Wednesday, June 14, 2017

Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam

Dalam islam ada dikenal istilah penyakit hati, dimana penyakit ini mendapatkan fokus yang agak lebih karena hati memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter kepribadian seseorang sehingga. Banyak para ulama berpendapat jika penyakit itu sangat berbahaya karena memliki dampak yang sangat beruk bagi seseorang. 
Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam
Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam
Bahaya yang terdapat dari penyakit hati tersebut adalah; Hidup tidak tenang dan merasa menderita, Berdosa, terancam siksa di Neraka, Bisa mendatangkan adzab, Merugikan diri dan membuat risih orang lain, Kadang bisa membuat fisik sendiri juga jadi sakit, dan bahkan dapat menyebabkan seseorang intu mejadi kafir, seperti firman Allah Swt berikut ini:
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125)
Oleh sebaba itu supaya kita tercegah dari hal-hal yang tersebut di atas maka sebaiknya anda mengenal janis-jenis penyakit hati yang dalam Islam yang sebagai pemaham diri kita sebagai prses perenungan diri ataupun pembenahan diri supaya selamat di dunia dan di akhirat. 
1. Sikap Riya’
Ria sceara umum dapat diartikan sebagai sikap dimanan seseorang akan memperlihatkan amalan kebajikan yang dilakukannya kapa orang lain baik dengan tujuan unruk mendapatkan pujian taupun tidak dengan buka semata mata karena Allah Swt. Rasanya jika kita sebagai hamba Allah Swt dan melakukan amalan ibadah hanya dengan tujuan menampakkan kepada manusia lainnya itu merupakan hal yang rugi dan sangat bodoh, karena kita tidak akan mendapatlkan balasan apa-apa dari Allah Swt ketika kita bribadah dengan tujuan menampakan kepa orang lain.  Untuk lebih jelasnya marilah kita lihat contoh-contoh ria berikut ini:
• Ada sebagian orang yang melakukan shalat dengan rajin secara berjamaah dengan tujuan untuk mendapatkan oujian dari oarang lain
• Mapaerbaiki ahklak dan perbuatan hanya karena igin mendapatkan pujian dari orang sekitat.
• Melalukan amal bakti baik berupa sedekah ataupun hadiah supaya dianggap orang kaya dan dermawan oleh orang lainnya
• Dan lain sebagianya, dengan titik uatma adalah kegiatan ibadah ataupun kegiatan baik lainya yang bukan semata mata karena Allah Swt..

Merujuk kepada pendapat Al-Hafidz Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari, Dia berkata: “sifat Riya itu adalah sikap dimana seseorang menampakkan ibadahnya dengan tujuan dilihat manusia lain, lalu mereka memuji oarnag yang malukan amalan tersebut”.
Menurut Imam Al-Ghazali, Riyaadalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.
Sikap riya ini bisa muncul kapan dan dimanapun. Boleh jadi saat sebelum melakukan amalan sahlih, ataupun saat seseorang sedang melakukan amalan kepada Allah Swt. Allah Swt, berfirman dalam Alquran yang maknanya:
“Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah: 264)
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya.” (QS. Al Maa’uun 4-6)

2. Sikap Ujub
Sikap Ujub adalah sikap dimana seseorang akan mengagumi diri mereka sendiri, karena merasa lebih dari orang lain.
Sekilas Mungkin sikap ini agak mirip dengan sikap takabbur. Namun kalau sikap ujub, belum tentu sambil berkeyakinan menolak kebenaran.
Merujuk pada pendapat ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, perasaan ujub adalah Perasaan kecintaan yang dimiliki seseorang pada suatu karunia Allah Swt kepada dirinya, dan merka merasa memilikinya sendiri karunia tersebut, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah swt.”
Meski tentu tidak selalu, namun bisa jadi seseorang itu menjadi ujub karena hal-hal berikut ini:
• Sering mendaptkan pujian-pujian dari orang lain
• Sering berhasil dalam usaha 
• Memmiliki kesempatan yang selalu mudah padahal sangat sulit bagi orang lain. 
• Hebat, Terkenal, dan kaya raya
• Cerdas dan memiliki banyak keahlian
• Meiki betuk phisisk yang indah dan menarik
• Dan lain sebagianya

