وبه قال غيره من أصحابنا.

التقريرات السديدة / 452

حكم الإبرة : تجوز للضرورةو ولكن اختلفوا في ابطالها للصوم على ثلاث اقوال :

1. ففي قول : انها تبطل مطلقا لأنها وصلت الى الجوف.

2. وفي قول : انها لا تبطل مطلقا ، لأنها وصلت الى الجوف من غير منفذ مفتوح.

3. وقول فيه تفصيل – وهو الأصح- : اذا كانت مغذية فتبطل الصوم, واذا كانت غير مغذية فننظر : اذا كان في العروق المجوفة-وهي الأوردة- : فتبطل، واذا كان في العضل – وهي العروق غير المجوفة – فلا تبطل


1.Bagamana hukumnya orang puasa yang diberi injeksi/suntikan?
2.Bagaimana hukumnya orang yang berpuasa dipasang infus?

Untuk menjawab masalah tersebut, para ulama memiliki jawaban yang berbeda yakni:

1.Orang yang berpuasa dan disuntik, puasanya tidak batal, sebab obat yang dimasukan melalui injeksi itu adalah ke dalam daging, dan tidak ke dalam rongga terbuka. Alasan ini diperkuat oleh Sebagian ulama yang memandang infus tidak membatalkan puasa. Mereka berasumsi karena infus tidak digunakan melalui tenggorokan (jauf) yang juga disebut sebagai perut besar. Infus juga tidak menghilangkan rasa lapar dan dahaga dalam artian orang yang diinfus tidak merasa kenyang dan puas. Walaupun pada kenyataannya penggunaan infus membuat seseorang lebih berenergi dan hilang dari rasa dahaga, akan tetapi alasan ini semata tidak cukup membatalkan puasa karena mandi juga membuat orang merasa segar

2. Namun ada pendapat juga yang di jabarkan oleh Sebagian ulama dimana mereka memandang penggunaan infus dapat membatalkan ibadah puasa, mereka berasumsi bahwa inpus membawa makanan yang diperlukan tubuh. jadi ini dijadikan patokan yang sama sebab makanan yang masuk ke dlam tubuh melalui mulut membuat puasa batal, infus juga dipandang sama dan dapat membatalkan puasa karena berisikandungan inpus terdidiri dari intisari makanan dan mengirimkannya ke darah kita secara langsung.

Jadi Untuk menyingkapi perbedaan pendapat mengenai ketentuan ini, maka kita diharapkan untuk lebih bijak dalm menghadapi masalah yang disangsikan hukumnya tersebut. Cara yang paling aman adalah dengan meninggalkannya, sebagai diajarkan Rasulullah kaitannya dengan perkara syubhat (tidak jelas halal haramnya). Ini artinya, pendapat infuse membatalkan puasa lebih mencerminkan sikap berhati-hati (al-ahwath) dalam beragama. jadi jika anda sakit dan membutuhkan perawatan infus maka sebaiknya anda berbuka saja, toh orang sakit mendapat dispensasi untuk bebuka pada bulan puasa. jadi gunakan dispensasi tersebut sehingga kita terhindar dari hal hal yang tidak di inginkan seperti dehidrasi ataupun kejadian lain yang mungkin menimpa ada jika anda berpuasa dalam keadaan sakit.

Monday, January 22, 2018

Keutamaan Shalat dari Ibadah Lainnya

Ibadah Shalat merupakan salah satu ibadah yang diwajbkan oleh Allah Swt kepada umat nabi Muhammad Saw, dan perintah shalat ini diterima oleh Nabi Muhammad dengan berjumpa secara langsung dengan Allah Swt di sidratul Muntaha ataupun lebih dikenal dengan perjanan israk dan mikraj Nabi Muhammad Saw. Ibadah Shalat termasuk dalam urutan nomor dua dalam rukun islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, ini berarti posisi ibadah shalat merupakan posisi teratas dari segala ibadah lainnya dengan kata lain ibadah shalat lebih utama daru kegiatan lainnya.

Keutamaan Shalat dari Ibadah Lainnya
Keutamaan Shalat dari Ibadah Lainnya

Sangat disayangkan jika masih ada sebagian orang diantara kita yang notabenanya beragama islam akan tetapi masih sering meningalkan shalat bahkan ada yang sama belum hapal bacaan doa shalat tersebut, apakah mereka itu masih bisa kita katakan islam, sedangkan salah satu hal yang membedakan antara islam dan kafir adalah ibadah shalat. Kita tahu bahwasanya ibadah shalat adalah salah satu ibadah yang sangat utama untuk dikejakan, ini berdasarkan dari berbagai rujukan baik Al-quran ataupun al Hadist. seperti yang disebutkan dalam salah satu hadist "shalat itu adalah tiang agama barang siapa yang mendirikannya berarti dia telah mendirikan agama, dan barang siapa yang meninggalkanya berarti dia telah menghancurkan agama". Shalat sebagai tiang agama dapat dipahami jika ibadah lain yang kita kerjakan tidak akan sempurna jika kita tidak mengerjakan ibadah shalat, karena shalat merupakan pondasi dasar dari amalan seseorang. Kalau kita mengibaratkan ibadah shalat itu sebagai sebuah pondasi dasar dari sebuah bangunan, sedangkan ibadah yang lain adalah termasuk dalam katagori bahan bahan lain yang digunakan untuk menyempurkan pondasi yang sudah ada seperti atap, tembok dan lain lain sebagainya. Jadi secara logika saja apakah rumah tersebut akan terbangun jika pondasi dan tiang dasarnya tidak ada meskipun bahan lain sudah tersedia dengan cukup? Di sini saya tidak menapikan jika ibadah lain seperti sedekah, menyantuni anak yatim, puasa zakat dan haji tidak berguna alias tidak wajib dilaksanakan akan tetapi apa yang digambarkan diatas merupakan sebuah penguatan saja tentang keutamaan dari ibadah shalat tersebut. 


Ibadah shalat merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah Swt sebanyak lima kali sehari semalam kepada umat Nabi Muhammad Saw, dengan masa dan durasi yang tidak lama sekitar empat ataupun lima menit, jadi apakah masih pantaskah jika masih meninggalkan kewajiban tersebut sedangkan kita tahu jika ada berbagai macam kelabihan shalat dari ibadah lainnya, baik dari keutamaannya  dari ibadah lain ataupun manfaat yang terdapat dalam shalat dari segi dunia kesehatan. dalam kupasan ini akan digambarkan sedikit kelebihan dan keutamaan shalat dari ibadah lain. Adapun kelebihan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ibadah Shalat Adalah Ibadah yang pertama kali dihisab di hari Pembalasan 
Pada hari kiamat nanti salah satu ibadah yang pertama kali diminta pertanggung jawabannya oleh Allah Swt adalah ibadah shalat, jika shalatnya betul maka dia akan selamat. Ini berdasarkan hadits dari rasulullah Saw, sebagi berikut:

dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ

‘Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia sukses dan berhasil dan jika shalatnya rusak, dia sangat rugi’ (HR. Nasai dan Turmudzi)

2. Ibadah Shalat dapat menghapus dosa.

Ibadah Shalat ternyata juga dapat menghapus dosa yang kita lakukan sehari hari, dosa yang dapat dihapuskan adalah dosa yang tidak termasuk dalam katagori dosa besar. Ini berdasarkan sabda rasulullah Mugammad Saw:  
Hadistpertama : dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ ؟ قَالُوْا
لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَْءٌ .قَالَ : كَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ اْلخَطَايَا:


‘Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang di antara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran (di badannya) meski sedikit ?’Para shahabat menjawab : ‘Tentu tidak tersisa sedikit pun kotoran (di badannya)’ Beliau berkata: ‘Demikian pula dengan sholat lima waktu, dengan sholat itu Allah menghapus dosa-dosa’ (HR. Bukhari I/197 no.505, dan Muslim I/462 no.667, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu)


