Hakikat Dari Keutamaan Puasa Ramadhan - Pondok Belajar

Sunday, September 06, 2009

Hakikat Dari Keutamaan Puasa Ramadhan

Puasa merupakan salah satu hukum Islam, dimana semua umat islam diwajibkan berpuasa dalam bulan ini. Sesuai dengan perintah allah dalam surat Albaqarah surat 183 yang artinya’ hai orang-orang yang beriman diwajibkan diatas kamu berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu agar kamu menjadi Orang yang bertakwa’

Hakikat Dari Keutamaan Puasa Ramadhan
Hakikat Dari Keutamaan Puasa Ramadhan
Dari ayat diatas kita bisa memahami jika puasa itu sudah ada dari nabi sebelumnya. Dimana kita dilarang untuk makan, minum dan melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Lalu kenapa pada akhir ayat tersebut di katakan agar kamu menjadi orang yang bertakwa?


Sebenarnya menurut saya simple saja, puasa itu hanya dikususkan pada orang yang bertaqwa karena hanya orang bertakwa saja yang bisa menjalaninya. Alasan saya ini didasarkan atas adanya sebagian kecil orang islam yang tidak menjalani puasa, apakah mereka bukan orang beriman? Jadi jawabanya mereka orang beriman tetapi mereka tidak bertaqwa saja.

ita tidak begitu perlu memperdebatkan masalah orang puasa tau tidak, yang jelas kita cuman mau tau saja apasih meutamaan utama dari puasa?Menurut penulis, keutamaan puasa itu ada dua yaitu hamblumminallah dan hablumminannas.

Hablumminanallah berkaitan sekali dengan berbagai jenis kewajiban yang kita jalankan selama puasa, seperti menjalankah shalat sunat tarawih, memberi sedekah dan memperbanyak amalan dibulan suci ini hanya semata-mata mendapatkan keridhaan Allah SWT. Dimana pada bulan ini iman kita benar-benar diuji oleh Allah dengan berbagai cobaan. Apakah kita mampu bertahan dari cobaan tersebut dalam mematuhi perintahNya? Ya untuk sekilas banyak orang yang mengatakan itu sih mudah buktinya saya saja mampu menahan diri dari pagi sampai magrib untuk tidak makan dan tidak minum. Apakah cuman itu yang dapat kita definisikan dari puasa? Puasa itu dalam arti luas bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga termasuk memelihara mata, hati perkataan dan tindakan kita dari hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa. Seperti salah satu Hadist Rasullullah yang artinya ‘banyak orang yang berpuasa teteapi mereka tidak mendapatkan apa-apa selain haus dan dahaga’

Hadist ini sebenarnya merupakan satu sindiran buat kita dimana nabi sendiri sudah mengambarkan dengan jelas bahwa ada segolongan diantara kita yang tidak memperoleh apa-apa dalam menjalankan puasanya. Jadi kita selaku orang yang bertaqwa sebaiknya merenungkembali hadist diatas dengan seksama untuk menjadi pijakan bagi kita dalam menjalankan kesempurnaan ramadhan yaitu dengan melakukan segala hal yang disuruh dan menjahui hal yang dilarang.

Jadi disini penulis ingin bertanya pakah kita sudah melaksanakan puasa sesuai dengan perintah dan tuntunan Nya, ini semua terpulang pada kita untuk menjawabnya dengan hati, karena walaupun bagaimanapun hati itu tidak pernah berbohong dengan apa yang sebenaranya kita lakukan. Disamping itu menurut penulis puasa itu tidak hanya menahan lapar dan dahaga diwaktu siang, sementara di waktu malam kita mengisi perut kita diluar batas kemampuannya alias balas dendam, apakah ini yang diperintahkan dalam agama? Pada hal salah satu hikmah puasa adalah membentuk hidup sederhana. Tetapi berapa orang diatara kita yang berbuka dengan menu sederhana? Dan berapa orang yang berbuka dengan menuruti segala nafsunya dengan bermegah-megah? Karena sebagai pijakan saja puasa sebenarnya membetuk diri kita untuk bisa hidup lebih baik dari sebelumnya, jadi kalau hidup kita malah lebih buruk dari sebelum kita berpuasa bukankah ini salah satu tanda jika kita termasuk orang yang sis-sia. Jangan sampai di bulan Ramadan uang yang kita dihabiskan untuk belanja lebih banyak daripada di luar Ramadan. Kalau itu yang terjadi , itu artinya kita tidak dapat merasakan apa-apa di bulan Ramadan ini. Lalu, bagaimana mungkin penderitaan itu bisa dirasakan, bila seseorang menjadikan Ramadan sebagai bulan untuk berpestapora dan bulan makan minum setelah waktu berbuka tiba? Ini salah satunya yang menyebabkan pola prilaku seseorang tidak berubah, meskipun ia sudah berpuasa berkali-kali. Dari segi ini bahwa berpuasa dimaksudkan untuk merasakan penderitaan orang miskin dan menumbuhkan solidaritas tidak berjalan adanya.

Saya berharap melalui Ramadan ini, rasa menahan diri bisa kita miliki dalam kehidupan sehari-hari, sehingga selama latihan di bulan suci ini bisa mengubah diri kita ke arah yang lebih baik setelah Ramadan ini. Perubahan ke arah yang lebih baik itu bisa terlihat dalam dua keutamaan Ramadan, yaitu hablumminallah dan hablumminannas

Keutamaan puasa yang kedua adalah habblumminannas, yaitu hubungan dengan manusia. Terawih merupakan salah satu media perekat tali silaturrahmi diantara kita karena dengan adanya kita berterawih di mesjid kita bisa lebih mempererat ukhuwah islamiya diatara kita. Disamping perintah untuk banyak bersedekah di bulan ini juga bagian dari solidaritas untuk menumbuhkan kesenangan, kemauan, dan perhatian kepada orang sekitar, sehingga dapat membantu meringankan mereka untuk ke luar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Dengan adanya timbang rasa kita penderitaan mereka yang cuman makan sehari sekali kita bisa merasakan penderitaan mereka dan nantinya kita mau berbagi atas rejeki yang kita peroleh dengan mereka, setidaknya kita mau menyedekahkan harta kita kepada mereka untuk menompang hidup mereka. Inilah keutamaan Ramadan yang memberi manfaat bagi seseorang untuk introspeksi diri dan merenungkan perjalanan hidupnya selama ini. Merenungkan masa depan yang akan dicapainya. Kemudian, merenung apa yang harus dilakukan atau apa yang sebaiknya dikerjakan untuk kepentingan diri dan masyarakat, karena Ramadan merupakan bulan untuk latihan, menyegarkan ingatan, dan melatih diri kembali sehingga bulan yang penuh rahmat hidayah dan ampunan ini bisa kita lewati dengan suka ria ketika kita merayakan hari kemenangan yang kita nanti-nati, yaitu hari raya Idul Fitri.

Sekian gambaran singkat ini semoga dapat menjadikan semua amal ibadah kita pada bulan ramadhan jauh lebih berkwalitas dan mendapat keampunan dan penbelaan terhadap diri kita kepada  Allah di yaumil akhir nantinya, amien, sekian dan wassalam.

No comments:

Post a Comment

terimakasih telah berkomentar