Rasulullah Saw bersabda, “Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

3. Takabbur
Makna Takabbur itu adalah sombong. Allah swt sangat mebeci orang-orang yang sombong di muka bumi, karena sifat sombong tersebut adalah hanya milik Allah Swt semata, maka bagi orang yang memiliki sikap sombong berarti mereka telah menggunakan pakaian Allah Swt sebagai pencipta alam semesta ini beserta seluruh isinya. Larangan untuk tidak boleh sombong tersebut digamabrakan dalam firman Allah Swt berikut Ini:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS Al Isra :37)

Haru dipahami bahwa sikap sombong ini bisa jadi tanpa kita menyadari sama sekali dalam mengarungi hidup ini. Contohnya ketiak ada sabahat kita yang mencoba menasehati kita kita malah beranggapan jika merka mengurui kita sehingga kita langsung menolaknya mentah mentah. Terkadang Kita beranggapan jika diri kita sudah sangat benar, pintar, dan tidak ada kekurangan. Sehingga faktor tersebut membuat kita merasa tidak perlu lagi mendengarkan nasehat dari orang sekitar kita. 

Sombong prakteknya bisa bermacam-macam. Namun intinya sombong itu adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.
Beberapa contoh orang-orang sombong yang dimusnahkan oleh Allah diantaranya adalah: Firaun, Raja Namrud, Qarun, dan lain-lain. Nabi Muhammad Saw bersabda dalam gadist nya, 

Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada sikap sombong meski hanya sebesar biji sawi (sarrah).”

Sebenarnya Bagi orang yang memiliki penyakit hati jenis ini, ada cara mudah sebenarnya untuk mengobati nya. Adapun caranya adalah dengan cara ‘buka mata’ untuk melihat kenyataan hakikat hidup ini sehingga tidak menjadi lupa diri. Lumrah memang jika orang yang memiliki sifat sombong itu adalah orang yang dapat meilahta keadaan sebenarnya tenatang hakikat hiduonya, dimana mereka terlalu banyak di pengaruhi oleh jiwa cinta dunia yang sementara ini alias tidak abadi selamanya.

Sekian dulu kupasan singkat tentang jenis penyakit hati dalam agama islam, dan akan diteruskan lagi poin-poin ini pada tahap berkutnya sebagai poin tambahan dari penyakit hati ini. Sekian dan terimakasih. wassalam 