Hadist kedua: dari Anas bin Malik Rodhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
‘Allah memiliki Malaikat yang bertugas memanggil setiap kali shalat wajib 'Wahai manusia, datangi api yang akan menyiksa kalian yang kalian nyalakan sendiri (dengan dosa & maksiat), lalu padamkanlah (dengan shalat).’ (HR. Thabrani dalam Mu'jam Al-Ausath)

dari Utsman bin Affan Rodhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,bersabda:
‘Ketika datang waktu shalat wajib, kemudian seorang muslim melakukan wudhu dengan sempurna, memperhatikan khyusu dan rukuknya, maka shalat itu akan menjadi kaffarah (penebus) untuk dosa-dosa sebelumnya, selama dia tidak melakukan dosa besar.’ (HR. Muslim)

Telah dikatakan oleh Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu:

Jagalah shalatmu. Ketika kau kehilangannya, kau akan kehilangan yang lainnya

Sebenarnya masih banyak keutamaan shalat dari ibadah lainnya namun karena keterbatasan sumber saya hanya mengambarkan sebagian saja lain waktu akan dilanjutkan kembali. Semoga gambaran ini dapat menjadi motivasi kita untuk melaksanakan ibadah wajib ini dan tidak ada lagi alasan untuk meningalkannya apalagi mengabaikannya, karena kelak ibadah shalat jugalah yang akan membantu kita sendiri untuk dapat terhindar siksaan api api neraka.  

Saturday, January 13, 2018

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Peringatan Maulid merupakan salah salah peringatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, dimana orang islam pada hari tersebut mengadakan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti berselawat kepada nabi Muhahammad Saw disamping juga ada yang mengadakan ceramah agama mengenai sejarah dan kelahiran nabi Muhammad Saw tersebut. Kegiatan maulid ini terus berlangsung samapai dengan sekarang bahkan kegiatan dari acara kegiatan tersebut juga berbeda beda terganttung kebiasaan masyarakat di tempat mereka masing masing namun tetap dengan memiliki tujuan yang sama yaitu memuliakan hari kelahiran rasulullah Saw. Bahkan di negara kita sendiri di Indonesia hari kelahiran nabi besar Muhammad Saw ini ditentukan sabagai hari libur Nasional.

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Jika kita telusuru kebelakang, Kegiatan maulid ini memang tidak pernah diadakan pada masa nabi Muhammad Saw masih hidup bahkan tidak pernah juga diadakan pada masa sahabat khulafaurrasyidin. Makanya sebagian ulama ada yang ber beda pendapat tentang kegiatan Maulid ini sebagai mengatakan jika Maulid ini termasuk dalam katagori bid’ah, namun jumhur ulama mengatakan jika maulid termasuk dalam bid’ah hasanah, yaitu kegiatan yang tidak pernah dilakukan pada masa rasulullah namun memberikan nilai kebaikan dari kegiatan tersebut karena kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan kita kepada rasulullah disamping juga menanankan rasa cinta tersebut kepada anak cucu kita.

Menurut sejaran yang ada, acara Maulid pertama kali diadakan pada masa pemerintahan Sultan Shalahuddin Al-Ayubi atau dikenal juga dengan nama Saladin bagi kalangan barat. Pada masa tersebut kekuatan orang islam sudah sangat melemah bahkan semakin diperangi oleh kaum salibis eropa, memang secara politis umat Islam terpecah-belah pada masa itu dan terbagi dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun pada saat itu ada satu khalifah yaitu Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun kekhalifahan ini hanya sebagai lambang persatuan spiritual saja. 


Melihat kenyataan tersebut dimana kekuatan orang islam semangkin tercerai berai maka Sultan Salahuddin Al –Ayubi memutuskan untuk mengadakan Maulid pertama kalinya dengan tujuan untuk menggalang kembali kekuatan dikalangan umat islam dalam memerangi kaum Salibis dari Eropa. Dimana pada saat itu tepatnya Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Kakalahan ini disebabkan karena pada saat itu kekuatan umat islam sudah mulai melemah karena pada jiwa mereka sudah memudar nlai nilai keislamannya bahkan kehidupan merekapun sudah mulai jauh dari sunah sunnah rasulullah. Tujuan untuk mengalang kembali kekuatana umat islam ini merupakan tujuan utama  diadakannya peringatan maulid nabi besar muhammad saw oleh Sultan Salahuddin Al-Ayubi tersebut. adapun posisi atupun jabatan sultan al ayyubi pada saat itu boleh dikatakan setingkat seorang gubernur dari Bani Abbasiah.

Pada saat pertama kali sultan Aalahuddin Al-Ayubi mengadakan cara maulid nabi tersebut, Baliau Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju dengan usulan beliau. Maka Tepatnya pada pada bulan zulhijjah 579H yaitu bertepatan dengan musim ibadah haji, sebagai penguasa haji penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) sultan salahuddin al-Ayyubi memberikan kabar kapada kepada seluruh jemaah haji yang hadir unttuk memberitakan kepada masyarakat jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera mensosialkan kepada seluruh umat islam diseluruh dunia, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tepatnya pada tanggal 12 Rabiul-Awal akan diperingati sebagai hari kelahiran (Maulid) Nabi dengan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kecintaan umat kepada baginda rasulullah Saw. Untuk menjalankan kegitan mualid tersebut, Sultan Salahuddin Al-Alyubi mengadakan sayembara bagi semua orang islam dalam pemerintahan baliau untuk menuliskan riwayat dan shalawat kepada nabi Muhammad saw, dan bagi 10 orang yang terpilih akan mendapatkan hadiah yang telah dipersiapkan oleh sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Acara perayaan Maulid yang pertama kalinya tepatnya pada tahun 1184 (580 H) dihadiri oleh banyak kalangan bahkan juga termasuk dari kalangan ulama ulama terkenal yang ada pada saat itu. Setelah sultan dan para tim yang ditentukan untuk menyeleksi hasil karangan dari berbagai kalangan tersebut kemudian mereka menentukan yang terbaik dari 10 karangan risalah dan selawat tersebut maka pemenang yang terbaik jatuh pada Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji.

sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi nabi Muhammad saw. Kemudian sultan Sahuddin Al-Ayubi meminta kepada mereka mereka yang sudah terpilih untuk membacakan selawat yang telah mereka tuliskan pada puncak hari kegiatan Maulid selama sepuluh hari sepuluh malam dengan dihadiri oleh semua kaum muslimin baik dari kalangan raknyat ataupun para tentara kerajaaan.

Sebagai hasil dari peristiwa pelaksanaan acara maulid nabi besar Muhammad Saw yang pertama ini, semua raknyat dan tentara yang hadir merasakan kembali hadirnya sosok rasulullah Muhammad Saw ditengah tengah mereka sehingga atas dasar rasa kecintaan pada baliau itu semangat mereka kembali berkobar kobar untuk berberang melawan kauam salibis sehingga pasukan sultan Salahuddin Al-Ayubi tersebut mampu mengalahakan pasukan salibis yang menyerang orang islam. Akhirnya Sultan Salahuddin mampu menggalang kekuatan dikalngan kaum muslimi, dan tepatnya pada tahun 1187 (583 H) kota Yerusalem dapat dikuasai kembali oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa (kaum salibis), dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai dengan sekarang ini.

Tuesday, October 03, 2017

Hakikat Anak Bagi Orang Tua Mereka

Anak merupakan salah satu anugrah disamping juga sabagai amanah dari sang pencipta (Allah Swt). Tentunya terutama bagi pasangan baru, anak akan menjadi sebuah anugerah yang sangat diimpikan bagi mereka berdua, akan terasa kebahagian semangkin sempurna dikala simungil yang diimpikan tersebut hadir ditengah tengah kehidupan mereka berdua.  Bagi sebagian pasangan yang belum memiliki momongan, mereka akan berusaha untuk memiliki momongan walaupun kadang harus mengorbankan tenaga dan materi yang tidak terkira hanya untuk memiliki anak sebagai salah satu pelengkap kebahagian mereka berdua sebagai pengharapan untuk menjadi penerus tali keluarga mereka kelak. Pada masa bayi dalam kandungan berbagai kebutuhan nutrisi dilengkapi oleh orang tuanya seperti susu dan berbagai makanan yang mengundung nilai potein, vitamin dan kandungan lainnya untuk meningkatkan proses pertumbuhan bayi selama dalam kandungan. 

