Perubahan Reformasi dan Inovasi Kurikulum Pendidikan - Pondok Belajar

Friday, January 29, 2021

Perubahan Reformasi dan Inovasi Kurikulum Pendidikan

Kita tahu bahwa Pendidikan adalah proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, masuk akal jika semua negara selalu melakukan penelitian untuk mengitengrasikan perubahan perubahan ke dalam sistem pendidikan yang ada dalam struktur kurikulum Pendidikan. Perubahan kurikulum bertujuan untuk memperbaiki proses penerapan, terutama terkait dengan kualitas pembelajaran dan proses pembelajaran di sekolah. Perubahan Kurikulum dan pembelajaran memberikan implikasi pada kompetensi dan kapasitas guru untuk mengadopsi perubahan tersebut dalam proses pembelajaran karena secara umum kebanyakan perubahan kurikulum dipengaruhi ataupun didasarkan pada inovasi.

Perubahan  Reformasi dan Inovasi Kurikulum 

Mengapa Kurikulum Perlu Berubah

Perubahan Kurikulum (curriculum change) bukanlah proses yang serba otomatis. Bahkan dalam mengelola dan mengembangkan kurikulum yang terpusat di tingkat sekolah, adaptasi merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan. Adaptasi di sini berarti menyesuaikan, menerjemahkan kurikulum ke dalam proses belajar mengajar di kelas. Hal hal yang harus dipertimbangkan adalah seperti faktor kearifan lokal seperti, kemampuan/kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik, daya dukung, serta sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia di sekolah. 


Perubahan kurikulum merupakan sebuah tantangan yang berat dan banyak perubahan kurikulum yang gagal karena ketidak mampuan para guru untuk memahami perubahan tersebut yang memberikan implikasi pada perubahan peran guru sebagai pelaku perubahan di tingkat grass root level. Perubahan dalam kurikulum biasanya diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan baru baik secara local maupun  global. Perubahan kurikulum bisa dalam bentuk reformasi atau inovasi dengan melibatkan penggunaan model dan strategi perubahan yang tepat. Pilihan strategi model perubahan yang tepat sangat perlu diperhatikan jika kita ingin perubahan berjalan secara berkelanjutan. Jika aspek crusial ini tidak dipertimbangkan, maka reformasi dan inovasi tidak akan membawa perubahan yang harapkan. Inovasi dan reformasi pada tingkat ruang kelas sangat ditentukan oleh apa yang diyakini dan apa yang dilakukan oleh guru, karena secara langsung memberikan dampak dalam menentukan sifat dan kualitas pembelajaran yang diperoleh oleh siswa mereka. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pemahaman yang jelas tentang perubahan kurikulum dan kemampuan untuk melakukan perubahan tersebut. Karena kita tahu bahwa Kurikulum tidak hanya memuat tujuan, isi (subject matter), pedagogi/teaching experience akan tetapi juga mencakupi aspek penilaian.


(Baca Model Model Inovasi Kurikulum)

(Baca Curriculum Change and Innovation)


Manajemen kurikulum merupakan sebuah proses menerjemahkan, menafsirkan kurikulum secara tertulis ke dalam proses kelas yang memungkinkan pembelajaran yang efektif. Glatthorn et al (2009), menyatakan bahwa kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk garis pedoman pembelajaran di sekolah, dan biasanya direpresentasikan dalam dokumen yang dapat diambil dari beberapa tingkat mayoritas, dan diaktualisasikan rencana tersebut di dalam kelas, seperti yang dialami oleh peserta didik dan direkam oleh pengamat pendidikan. Pengalaman-pengalaman itu terjadi dalam lingkungan belajar yang juga mempengaruhi apa yang dipelajari (p.4). Menurut Tyler; Kurikulum adalah suatu rencana tindakan atau tertulis dari dokumen yang memuat strategi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Ornstein dan Hunkins, 2009).


Menurut penulis, kurikulum merupakan sebuah rencana studi mencakup semua aspek proses pembelajaran, seperti tujuan, metode dan pengorganisasian, lingkungan belajar, evaluasi yang berkaitan dengan isi, pedagogi (belajar mengajar) dan penilaian. Kurikulum sebagai wahana pendidikan, diharapkan dapat dengan mudah dipahami oleh para guru yang akan mengimplementasikan kurikulum di tingkat sekolah, dengan melibatkan siswanya dalam proses pembelajaran yang aktif dan bermakna. Karenanya, kurikulum dianggap sebagai alat vital dalam proses pendidikan. Jadi untuk membuat pendidikan selalu siap menghadapi segala tuntuntan jaman dan era, maka sebagai indikasinya perubahan, reformasi dan inovasi kurikulum baik di tingkat instansi terkait ataupun di tingkat sekolah sudah seharusnya dilakukan dengan mengadaptasi segala perubahan zaman kedalam proses pembelajaran guna membekali kemampuan perserta didik dalam menjawab segala tuntutan zaman. Namun harus di ingat sebagaimana yang telah dijabarkan di atas, penentuan model dan strategi yang digunakan harus cermat dan terukur jika menginginkan reformasi, dan inovasi kurikulum berjalan dengan maksimal (sustainable)

No comments:

Post a Comment

terimakasih telah berkomentar