Friday, June 9, 2017

Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam

A. Pengertian Konsep Akal Pikiran
Sebagai makluk yang diciptakan Allah Swt dalam posisi yang paling sempurna dan diangkat sebagai khalifah oleh Allah Swt di permukaan bumi ini adalah menjadi alsan jika Pikiran yang Allah Swt berikan kepada munusia merupakan sebuah kelebihan yang sangat besar dari proses penciptaan yang lainnya. Akal pikiran manusia adalah laksana roda pengerak yang mampu menciptakan berbagai pemikiran dan materi yang dapat digunakan untuk kemaslahatan manusia di dunia. Namun harus diingat jika pikiran adan akal yang dititipkan oleh Allah Swt bukan hanya untuk mencari kebahagan di dunia saja akan tetapi juga sebagai sarana yang dapat digunakan sebagai jalan untuk mendapatkan kebahagian manusia dari Allah di akhirat kalak nantinya.
Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam
Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam
Otak manusia merupakan media yang diciptakan oleh Allah Swt utuk beripikir dalam meneruskan keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Namun terkadang kebanyakan manusia hanya terlalu mengunakan pikiranya untuk mencari berbagai kebahagia  di dunia saja sehingga mereka membutakan hati mereka dengan menghalalkan berbagai macam cara untuk mewujudkan berbagai impian mereka. Jika kita sebagai orang islam mengunakan pola pikir yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepentingan pribadi, maka disini kita sendiri dapat mengolomgkan diri kita sama dengan pola binatang yang diciptkan Allah Swt walaupun hewan tersebut tidak memiliki akal pikiran seperti layaknya manusia. hewan diciptakan oleh Allah Swt dengan tidak diberikan akal dan pikiran layaknya Allah Swt menciptakan manusia, sehingga pola hidup mereka hanya untuk mengisi perut mereka saja ataupun boleh dikatan jika hewan itu hidupnya hanya untuk makan sehingga tidak ada berlaku hukum pencurian penjarahan dan lain sebagainya bagi para hewan tersebut. Jika ada manusia yang diciptakan oleh Allah Swt yang berperilaku sama dengan perilaku hewan ini jelas sekali mengidentifikasi jika manusia tersebut malah lebih hina dari hewan karena mereka mengunakan akal pikiran yang Allah swt ciptakan pada diri mereka hanya untuk berpikir untuk berperilaku layaknya perilaku hewan.

(Baca Pentingnya Memahami Kosep Kesadaran dalam Kehidupan)
(Baca Mengapa Allah Menciptakan Satu Mult dan Dua Telinga)

Maka untuk itu, sebagai manusia yang proses penciptaannya lebih dari makluk lain, ada baiknya kita mengunakan akal dan pikran yang Allah Swt, berikan untuk melakukan berbagai kebajikan yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia dan susuai dengan tuntunan Allah Swt dan Rasulnya sehingga kita akan selamat untuk hidup didunia dan di akhirat kalak nantinya. pola pikita natar hati dan otak (pikiran) memiliki pengaruh yang sangat erat, karena hati kita manusia diciftakan oleh Allah Swt untuk memfilter (Menyaring) pemikiran-pemikiran yang tidak sehat yang dihasilkan oleh otak sehingga hasil penyaringan ini sangat berpengaruh dengan pola hidup manusia tersebut. untuk lebih jelasnya mari kita lihat kupasan tentang makna dan peran hati di bawah ini.      

B. Pengertian dan Jenis-Jenis Hati nurani
Manusia merupakan makhluk yang mulia di muka bumi ini. Allah Swt telah meberikan Akal dan Pikiran, hawa nafsu, dan hati nurani pada diri manusia sendiri, sehingga derajat mereka ditinggikan melebihi makhluk ciptaan Allah lainnya di dunia ini. Berbeda dengan Malaikat yang selalu patuh, manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Antara yang benar dan buruk, keduanya dapat dibedakan bila seseorang memiliki hati nurani yang murni. Sebagian besar orang mengolongkan jika manusia pembunuh, pelaku korupsi, dan pencuri adalah jensi manusia yang tidak memiliki hati nurani (kasih sayang). Perbuatan para penjahat tersebut hanya didasari oleh nafsu duniawi tanpa diimbangi hati nurani. Nah, yang jadi pertanyaan sebenarnya apa sih hati nurani itu? Bagaimana islam memandang hati nurani? Berikut ini pengkajiannya secara mendalam. Kata dasar Hati nurani itu dirujuk dari bahasa Latin yaitu ‘Conscientia’ yang bermkna kesadaran/kepekaan. Hati nurani juga bisa diistilakan sebagai suara hati, suara batin, atau kata hati. Jika didefinisikan secara luas, hati nurani adalah kesadaran moral yang tumbuh di dalam hati manusia dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