Hakikat Anak Bagi Orang Tua Mereka
Hakikat Anak Bagi Orang Tua Mereka

Setelah bayi yang diimpikan tersebut lahir maka kedua orang tua dengan rasa suka cita menyambut kelahiran bayi mereka yang diawali dengan sambutan azan ataupun iqamat bagi bayi perempuan. Setelah itu berbagai macam kebutuhan bayi tersebut diusahkan oleh kedua orang tuanya dengan malakukan berbagai usaha yang dapat mendatangkan rejeki mereka untuk memenuhi kebutuhan anak mereka tersebut. Segela kebutuhan anak mereka tidak hanya berlangsung saat masa bayi saja tetapi akan terus berlanjut seiring dengan masa perteumbuhannya sampai masa mereka mengenyam pendidikan baik di tingkat sekolah dasar ataupun tingkat perguruan tinggi.  
Sebagai amanat Allah yang dititipkan kepada mereka, maka mereka akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada anaknya, tidak hanya kebutuhan jasmani akan juga kebutuhan rohani untuk menunjanag kehidupan anak mereka di masa depan. Maka untuk itu sebagai orang tua kita tidak harus jeli memberikan pendidikan anak, dimana pendidikannya tidak hanya terfokus mendidik anak dengan ilmu pengatahuan umum saja akan tetapi anak kita juga harus dibekli dengan dengan pengetahuan agama sehingga mereka akan selamat berada di dunia dan di akhirat kelak. Disinilah tutuntan peran orang tua kepada Allag Swt yang harus bisa mendidik anak mereka tidak hanya untuk pendidikan umum saja akan tetapi anak mereka juga harus dibekali dengan pengatahuan agama sebagai konsep dasar yang wajib diajarkan kepada anak kita, dengan harapan terlepas dari kewajiban Allah kepada kita sebagai orang tuan disamping juga akan menjadi manfaat buat kita para orang tua kelak nantinya ketika kita sudah menuju alam akirat. Anak yang mendapatkan pendidikan ilmu agama disamaping ilmu pengetahuan Umum mereka akan selalu mengirimkan doa sebagai penelong kedua orang tuanya ketika berada dialam akhirat. Maka untuk itu jika ingin anaknya bermanfaat buat orang taunya dan orang lain maka asuhlah anak tersebut dengan pendidikan agama dan pendidikan umum sebagai bekal kehidupannya baik selama di dunia ini ataupun di akhirat nanti.

Jika anak kita sudah dewasa, Sebagai orang tua kita harus bertanya pada diri kita sendiri apakah anak kita tersebut sudah bermanfaat pada diri kita sebagai orang tuanya ataupun bermanfaat buat orang lain. jika jawabannya sudah bermanfaat buat kita selaku oarang tuanya maka bersyukurlah karena anak kita masih mau peduli dengan kita disamping juga bermanfaat buat orang lain. namun jika manfaat tersebut tidak kita rasakan sama sekali malah yang ada ketika anak kita dewasa malah memberikan beban kepada kita yang seharusnya pada masa usia lanjut kita hanya beristirahat dan beribadah, ini jelas ada yang salah dengan kita dalam membimbing dan mengasuh anak tersebut. disamping juga pertanyakan bagaimana peran anda sendiri sebelumnya terhadap orang tua anda?

Manfaat Anak Bagi Orang Tua
Anak adalah aset bagi orang tua untuk dikemudian hari, dimana aset tersebut sangat berguna buat kita nantinya, klau kita ibaratkan anak seperti pengeloaan sebuah aset yang kita miliki, jika seandainya aset tersebut diekelola dengan baik maka akan memberikan banyak keuntungan buat kita nantinya. Disini akan saya gambarkan bagaimana manfaat anak buat orang tua mereka, adapaun manfaat anak tersebut buat orang tua mereka adalah:

a. Anak Sebagai penolong orang tua ketika berada di alam akirat
sebagai manusia yang bersifat baharu, maka kita semua pasti akan mati dan melanjutkan perjalanan ke alam Baqa. Banyak ulama mengambarkan jika alam dunia ini adalah tempat kita bercocok tanam untuk mendapatkan hasilnya di alam akhirat nantinya. salah satu amalan yang dapat menolong kita di alam akhirat adalah doa dari anak yang shaleh. Untuk mendapatkan anak yang mendoakan orang tua mereka itu boleh dikatakan bukan perkara yang mudah, karena dewasa ini kita melihat banyak sekali anak yang menelantarkan orang tuanya sewaktu mereka masih hidup di dunia apalagi jika orang tua mereka sudah tiada. Untuk mendapatkan anak yang mau mengirinkan doa buat kita di akhirat maka anak tersebut perlu untuk dididik ilmu pendidikan agama, karena bbagaimanapun materi ajar yang digunakan untuk meningkatkan karekater anak rasanya tidak ada yang lebih baik jika dibandingkan dengan konsep karakter yang ada dalam ilmu pendidikan agama islam, seperti tasawuf, akhidah, dan sebagian dari pada ilmu fiqih. Mengapa saya berasumsi demikian karena ilmu agama itu diikat oleh nilai iman dimana nilai iman ini merupakan pancaran dari Ilahi sang pencifta kita manusia dan segala isi alam semesta. jadi di sini saya bukan menafikan pentingnya akan ilmu Umum akan tetapi ada baiknya jika pendidikan ilmu agama islam ini juga dibekali pada anak kita bersamaan dengan ilmu pendidikan Umum lainnya, sehingga nantinya anak kita akan bermanfaat buat diri kita orang tua ketika berada di alam barzah ananti. Minimal hal yang paling medasar adalah anak kita masih bisa menuntun kita untuk mengucapkan kalimat tauhid dikala ajal datang menjemput kita untuk meninggalkan dunia yang fana ini.
  
b. Anak sebagai penolong orang tua dimasa senja. 
Masa senja alias masa lanjut adalah porses dimana seseorang yang dulu kuat gagah dan perkasa menjadi lemah dan kurang berdaya (masa tua). Semua manusia yang memiliki keberkatan usia pasti akan merasakan masa usia tua, dimana pada masa ini kita sudah tidak lagi bisa beraktifitas seperti masa muda karena berbagai keterbatasan yang kita miliki ketika kita memasuki masa tua tersebut. kebanyakan orang telah mempersiapkan masa tua mereka dengan beristirahat dan menikmati apa yang telah mereka usahakan dimasa tua disamping juga beribadah untuk mempersipkan diri mereka menghadap sang khaliq. Sebagai anak kita dituntut untuk membatu orang tua kita ketika mereka mengalami masa masa sulit di usia tua mereka. seperti mebantu memberikan nafkah untuk meringankan beban mereka jika mereka tidak memiliki bekal yang cukup. Menolong mereka untuk mendapatkan ases kesehatan jika kondisis mereka sakit sakitan. Karena pada masa ini rasanya tidak ada lagi pertolongan yang mereka dapatkan selain dari anak anak yang telah meraka besarkan dengan berbagai usaha yang mereka lakukan di waktu dulu. Jadi sebagai anak yang tahu berterimakasih kepada kedua orang tuanya rasanya sangat tidak wajar jika seorang anak mengabaikan kedua orang tuanya dimasa mereka sudah senja, apalagi bagi anak yang telah sukses mereka didik dengan mengobankan berbagai meteri yang mereka miliki untuk menunjang kesuksesan anaknya sekarang ini. Namun terkadang sebagai anak yang tidak tahu berterimakasih beranggapan jika apaun yang mereka dapatkan sekarang adalah hasil dari usahanya sendiri dan bukan karena usaha orang tuanya. Alangkah congkaknya anak yang bersikap demikian apakah mereka tidak berpikir bisakah mereka tulis baca seandainya mereka tidak disekolahkan oleh kedua orang tua mereka dulu?. Hanya anak yang tahu ilmu agamalah yang paling cepat tersentuh dengan kehidupan orang taunya sehingga mereka akan tetap berusaha untuk meringakan/membantu segala kebutuhan mereka dengan tidak mengharap balasan apapun selain semata mata karena Allah Swt. 