Kita paham jika Hati nurani memiliki hubungan yang erat dengan kosep kesadaran diri manusia. dengan makna lain, jika seseorang yang memiliki  hati nurani yang sehat maka mereka termasuk orang yang memiliki konsep kesadaran untuk membedakan yang mana tindakan yang benar dan  yang mana tindakan yang salah samasekali. Pada keadaan normal,rasa hati nurani ini timbul  dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling terdalam dalam pirasat kebenaran..
Secara lebih khusus, jenis konsep hati nurani manusia dapat dibedakan dalam dua jesni yaitu sebagi berikut:

1. Hati nurani retrospektif
Jenis Hati nurani bersipat retrospektif adalah cara bagaimana seseorang menilai perbuatan/aktivitas  yang telah dilakukannya di masa lampau/lalu, jenis ini boleh dikatakan semacam seseoramng menghakimi diri sendiri akibat kehiatan tersebut. Bila ia berbuat kesalahan maka ia memiliki rasa cpenyesalan dan menyalahkan diri mereka. Sebagi contohnya, setelah kamu berbohong kepada orang tua mu. Kamu Pasti meresakan perasaan menyesal karena kamu tidak berlaku jujur pada mereka, walaupun sebenarnya jaiuh di hati nuranimu sudah memerintahkan untuk berkata apa adanya (jujur).

2. Hati nurani prospektif
Jenis Hati nurani yang prospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa yang akan datang atau yang sedang dilalui merka pada saat sekarang ini. Ini Biasanya ditandai dengan timbulnya nya penolakan-penolakan pada diri merka. Sebagi Contoh, ketika seorang pemimpin pengadilan (hakim) menerima suap untuk menyelasikan kasusnya, maka hati nurani hakim tersebut pasti cenderung menolak untuk menerima suap tersebut.
Sama halnya dengan budi pekerti pada manusia, hati nurani juga perlu siraman ilmu pengetahuan karena hati sangat berperan sebagai pemandu kehidupan manusia. Jika seseorang diajarkan tentang akhlak dan moral yang benar (sesuai syariat agama) sedari kecil merak, maka seseorang tersebut dapat tumbuh menjadi pribadi santun dalam kehidupan sehari-harinya. Walupun demikian, tidak selamanya jika hati memberikan bisikan benar, adakalanya seseorang memiliki isi hati kotor sehingga membuat hidupnya tidak tenang dan menderita karena selaalu berpikir negatif yang dipenuhi oleh kedengkian, iri hati dan lain sebaginya.

C. Hati Nurani Dalam Sudut Pandang Islam
Menurut gambaran dari kebanyak para pemukan ulama islam,mereka meyebutkan hati nurani disebut sebagai “Qalbu”.Kata Qalbu sendiri dirujuk dari bahasa arab “Qalb”, dimana kata Qalb sendiri merupakan bentuk dari kata bentuk mashdar dari dasar kata Qalaba, Qalban, Yaqlibu yang berarti membalikan atau memalingkan. Menurut iman Al-Ghazali, qalb dapat diartikan dalam 2 makna. Pertama qalb merupakan sepotong daging (Jantung) yang terletak di kiri dada manusia. Yang kedua, qalb merupakan Lathifah-Rabbaniyah- Ruhaniyyah yaitu sesuatu yang bersifat halus (tidak bisa dilihat dengan mata kepala namun hanya bisa dilihat oleh mata batin), berhubungan dengan Ketuhanan, dan bersifat ruhaniah. Qalbu dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu qalbu jasmaniah dan qalbu ruhaniah.

1. Qalbu jasmaniah
Qalbu jasmaniah berarti organ tubuh manusia yang tugasnya memompa darah, yakni jantung. Definisi ini berpacuan pada hadist populer yang dijelaskan oleh An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

2. Qalbu Ruhaniah
Jenis Qalbu ruhaniah ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan perasaan batin dan tidak kasat mata. Ini didasarkan pada hadist yang diriwayat oleh Ibnu Maja:
  إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ
“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.” (Hadist Riwayat Ibnu Majah)

Monday, June 5, 2017

Memahami Konsep Dasar Puasa Ramadhan

Memahami Konsep Dasar Puasa Ramadhan
Puasa secara sederhana dapat dipahami sebagai ibadah yang menahan dari rasa haus dan lapar di siang hari beserta dengan hal-hal yang dapat membatalkan ibadah puasa tersebut. Tentu sebagai umat islam kita sudah sangat terbiasa dengan melaksanakan ibadah puasa pada bulan ramadhan, dan terkadang bulan ramadhan ini menjadi bulan yang sangat dirindukan oleh umat islam di seluruh dunia.

Memahami Konsep Dasar Puasa
Memahami Konsep Dasar Puasa
Sebenarnya ibadah puasa ini bukan hanya dikhususkan pada umat nabi MuhammadSaw, akan tetapi Alla Swt, telah lebih dahulu meyuruh mewajibkan puasa ini kepada umat-umat nabi terdahulu, ini jelas seperti yang te;ah Allah Swt firmankan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah yang maknanya
“hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa, sebagimana yang telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa”.
Dari firman di atas kita dapat pahami bahwa
1. Dalam terjamahan ayat di atas Allah Swt menyuruh hambanya berpuasa dengan menggunakan kontek “orang-orang yang beriman” jalas sekali ini merupakan jenis pangilan hanya kepada orang yang beriman dalam artian bukan menggunakan orang islam ataupun seruan hai sekalian manusia. disini jelas jika islam itu sangat menginginkan umatnya yang berimaman saja yang menjalankan puasa, karena tujuan dari berpuasa adalah untuk membentuk insan yang takwa seperti yang terdapat dalam ayat di atas. Disamping itu, dapat kita pahami jika puasa adalah merupakan salah satu cara untuk menjadi manuasi yang bertakwa kepada Allah Swt. Jadi apakah ada perbedaan anatara orang islam dengan orang yang beriman?, jadi dari pemahaman di atas dapat kita katakan jika  orang orang-orang yang nengaku islam itu belum tentu menjadi orang beriman, karena konsep iman ini sangat ditentukan oleh nilai ketauhidan yang dimiliki se-seorang, kita mudah kok membedakan kedua perbedaan antara orang islam dan orang beriman, misalnya masih ada orang islam dimasa sekarang ini yang belum paham islam dengan betul sehingga mereka mudah sekali mengelurkan kata-kata “mau jadi orang islam jangan jadi orang arab, jangan bawa bawa agama, masalah agama itu masalah tuhan dan saya pribadi" dan lain sebagianya yang kita temui dewasa ini, pernyataan itu semua tidak lepas dari kurangnya nilai keimanan yang dimiliki se-seorang meskipun dia itu beragama islam. inilah contoh kecil saja dari perbedaan antara orang islam dan orang beriman supaya pembaca dapat bedakan dalam skala kecil. maka dari itu maka jelas sekali disini seruan puasa ini hanya ditujukan kepada orang-oarang yang beriman saja karena hanya orang yang begitu yakin dengan Allah Swt lah yang dapat menjalankan ibadah Puasa ramadhan dengan sempurna tanpa harus berbohong pada diri sediri karena Allah sebenarnya maha mengatahui segala-galanya.    

2. Dalam ayat di atas Allah telah mengambarkan jika amalah puasa ini telah diwajibakan kepada umat nabi terdahulu. Ini jelas dan wajib diimani jika puasa itu telah ada sebelum nabi MuhammadSaw, namun jumlah dan pelaksanaanya saja yang agak berdeda. Ini bukan omong kosong belaka karena kita tahu bahwa ayat Alquran itu adalah firman Allah bukan berisi mantera-mantera ataupun ramalan-ramalan seperti yang sudah mulai dituduhkan oleh sebagian umat islam yang jelas-jelas kurang memiliki keimanan tentang Islam walupunmereka islam. Jadi yang penting kita pahami disini, puasa itu adalah amalan yang telah Allah Swt perintahkan dari nabi Adam sampai dengan nabi MuhammadSaw.