Demikianlah gambaran singkat tentang kewajiban anak terhadap orang tuanya sehingga menjadi sebuah renungan buat kita semua tentang seberapa bergunakah diri kita terhadap orang tua kita sendiri. Karena yakinlah jika anda berbuat baik kepada orang tua anda, insyaalh nantinya anak anak anda juga akan melakukan hal yang sama kepada anda dikala anda memasuki usia senja nanti, dan begitu juga sebaliknya jika anda mangabaikan kedua orang tua anda maka anak anak andapun juga akan melakukan yang sama terhadap anak diri anda kedapan nantinya. Janganlah beralasan untuk tidak membantu orang tua hanya karena keterbatasa ekonomi, apakah anda pernah berpikir jika sewaktu anda kecil dulu mereka tidak pernah mengabaikan anda dalam mememenuhi segala keperkuan anda dengan alasan keterbatasan ekonomi. Ingatlah Allah Swt maha kaya, semangkin banyak dan iklas anda membatu kedua orang tua anda maka semakin luas pintu rejeki yang diberikan kepada anda karena Allah Awt tidak pernah tidur dan Dia adalah pemilik apa yang ada di bumi dan di langit.   

Friday, August 25, 2017

Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib

Konsep Rukun Agama Islam 
Islam merupakan salah satu agama yang diturukan Allah Swt kepada nabi besar Muhammad Saw. Sebagai orang yang beriman dan beragama islam maka kita diwajibkan untuk melakukan/menunaikan semua rukun islam yang telah ditetapkan tersebut. tidak akan sempurna islam seseorang seandainya mereka tidak memahami dan melaksanakan rukun islam. Sudah menjadi kewajiban dasar jika sebagai orang islam kita harus mengetahui jika rukun islam itu dikelmpokkan kedalam lima bagian, sebagaimana yang telah anda pelajari sendiri sejak kecil dulu baik dipengajian kampung ataupun di TPA TPA yang ada di linkungan anda sendiri.

Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib
Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib 

untuk mengulangi kempali disini saya jabarkan dulu aspek aspek rukun islam tersebut sebagai dasar untuk menjelaskan konsep kerugian dan ancaman Allah Swt kepada orang yang meninggalkan perintah kewajaiban untuk melaksanakan shalat tersebut. Sebagiamana yang sudah lumrah dan umum diketahui dan dipelajari jika rukun Islam itu dibagi dalam lima bagian yaitu, adapun lima bagian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengucap dua kalimah syahadat 
2. Melaksanakan shalat wajib lima waktu sehari semalam, 
3. mengeluarkan zakat jika sudah sampai nisabnya,
4. Melaksankan puasa pada bulan Ramadhan
5. Melaksanakan Haji ke Baitullah bagi orang orang yang memiliki kemampuan baik kemapuan secara ekonomi maupun kesehatan.

Itu gambaran hukum islam yang wajib diketahui oleh semua orang mukmin karena ini merupakan kosep dasar agaman islam. Soserang tidak akan dikatagorikan sebagai orang yang beragama islam jika tidak memahami konsep hukum islam ini. dalam bagian ini saya ahanya akan membahas masalah Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib saja sebagaiman yang telah saya tentukan pada tipok pembahasa di atas sehngga tidak mencakup semua aspek rukun islam.  

Dasar Perintah malaksanakan Shalat
Setalah mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat sebagi pondasi dasar agama islam. Adapun kewajiban melaksankan shalat ini sebenarnya banyak sekali disebutkan oleh nabi Muhammad dalam hadistnya disamping juga terdapa dalam firman Allah Swt dalam Al-quran. Shalat merupakan salah satu ibadah yang hukunya wajib untu kita tunaikan sebanyak 5 waktu (Shalat Fardhu) satu hari satu malam, sebenarnya jika kita bandingkan dengan nikmat Allah Swt berikan kepada kita dari mulai kita membuka mata di pagi hari samapi dengan malam hari maka semua itu tidak akan sebanding dengan kewajiban menunaikan shalat sebanyak lima waktu tersebut sehari semalam. Lantas alasan apa lagi yang dapat kita jadikan sebagai alasan untuk tidak menunaikan shalat tersebut. Adapun berikut perintah-perintah shalat di dalam Al-Quran:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya: ‘(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,‘(QS.al Baqarah(2) : 3)

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: ‘Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.‘ (QS.al Baqarah(2) : 43)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: ‘Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,‘ (QS.al Baqarah(2):45)

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
Artinya: ‘Peliharalah segala sholat (mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk.‘  (QS.al Baqarah(2):238)

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ
Artinya: ‘Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) telah sujud (telah selesai sholat), maka hendaklah datang golongan yang kedua yang belum sholat, lalu sholatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata…‘. (QS.an-Nisa’(4):102)
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Artinya: ‘Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.‘ (QS.an Nisa’(4):103)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
Artinya: ‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah.‘ (QS.al-Maidah(5):6)

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلا يَأْتُونَ الصَّلاةَ إِلا وَهُمْ كُسَالَى وَلا يُنْفِقُونَ إِلا وَهُمْ كَارِهُونَ
Artinya: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta)mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS.at-Taubah(9):54)

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
Artinya: ‘Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.‘ (QS.Hud(11):114)

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
Artinya:‘Apakah yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka saqor, mereka menjawab, kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.‘  (QS.al-Mudatsir(74):42-43)

Sebenarnya masih banyak lagi dasar kewajiban shalat ini baik dari ayat ayat Allah Swt mauapun dari Hadit Nabi Muhammad Saw. 

Kerugian Meninggalkan Sholat Wajib
1. Shalat Shubuh: Cahaya wajah akan pudar. Sesorang yang meningalkan shalat Subuh maka cahaya wajah mereka kan hilang
2. Shalat Dzuhur: Hilangan keberkahan rezeki.
3. Shalat Ashar: mengalami masalah dengan kesehatan.
4. Shalat Maghrib: mereka tidak mendapatkan Pertolongan dari anak mereka di hari akhirat kelak.
5. ShalatIsya: hilangan kedamaian dalam tidur mereka.

Ancaman Meninggalkan Sholat Wajib 5 Waktu
1. Shalat Subuh  = Mereka akan disiksa selama 60 tahun di dalam Neraka
2. Shalat Zuhur  = Dosa mereka  sama dengan membunuh 1000jiwa orang islam
3. Shalat Asar = Dosa merek sama dengan meruntuhkan Ka'bah.
4. Shalat Magrib = Dosa mereka sama dengan dosa berzina dengan orang tuanya.
5. Shalat 'Isa = tidak ada keredhaan Allah bagi mereka untuk hidup di bumi Allah dan disegerakan agar ia mencari tempat lain selain dunia ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda  'Barang Siapa yang mengingatkan ini kepada orang lain. Akan aku buatkan tempat di surga baginya pada hari penghakiman kelak '

Sekian penjelasan singkat ini tentang Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Sholat Wajib orang islam semoga kita termasuk dalam katogori orang yang selalau menunaikan shalat pada waktunya sehingga kita akan mendapatkan semua kemudahan di hari akhirat kelak nantinya, dimana pada saat itu tidak ada pertolongan yang akan kita dapatkan salain dari pertolongan Allah Swt dan Rasulnya Nabi Muhammad Saw, amien ya rabbal ‘alamin. 