3. Tujuan dari Allah perintahkan puasa itu adalah supaya kita hambanya ini menjadi manusia yang bertakwa. Jalas dalam ayat di atas telah Allah Swt nyatakan sendiri jika tujuan puasa itu untuk membentuk nilai ketakwaan yang ada pada hamba Allah yang melaksanakan puasa tersebut. Kita tahu bahwa bulan ramadhan ini adalah bulan Allah Umat, dimana Allah akan memebrkan berbagai kelebihan kelenihan di dalam bulan ini, baik berupa pahala yang dilipat gandakan berlipat-lipat ataupun Allah Swt memberikan kita kemudahan dalam mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan kapada nya dan masih banyak lain sebagiinya.  Mengapa konsep takwa yang Allah tekankan kapada umatnya dalam pelaksanaan ibadah puasa ramadhan ini, jelas takwa itu merupaka subuah sikap dimana hamba Allah akan selalu melakukan segala perintah Allah dan menjahui segala larangannya sehingga akan terciptanya kepribadian yang beraklakul karimah bagi insan-insan yang telah mendapatkan konsep takwa tersebut. Dimana sikap ahklakul qaraimah ini akan dapat kita lihat dari perubahan sikap seseorang dalam kehiduopan sehari-hari.   

Jadi dari uraian singkat di atas kita dapat memahami bahwa konsep takwa itu sangat diutamakan dalam islam dengan tujuan untuk membentuk kepridian yang cinta akana agama Allah, Nabi Allah dan segala perintah dan larangan yang diberikan oleh Allah Swt. Jadi sebagai manusia hamba Allah Swt, dan kita pahami jika dunia ini hanyalah sebagai tempat persinggahan sementara untuk menenpuh perjalanan yang jauh yaitu Akhirat, maka sebaiknya marilah kita mencari bekal dan keredhaan Allah Swt dalam hidup ini, jangan pernah membuat sensasi yang tidak menentu untuk mencari sebuah kepopuleran ataupun untuk menjauhakn umat dengan islam  karena itu semua akan mebuat kita menjadi menusia yang sangat hina nantinya di alam akhirat.

Friday, June 2, 2017

Fadhilah Shalat Taraweh Dalam Bulan Ramadhan

Puasa adalah sebuah amalan yang dikerjakan oleh umat para nabi terutama umat nabi Muhammad saw, puasa dapat dikatagorikan dalam dua pembagian yaitu ada puasa sunat dan ada puasa wajib. Khusus untuk puasa wajib, puasa ini hanya khusus dijalankan hanya pada bulan ramadhan. Puasa pada bulan ramadhan sudah menjadi sebuah bulan yang bagitu diidolakan dan ditunggu tunggu oleh kebanyakan umat islam di dunia. Ini disebabkan oleh karena pada bulan ramadhan tersebut banyak sekali kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Allah Swt, kepada hambanya yang melakukan amal shaleh pada bulan ramadhan tersebut. 
Fadhilah Shalat Taraweh Dalam Bulan Ramadhan
Fadhilah Shalat Taraweh Dalam Bulan Ramadhan

secara umum puasa dapat diartikan sebagai amalan untuk menahan lapar, dahaga, amarah, nafsu beserta menjaga hal-hal yang dapat membatalkannya. Disamping anjuran wajib berpuasa yang harus kita lakukan pada bulan ramadhan, maka masih ada satu amalan lain yang disediakan oleh Allah Swt khusus pada bulan ini yaitu amalan shalat taraweh. Shalat taraweh in juga mendapatkan berbagai fadhilah yang sangat banyak bagi para hamba yang mau melaksanakan amalan ibadah ini, walaupun amalan shalat taraweh ini bersifat sunat akan tetapi kelebihan dari fadhilah yang terkandung dalam amalan shalat taraweh ini sangat banyak dan berbeda beda dari tiap-tiap malamnya, baik dari malam pertama sampai dengan malam ketiga puluh.  Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan saya jabarkan kelebihan ataupun fadhilah yang terkadung dari amalan shalat taraweh ini sacara berurutan, mari simak poin-poin berikut ini:
Fadhilah taraweh malam pertama 
pada malam pertama ini seorang mukmin  akan diampuni dosanya bersih seperti bayi yang baru dilahirkan,

Fadhilah taraweh malam Kedua 
pada malam kedua ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.

Fadhilah taraweh malam Ketiga 
pada malam ketiga ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka malaikat Allah akan memanggil namanya dari bawah ‘arasy dan berseru: bersegeralah kamu beramal, Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu. 

Fadhilah taraweh malam Ke-empet
pada malam ke-empat ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan pahala sebanyak orang membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.

Fadhilah taraweh malam Kelima 
pada malam kelima ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan pahala sebanyak pahala shalat di mesjid Nabawi dan mesjid Aqsha 

Fadhilah taraweh malam Keenam 
pada malam keenam ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan pahala sebanyak pahala thawaf di Baitul makmur, setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya.

Fadhilah taraweh malam ketujuh 
pada malam ketujuh ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh seolah-olah seperti hidup sezaman dengan mabi Musa berjuang melawan Fir’un dan dan Hamman.

Fadhilah taraweh malam Kedelapan 
pada malam kedelapan ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan segala yang telah diberikan Allah kepada nabi Ibrahim.

Fadhilah taraweh malam Kesembilan 
pada malam kesembilan ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memebrikan pahala seolah-olah beribadah yang dikerjakan oleh nabi Muhammad

Fadhilah taraweh malam Kesepuluh 
pada malam kesepuluh ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah akan memberikan kebaikan kebaikan di Dunia dan Akhirat.

Fadhilah taraweh malam Kesebelas 
pada malam kesebelas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka ia akan meninggalkan dunia ini dengan bersih dari segala dosa seperti baru lahir dari kandungan ibunya.

Fadhilah taraweh malam Kedua belas 
pada malam kedua belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka kelak wajahnya bercahaya seperti bulan purnama di hari akhirat

Fadhilah taraweh malam Ketiga belas 
pada malam ketiga belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka kelak di hari kiamat aman dari segala kejahatan

Fadhilah taraweh malam Keempat belas
pada malam keempat belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah akan membebaskan dari hisab, para malaikat memberikan kesaksian atas ibadah shalat terawih yang dikerjakan

Fadhilah taraweh malam Kelima belas 
pada malam kelima belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka berselawatlah segenap malaikat, penanggung ‘Arasyi dan Kursi.

Fadhilah taraweh malam keeanam belas 
pada malam keenam belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah membebaskan dari siksa api neraka dan bebas masuk surga  

Fadhilah taraweh malam Ketujuh belas 
pada malam ketujuh belasini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan pahala seperti yang diterima oleh para Nabi

Fadhilah taraweh malam Kedelapan belas
pada malam kedelapan belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka malaikat memanggilnya : Ya Hamba Allah, engkau dan kedua ibu bapakmu telah diredhai oleh Allah.

Fadhilah taraweh malam Kesembilan belas  
pada malam kesembilan belas ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah meninggikan derajatnya di syurga firdaus

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh 
pada malam kedua puluh ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan syuhada dan shalihin

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh satu 
pada malam kedua puluh satu ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah membangun sebuah gedung nur di syurga

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh dua 
pada malam kedua puluh dua ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka kelak di hari kiamat aman dari bencana yang menyedihkan dan mengelisahkan

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh tiga  
pada malam kedua puluh tiga ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah akan membangunkan sebuah kota syurga

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh empat 
pada malam kedua puluh empat ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah mengabulkan sebanyak 24 doa yang dipanjatkan