Friday, August 18, 2017

6 Golongan Yang Mendapatkan Kutukan Allah Swt dan Rasul Nya

Kutukan Allah sangat harus kita hindari baik di dunia ini maupun di hari akhirat kelak nantinya. Kalau saja seandainya kutukan itu datang dari manusia mungkin kita tidak perlu begitu risau dengan kutukan tersebut, akan tetapi lain halnya jika kutukan itu sendiri datangnya dari yang zat maha pencipta alam semesta dan segala isi nya mungkin kita harus sangat takut dengan kutukan itu.  Ada enam golongan yang telah ditentukan/digambarkan oleh Nabi Huhammad Saw yang akan mendapatkan kutukan Allah dihari akhirat kelak, dimana mereka para golongan ini tidak akan dilihat (ditilik) oleh Alllah Swt, apalagi melihat wajah meraka. Untuk itu kita wajib mengetahui golongan mana saja yang telah digambarkan oleh rasulullah Muhammad Saw tersebut, supaya kita tidak termasuk dalam golongan yang disebutkan oleh nabi. 

6 Golongan Yang Mendapatkan Kutukan Allah Swt dan Rasul Nya
6 Golongan Yang Mendapatkan Kutukan Allah Swt dan Rasul Nya

Adapun golongan-golongan yang digambarkan oleh Nabi Muhammad Saw tersebut adalah sebagai berikut:

1. Orang yang merubah ayat Al Quran
Adapun orang yang merubah ayat Al quran adalah orang yang menambahkan ataupun mengurangi ayat dari Al Quran itu sendiri. Kita sebagai umat islam sangat dilarang untuk mengotak-atik ayat Al quranulkarim, apalagi mengurangi isi dari ayat ayat tersebut. Sebagai orang yang beriman kita diwajibkan mempelajari semua isi Al Quran dangan sempurna. Itulah mungkin yang menjadi alasan mengapa ayat Al Quran akan tetap terjaga kemurnianya sampai hari kiamat sebagaimana yang telah di janjikan Allah Swt kepada nabi Muhammad Saw. Malaikat Jibrail yang ketika masa hidup para nabi bertugas untuk menyampaikan wahyu dari Allah maka ketika semua wahyu Allah Swt sudah tersampaikan, secara otomatis peran malaikat jibrail berlanjut dengan menjaga kemurnia dari ayat-ayat Allah Swt tersebut. 
Secara lebih luas, para ulama yang muktabar juga berpendapat jika yang dimaksud dengan merubah ayat al quran ini juga termasuk orang yang mentafsirkan ayat al-quran dengan menyalahi aturan aturan ilmu tafsir yang di tentukan oleh para ulama tafsir yang muktabar. Seperti kita menafsirkan ayat ayat al quran dengan sesuka hati kita untuk digunakan sebagai usaha dalam mencapai tujuan yang kita inginkan (menafsirkan ayat al-quran degan maksud-maksud tertentu) inagat tidakan yang demikian juga termasuk dalam katagori orang yang menambah dan mengurangi ayat al-quran dimana dikemudian hari akan di kutuk oleh Allah Swt.  

2. Orang yang Mendustakan Qadar Allah Swt
Qadar secara umum dapat diartikan ketentuan ataupun ketetapan Allah atas sesuatu. Ingat segala apun kejadian di dunia ini semuanya terjadi hanya karena kehendak Allah Swt. Sebagi contoh ketetapan ataupun garis kehidupan kita baik kedukaan, kebahagian, kepahitan dan penderitaan itu semua merupakan suatu ketetapan Allah Swt kepada kita sebagai hamba Nya. Kaya miskin melarat sakit sehat dan segala hal lain yang kita dapatkan dalam hidup ini semua itu adalah ketentuan dariNya. Sebagai orang yang beriman kita sangat dilarang untuk mengingkari segala ketetapan yang telah Allah tentukan kepada kita sebagi hambanNya. Jangan pernah kita menyalahkan Allah Swt karena kemiskinan yang kita alami di dunia ini, karena semua itu ada rahasia yang tidak dapat kita singkapi sebagai makluk ciptaaNya. Yang jelas apapun ketepan Allah berikan kepada kita semua itu adalah yang terbaik, jadi sebagai hamba kita harus terus berusah/beriktiar dan berdoa untuk mendapatkan segala kemudahan yang diberikan olah Allah Swt. Anjuran untuk berusaha ini juga Allah anjurkan kepada kita dalam firamNya, yang artinya: tidak akan aku ubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri merubahnya. Maksudnya terus berusaha dan berdoa untuk mendapatkan kemudahan dari Allah Swt dalam mengarungi kehidupan ini.   

3. Penguasa yang Z*lim
Penguasa yang zal*m adalah penguasa yang selalu menyakiti, menyengsarakan dan yang suka menipu  ranyatnya dengan kebohongan yang mereka buat. Sebagai pememimpin kita diharuskan berbuat baik kepada para raknyat kita bukan malah membuat kebohongan dan kesengsaraan kepda ranykatnya sendiri. Mereka para penguasa zalim ini tidak akan pernah berpikir tenttng bagiamana memberikan kemakmuran kepada ranyat mereka akan tetapi yang mereka pikirkan adalah bagaiman cara yang efektif untuk memperkaya para kroni kroni mereka sendiri. Padahal Allah Swt dan rasulnya Nabi Muhammad Saw sangat membenci para pemimipin yang suka berbuat zal*m tersebut sebagaimana yang digambarkan dalam hadist berikut ini:

وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ
“Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Pada hadist yang lain Nabi Muhammad Saw juga bersabda 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ
“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad)

4. Orang yang Menghalalkan Perkara perkara  yang telah Diharam oleh Allah Swt
Islam sudah sangat jalas mengatur tentang ketentuan mana yang haram, mana yang mubah, mana yang wajib, mana yang sunnah, dan mana perkara yang tergolong mubah. Disamping itu para ulama juga sudah memberikan gambaran yang jelas tentang ketentuan ketentuan tersebut dalam berbagai kita Piqih meraka. Jadi sebagia umat islam kita diwajibkan untuk tunduk dan patuh terhadap ketentuan ketentuan yang sudah di tetapkan tersebut. Kita sebagai mukmin tidak dibolehkan menghalakan yang haram menjadi mubah, sebagaimana misalnya ajin* termasuk dalam katagori hewan yang diharamkan untuk disentuh. Namun karena kita sangat menyukai dan memelihar anj*ng tersebut, maka kita menganggap boleh memeluk anj*ng tersebut layaknya memeluk kucing, dengan alasan jika anj*ng tersebut kering alias tidak basah bulunya. Ini sebenarnya merupakan kesalahan yang sangat besar dalam memahami makna boleh bersentuhan dengan anji*g yang kering. Yang dimaksud dibolehkan tersebut adalah ketika kita secara tidak sengaja terkena/bersentuhan dengan an*ing yang dalam keadaan bulunya kering sedangkan jika kita sengaja memeluknya perkara tersebut akan berbeda karena ketentuan bulu anji*g yang kering dibolehkan bersentuhan dalam  keadaan ketidaksengajan bukan dalam keadaan sengaja. Kalau keadaannya sengaja maka mutlak hukumnya haram.   

5. Orang yang Menghalalkan apa yang Diharamkan atas Keturunan Nabi Muhammad
kumum kita pahami jika sebagian keturunan nabi Muhammad Saw masih ada sampai dengan saat sekarang ini, umunya mereka menggunakan nama Said. Sebagai kerurunan nabi Muhammad mereka dilarang menerima zakat. Jadi jika ada orang yang beranggapan jika ketentuan keturunan nabi tersebut tersebut termasuk dalam golongan pakir maka dibolehkan mendapatkan zakat, maka pendapat tersebut sudah berlawanan dengan apa yang Allah tentukan kepada keturunan nabi Muhammad Saw. Dan ini termasuk dalam katagori menghalalkan apa yang Allah haramkan kepada keturunan Nabi Muhammad Saw. 

6. Orang yang Meninggalkan SunnahKu
banyak sekali sunnah yang nabi ajarkan kepada kita lewat berbagai baik melalui pendapat para ulama taupun dari hadist dari beliau sendiri. Jadi orang yang tidak mengerjakan sunnah yang di anjurkan oleh nabi Muhammad saw tersebut digolongkan juga kapada golongan orang yang akan mendapatkan kutukan Allah Saw di hari akhirat kelak. 

Sekian saja gambaran tentang golongan yang mendapat kutukan Allah dan Rasulnya di hari kiamat kelak, semoga kita tidak termasuk dalam golongan tersebut dan kita doakan semoga kita akan mejadi gongan yang akan mendapatkan syafaat dari nabi besar Muhammad Saw kelak amien. 

Monday, July 10, 2017

Jenis Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa

Berbicara masalah dosa, sepertinya sangat tidak asing lagi bagi kita semua terutama bagi kita yang beragama islam karena dapat dipastikan selaku manusia yang lemah rasanya tidak ada seorangpun yang tidak luput dari perbuatan dosa baik dosa besar atupun dosa kecil. Dalam agama islam, dosa itu dapat dikatagorikan dalam dua katagori yaitu dosa besar dan dosa kecil. Kalau dari sifat dosa kita dapat juga golongkan dalam 2 bagian yaitu dosa dengan yang berkaitan dengan Allah Swt, dan dosa yang berkaitan dengan sesama hamba Allah swt.
Jenis Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa
Jenis Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa
Islam sebagai agama yang rahmatanlil’alamin sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan amal kebajikan dan terhindar dari pekerjaan-pekerjaan yang berdosa, seperti yang saya katakan tadi jika kita selaku manuisa tidak mungkin tanpa salah dan dosa maka untuk itu kita dianjurkan untuk bertobat supaya dapat menghapus dosa yang pernah kita lakukan sebelumnya, dengan tujuan supaya kita selamat di dunia dan di akhirat kelak nantinya. Sebenarnya selain dengan melakukan taubat masih ada cara lain yang dapat kita lakukan untuk dapat menghapus dosa kita. Namun harus diingat jika dosa tersebut bukan dosa yang berkaitan dengan manusia tetapi dosa yang hanya berkaiatan dengan Allah Swt dan di golongkan dalam katagori dosa kecil bukan dosa besar.
Adapun jenis amalan yang dapat kita lakukan supaya dapat mengahpus dosa kecil adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Amalan Sunat
Amalan sunat yang saya jabarkan disini adalah dengan memperbanyak melakukan perkara syariat yang bersifat sunnat seperti
a. Mengerjakan shalat sunat 
Kita tahu jika ada banyak sekali jenis shalat sunat yang sangat bermanfaat untuk kita lakukan diantaranya shalat sunat rawatib (shalat sunat sesudah dan sebelum melakukan shalat fardhu). Shalat zhuha yaitu salahat yang dilakukan di pagi hari. Shalat lail (malam) seperti shalat tahajud dan lainya. Shalat sunat tahyatul mesjid yaitu shalat sunat yang dikerjakan pada saat masuk mesjid dan dilakukan sebelum duduk)

b. Melakukan zikir dan Berisitighfar
Kata zikir sepertinya tidak asing lagi bagi sebagian besar umat islam karena sering dilakukan setelah mengerjakan shalat fardhu. Sebenarnya zikir ini sangat baik seadainya kita melakukannya dimana dan kapan saja ketika ada waktu segang/luang, karena zikir itu dapat dilakukan cukup hanya di dalam hati saja dan kita bisa melkukannya dalam melakukan aktifitas sehari-hari. 
stighfar adalah memohon ampun kepada Allah Swt dengan kalimat "Astaghfirullahal'adzim" atau kalimat lain yang semakna.

"Beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun..." (QS. Nuh:10).

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS.Hud : 3).

"Barangsiapa beristighfar secara rutin, pasti Allah memberinya jalan keluar dalam kesempitan dan memberi rezeki yang tiada terhingga padanya." (HR. Abu Daud).

c. Membaca ayat-ayat al-quran
Membaca ayat Al-quran memang salah satu amalan yang sangat bagus, karena bagi siapun yang mencintai Al-quran dan hidupnya lebih mengedepankan Al-qur’an maka otomatis dia akan terpelihara dari pekerjaan mungkar. 

2. Melakukan Amal Kebajikan
Melakukan amalan kebajikan ternyata tanpa kita sadari hal tersebut juga mendapat keampunan dosa yang lalu yang dilakukan, adapun jenis amalan kebajikan ini sebenarnya banyak sekali, yang jelas jenis amalan ini merupakan suatu pekerjaan yang dapat membawa manfaat bagi orang lain. Disini saya akan memberikan beberapa jenis malan kenajikan yaitu seperti memindahkan duri di jalanan, membersihkan selokan yang tersumbat supaya air tidak menggenangi halaman orang, menolong orang yang sedang memerlukan bantuan (meringankan beban orang lain) dan lain lain sebaginya

3. Melakukan Amalan Sedekah
Sedekah merupakan salah satu perbuatan yang sangat terpuji karena dengan bersedekah kita dapat membantu kehidupan orang lain baik pakir miskin ataupun anak yatim. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bersedekah karena banyak sekali manfaat yang terdapat dalam amalan sedekah, bahkan sedekah itu merupakan tabungan kita untuk di akhirat kelak. Namun sebagain kita sangat berat melakukan jenis amalan ini karena sebagian menganggap jika sedekah itu hanya untuk orang-orang yang sudah mampu alias orang kaya saja. Padahal amalan sedekah ini boleh dilakukan oleh siapa saja, dan jangan takut jika dengan bersedekah akan mengakibatkan harta kita berkurang karena yakinlah jika dengan bersedekah itu insyallah rezeki kita semakin dilipat gandakan oleh Allah Swt, karena sedekah itu adalah pangkal harta. Mari kita galakkan hidup gemar bersedekah supaya kita bisa mendapatkan berbagai kemudahan yang ada dibalik amalan sedekah ini. Dibawah ini adalah sandaran dasar diman sedekah itu dapat mengampuni dosa kita seperti dalam hadist nabi dan dalam firman Allah Swt berikut ini
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR. Tirmidzi).

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18).

4. Melakukan Puasa Sunat
Puasa merupakan jenis amalan yang banyak sekali mebawa keuntungan baik untuk  amalan kita atupun juga untuk kesehatan bagi tubuh kita. salah satu manfaat besar di balik amalan puasa ini bagi tubuh kita adalah kurangnya kadar kalestrol dan lemak didalam tubuh sehingga jantung dan ginjal kita semangkin sehat karena aliran darah kita bersih dari kandungan kandungan yang berbahaya bagi tubuh.  disamping puasa wajib ramadhan ada banyak sekali amalan puasa sunat yang dapat kita kerjakan seperti puasa senin dan kamis, puasa bulan sya’ban, puasa bulan ra’jab, puasa enam (puasa enam hari di bulan syawal) dan lain sebaginya.

5. Sabar Dalam Menghadap Musibah
Sabar yang dimaksudkan disini adalah selalu menerima segala cobaan dan penderitaan yang diberikan Allah Swt, seperti misalnya sakit, musibah bencana alam dan lain sebagianya. Sebagai orang islam yang beriman kita harus yakin bahwa segala macam ujian yang Allah Swt berikan kepada kita adalah merupakan jalan yang Allah Swt untuk mendatangkan kebahagian, karena sesungguhnya Allah Swt tidak akan memberikan ujian dan cobaan Nya diluar kesanggupan kita. jangan dengan diberikan sedikit cobaan terkadang kita sudah mengeluh bahkan menyalahkan nasib yang Akkah Swt tetapkan kepada kita, yakinlah kesabaran yang kita terima atas segala cobaanya Alla Swt itu merupakan salah satu cara supaya kita terampuni dosa kita. seperti hadis nabi berikut ini
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Sesunguhnya apabila Aku menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.“(HR. Ahmad).

Inilah jenis-jenis amalan yang bila dilakukan akan dapat meluburkan/menghapus dosa kita. namun harus di ingat jika dosa yang terhapus yetsebut adalah dosa kecil yang berkaitan langsung dengan Allah Swt bukan jenis dosa besar dan bukan dosa yang berakaiatan dengan orang lain. adapun cara menhapus dosa yang berkaitan dengan orang lain ternyata sangat mudah hanya cukup dengan menemui orang tersebut dan meminta kemaafanya. Namun lain halnya dengan dosa besar yang behubungan dengan Allah Swt maka jalan satu-satunya untuk mendapatkan keampunan adalah dengan melakukan tobat nasuha. Sekian semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.   

Wednesday, June 14, 2017

Mengenal Jenis Penyakit Hati Dalam Islam

Dalam islam ada dikenal istilah penyakit hati, dimana penyakit ini mendapatkan fokus yang agak lebih karena hati memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter kepribadian seseorang sehingga. Banyak para ulama berpendapat jika penyakit itu sangat berbahaya karena memliki dampak yang sangat beruk bagi seseorang. 
Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam
Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam
Bahaya yang terdapat dari penyakit hati tersebut adalah; Hidup tidak tenang dan merasa menderita, Berdosa, terancam siksa di Neraka, Bisa mendatangkan adzab, Merugikan diri dan membuat risih orang lain, Kadang bisa membuat fisik sendiri juga jadi sakit, dan bahkan dapat menyebabkan seseorang intu mejadi kafir, seperti firman Allah Swt berikut ini:
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125)
Oleh sebaba itu supaya kita tercegah dari hal-hal yang tersebut di atas maka sebaiknya anda mengenal janis-jenis penyakit hati yang dalam Islam yang sebagai pemaham diri kita sebagai prses perenungan diri ataupun pembenahan diri supaya selamat di dunia dan di akhirat. 
1. Sikap Riya’
Ria sceara umum dapat diartikan sebagai sikap dimanan seseorang akan memperlihatkan amalan kebajikan yang dilakukannya kapa orang lain baik dengan tujuan unruk mendapatkan pujian taupun tidak dengan buka semata mata karena Allah Swt. Rasanya jika kita sebagai hamba Allah Swt dan melakukan amalan ibadah hanya dengan tujuan menampakkan kepada manusia lainnya itu merupakan hal yang rugi dan sangat bodoh, karena kita tidak akan mendapatlkan balasan apa-apa dari Allah Swt ketika kita bribadah dengan tujuan menampakan kepa orang lain.  Untuk lebih jelasnya marilah kita lihat contoh-contoh ria berikut ini:
• Ada sebagian orang yang melakukan shalat dengan rajin secara berjamaah dengan tujuan untuk mendapatkan oujian dari oarang lain
• Mapaerbaiki ahklak dan perbuatan hanya karena igin mendapatkan pujian dari orang sekitat.
• Melalukan amal bakti baik berupa sedekah ataupun hadiah supaya dianggap orang kaya dan dermawan oleh orang lainnya
• Dan lain sebagianya, dengan titik uatma adalah kegiatan ibadah ataupun kegiatan baik lainya yang bukan semata mata karena Allah Swt..

Merujuk kepada pendapat Al-Hafidz Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari, Dia berkata: “sifat Riya itu adalah sikap dimana seseorang menampakkan ibadahnya dengan tujuan dilihat manusia lain, lalu mereka memuji oarnag yang malukan amalan tersebut”.
Menurut Imam Al-Ghazali, Riyaadalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.
Sikap riya ini bisa muncul kapan dan dimanapun. Boleh jadi saat sebelum melakukan amalan sahlih, ataupun saat seseorang sedang melakukan amalan kepada Allah Swt. Allah Swt, berfirman dalam Alquran yang maknanya:
“Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah: 264)
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya.” (QS. Al Maa’uun 4-6)

2. Sikap Ujub
Sikap Ujub adalah sikap dimana seseorang akan mengagumi diri mereka sendiri, karena merasa lebih dari orang lain.
Sekilas Mungkin sikap ini agak mirip dengan sikap takabbur. Namun kalau sikap ujub, belum tentu sambil berkeyakinan menolak kebenaran.
Merujuk pada pendapat ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, perasaan ujub adalah Perasaan kecintaan yang dimiliki seseorang pada suatu karunia Allah Swt kepada dirinya, dan merka merasa memilikinya sendiri karunia tersebut, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah swt.”
Meski tentu tidak selalu, namun bisa jadi seseorang itu menjadi ujub karena hal-hal berikut ini:
• Sering mendaptkan pujian-pujian dari orang lain
• Sering berhasil dalam usaha 
• Memmiliki kesempatan yang selalu mudah padahal sangat sulit bagi orang lain. 
• Hebat, Terkenal, dan kaya raya
• Cerdas dan memiliki banyak keahlian
• Meiki betuk phisisk yang indah dan menarik
• Dan lain sebagianya

Rasulullah Saw bersabda, “Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

3. Takabbur
Makna Takabbur itu adalah sombong. Allah swt sangat mebeci orang-orang yang sombong di muka bumi, karena sifat sombong tersebut adalah hanya milik Allah Swt semata, maka bagi orang yang memiliki sikap sombong berarti mereka telah menggunakan pakaian Allah Swt sebagai pencipta alam semesta ini beserta seluruh isinya. Larangan untuk tidak boleh sombong tersebut digamabrakan dalam firman Allah Swt berikut Ini:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS Al Isra :37)

Haru dipahami bahwa sikap sombong ini bisa jadi tanpa kita menyadari sama sekali dalam mengarungi hidup ini. Contohnya ketiak ada sabahat kita yang mencoba menasehati kita kita malah beranggapan jika merka mengurui kita sehingga kita langsung menolaknya mentah mentah. Terkadang Kita beranggapan jika diri kita sudah sangat benar, pintar, dan tidak ada kekurangan. Sehingga faktor tersebut membuat kita merasa tidak perlu lagi mendengarkan nasehat dari orang sekitar kita. 

Sombong prakteknya bisa bermacam-macam. Namun intinya sombong itu adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.
Beberapa contoh orang-orang sombong yang dimusnahkan oleh Allah diantaranya adalah: Firaun, Raja Namrud, Qarun, dan lain-lain. Nabi Muhammad Saw bersabda dalam gadist nya, 

Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada sikap sombong meski hanya sebesar biji sawi (sarrah).”

Sebenarnya Bagi orang yang memiliki penyakit hati jenis ini, ada cara mudah sebenarnya untuk mengobati nya. Adapun caranya adalah dengan cara ‘buka mata’ untuk melihat kenyataan hakikat hidup ini sehingga tidak menjadi lupa diri. Lumrah memang jika orang yang memiliki sifat sombong itu adalah orang yang dapat meilahta keadaan sebenarnya tenatang hakikat hiduonya, dimana mereka terlalu banyak di pengaruhi oleh jiwa cinta dunia yang sementara ini alias tidak abadi selamanya.

Sekian dulu kupasan singkat tentang jenis penyakit hati dalam agama islam, dan akan diteruskan lagi poin-poin ini pada tahap berkutnya sebagai poin tambahan dari penyakit hati ini. Sekian dan terimakasih. wassalam 

Friday, June 09, 2017

Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam


A. Pengertian Konsep Akal Pikiran
Sebagai makluk yang diciptakan Allah Swt dalam posisi yang paling sempurna dan diangkat sebagai khalifah oleh Allah Swt di permukaan bumi ini adalah menjadi alsan jika Pikiran yang Allah Swt berikan kepada munusia merupakan sebuah kelebihan yang sangat besar dari proses penciptaan yang lainnya. Akal pikiran manusia adalah laksana roda pengerak yang mampu menciptakan berbagai pemikiran dan materi yang dapat digunakan untuk kemaslahatan manusia di dunia. Namun harus diingat jika pikiran adan akal yang dititipkan oleh Allah Swt bukan hanya untuk mencari kebahagan di dunia saja akan tetapi juga sebagai sarana yang dapat digunakan sebagai jalan untuk mendapatkan kebahagian manusia dari Allah di akhirat kalak nantinya.
Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam
Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam
Otak manusia merupakan media yang diciptakan oleh Allah Swt utuk beripikir dalam meneruskan keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Namun terkadang kebanyakan manusia hanya terlalu mengunakan pikiranya untuk mencari berbagai kebahagia  di dunia saja sehingga mereka membutakan hati mereka dengan menghalalkan berbagai macam cara untuk mewujudkan berbagai impian mereka. Jika kita sebagai orang islam mengunakan pola pikir yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepentingan pribadi, maka disini kita sendiri dapat mengolomgkan diri kita sama dengan pola binatang yang diciptkan Allah Swt walaupun hewan tersebut tidak memiliki akal pikiran seperti layaknya manusia. hewan diciptakan oleh Allah Swt dengan tidak diberikan akal dan pikiran layaknya Allah Swt menciptakan manusia, sehingga pola hidup mereka hanya untuk mengisi perut mereka saja ataupun boleh dikatan jika hewan itu hidupnya hanya untuk makan sehingga tidak ada berlaku hukum pencurian penjarahan dan lain sebagainya bagi para hewan tersebut. Jika ada manusia yang diciptakan oleh Allah Swt yang berperilaku sama dengan perilaku hewan ini jelas sekali mengidentifikasi jika manusia tersebut malah lebih hina dari hewan karena mereka mengunakan akal pikiran yang Allah swt ciptakan pada diri mereka hanya untuk berpikir untuk berperilaku layaknya perilaku hewan.

(Baca Pentingnya Memahami Kosep Kesadaran dalam Kehidupan)
(Baca Mengapa Allah Menciptakan Satu Mult dan Dua Telinga)

Maka untuk itu, sebagai manusia yang proses penciptaannya lebih dari makluk lain, ada baiknya kita mengunakan akal dan pikran yang Allah Swt, berikan untuk melakukan berbagai kebajikan yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia dan susuai dengan tuntunan Allah Swt dan Rasulnya sehingga kita akan selamat untuk hidup didunia dan di akhirat kalak nantinya. pola pikita natar hati dan otak (pikiran) memiliki pengaruh yang sangat erat, karena hati kita manusia diciftakan oleh Allah Swt untuk memfilter (Menyaring) pemikiran-pemikiran yang tidak sehat yang dihasilkan oleh otak sehingga hasil penyaringan ini sangat berpengaruh dengan pola hidup manusia tersebut. untuk lebih jelasnya mari kita lihat kupasan tentang makna dan peran hati di bawah ini.      

B. Pengertian dan Jenis-Jenis Hati nurani
Manusia merupakan makhluk yang mulia di muka bumi ini. Allah Swt telah meberikan Akal dan Pikiran, hawa nafsu, dan hati nurani pada diri manusia sendiri, sehingga derajat mereka ditinggikan melebihi makhluk ciptaan Allah lainnya di dunia ini. Berbeda dengan Malaikat yang selalu patuh, manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Antara yang benar dan buruk, keduanya dapat dibedakan bila seseorang memiliki hati nurani yang murni. Sebagian besar orang mengolongkan jika manusia pembunuh, pelaku korupsi, dan pencuri adalah jensi manusia yang tidak memiliki hati nurani (kasih sayang). Perbuatan para penjahat tersebut hanya didasari oleh nafsu duniawi tanpa diimbangi hati nurani. Nah, yang jadi pertanyaan sebenarnya apa sih hati nurani itu? Bagaimana islam memandang hati nurani? Berikut ini pengkajiannya secara mendalam. Kata dasar Hati nurani itu dirujuk dari bahasa Latin yaitu ‘Conscientia’ yang bermkna kesadaran/kepekaan. Hati nurani juga bisa diistilakan sebagai suara hati, suara batin, atau kata hati. Jika didefinisikan secara luas, hati nurani adalah kesadaran moral yang tumbuh di dalam hati manusia dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

Kita paham jika Hati nurani memiliki hubungan yang erat dengan kosep kesadaran diri manusia. dengan makna lain, jika seseorang yang memiliki  hati nurani yang sehat maka mereka termasuk orang yang memiliki konsep kesadaran untuk membedakan yang mana tindakan yang benar dan  yang mana tindakan yang salah samasekali. Pada keadaan normal,rasa hati nurani ini timbul  dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling terdalam dalam pirasat kebenaran..
Secara lebih khusus, jenis konsep hati nurani manusia dapat dibedakan dalam dua jesni yaitu sebagi berikut:

1. Hati nurani retrospektif
Jenis Hati nurani bersipat retrospektif adalah cara bagaimana seseorang menilai perbuatan/aktivitas  yang telah dilakukannya di masa lampau/lalu, jenis ini boleh dikatakan semacam seseoramng menghakimi diri sendiri akibat kehiatan tersebut. Bila ia berbuat kesalahan maka ia memiliki rasa cpenyesalan dan menyalahkan diri mereka. Sebagi contohnya, setelah kamu berbohong kepada orang tua mu. Kamu Pasti meresakan perasaan menyesal karena kamu tidak berlaku jujur pada mereka, walaupun sebenarnya jaiuh di hati nuranimu sudah memerintahkan untuk berkata apa adanya (jujur).

2. Hati nurani prospektif
Jenis Hati nurani yang prospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa yang akan datang atau yang sedang dilalui merka pada saat sekarang ini. Ini Biasanya ditandai dengan timbulnya nya penolakan-penolakan pada diri merka. Sebagi Contoh, ketika seorang pemimpin pengadilan (hakim) menerima suap untuk menyelasikan kasusnya, maka hati nurani hakim tersebut pasti cenderung menolak untuk menerima suap tersebut.
Sama halnya dengan budi pekerti pada manusia, hati nurani juga perlu siraman ilmu pengetahuan karena hati sangat berperan sebagai pemandu kehidupan manusia. Jika seseorang diajarkan tentang akhlak dan moral yang benar (sesuai syariat agama) sedari kecil merak, maka seseorang tersebut dapat tumbuh menjadi pribadi santun dalam kehidupan sehari-harinya. Walupun demikian, tidak selamanya jika hati memberikan bisikan benar, adakalanya seseorang memiliki isi hati kotor sehingga membuat hidupnya tidak tenang dan menderita karena selaalu berpikir negatif yang dipenuhi oleh kedengkian, iri hati dan lain sebaginya.

C. Hati Nurani Dalam Sudut Pandang Islam
Menurut gambaran dari kebanyak para pemukan ulama islam,mereka meyebutkan hati nurani disebut sebagai “Qalbu”.Kata Qalbu sendiri dirujuk dari bahasa arab “Qalb”, dimana kata Qalb sendiri merupakan bentuk dari kata bentuk mashdar dari dasar kata Qalaba, Qalban, Yaqlibu yang berarti membalikan atau memalingkan. Menurut iman Al-Ghazali, qalb dapat diartikan dalam 2 makna. Pertama qalb merupakan sepotong daging (Jantung) yang terletak di kiri dada manusia. Yang kedua, qalb merupakan Lathifah-Rabbaniyah- Ruhaniyyah yaitu sesuatu yang bersifat halus (tidak bisa dilihat dengan mata kepala namun hanya bisa dilihat oleh mata batin), berhubungan dengan Ketuhanan, dan bersifat ruhaniah. Qalbu dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu qalbu jasmaniah dan qalbu ruhaniah.

1. Qalbu jasmaniah
Qalbu jasmaniah berarti organ tubuh manusia yang tugasnya memompa darah, yakni jantung. Definisi ini berpacuan pada hadist populer yang dijelaskan oleh An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

2. Qalbu Ruhaniah
Jenis Qalbu ruhaniah ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan perasaan batin dan tidak kasat mata. Ini didasarkan pada hadist yang diriwayat oleh Ibnu Maja:
  إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ
“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.” (Hadist Riwayat Ibnu Majah)