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh lima  
pada malam kedua puluh lima ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka dibebaskan dari siksa kubur

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh enam 
pada malam kedua puluh enam ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah meningkatkan pahala baginya selama 40 tahun

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh tujuh 
pada malam kedua puluh tujuh ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka mereka akan melintasi Shirat laksana kilat menyambar

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh delapan
pada malam kedua puluh delapan ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah meninggikan derajatnya 1000 tingkat di syurga

Fadhilah taraweh malam Kedua puluh sembilan 
pada malam kedua puluh sembilan ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah memberikan 1000 kali haji mabrul

Fadhilah taraweh malam Ketiga puluh
pada malam ketiga puluh ini, seorang mukmin yang menjalankan shalat taraweh maka Allah akan menyeru dengan firmanya; Ya hambaku, silahkan makan buah-buahan syurga, silahkan mandi air salsabil dan minumlah dari telaga Kaustar, Akulah tuhan mu dan kamulah hamba Ku.

sekian kupasan mengenai fadhilah shalat tarawih dalam bulan ramadhan, semoga ada manfaatnya buat pembaca sekalian, dan terakhir saya ucapkan wassalam. 
  

Monday, May 22, 2017

Kiat Menciptakan Pembelajaran yang Tuntas

Kiat Menciptakan Pembelajaran yang Tuntas
Dalam Menciptakan suatu pembelajaran yang aktif kreatif dan menyenangkan sebagi usah untuk menciptakan keberhasilan pembelajaran, Bloom mengembangkan suatu pola dan prosedur pembelajaran yang dapat diterapkan dalam memberikan pembelajaran kepada satuan kelas. Secara operasional Bloom (dalam Winkel, 1996 : 413) menyiapkan langkah-langkah sebagai berikut:
Kiat Menciftakan Pembelajaran yang Tuntas
Kiat Menciptakan Pembelajaran yang Tuntas

a. Menentukan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik.
Menurut Sanjaya (2007: 62) ada beberapa alasan tujuan pembelajaran perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran. 
1. Dalam perumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas keberhasilan proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil makala peserta didik dapat mencapai tujuan secara oftimal. Kita tahu bahwasanya keberhasilan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidik dalm menyusun/merancang dan melakukan kegiatan proses belajar mengajar di dalam kelas.
2. Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar peserta didik. Tujuan yang jelas dan tepat dapat membimbing peserta didik dalam melaksanakan aktivitas belajar. Berkaitan dengan itu guru juga dapat merencanakan dan mempersiapkan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk membantu peserta didik.
3. Disamping itu, Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran. Artinya, dengan tujuan yang jelas dan tepat dapat membantu guru dalam menentukan materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, alat, media, dansumber belajar, serta dalam menentukan dan merancang alat evaluasi untuk melihat keberhasilan belajar peserta didik.

(Baca Pengertian Profesional, Profesinalisme dan Profesionalisasi)
(Baca Cara Tepat untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa)

4. Seterusnya, Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai control dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajara. Artinya melalui penetapan tujuan, guru dapat mengontrol seberapa jauh peserta didik telah menguasai kemampuan-kemampuan sesuai dengan tujuan dan tuntutan kurikulum yang berlaku. Lebih jauh dengan tujuan dapat ditentukan daya serap peserta didik dan kualitas suatu sekolah/madrasah.

b. Menjabarkan materi pembelajaran (bahan ajar) atas sejumlah unit pembelajaran
Materi pembelajaran dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran, berdasarkan kurikulum yang sedang berlaku (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Agar rencana pembelajaran membantu guru dalam pembelajaran, rincian pokok-pokok materi hendaknya dicantumkan secara cermat dalam rencana pembelajaran. Dalam mengorganisasikan materi, guru dapat menempuh berbagai cara. Guru dapat menyususnnya dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks, dari yang konkret ke yang abstrak, atau yang ada di sekitar peserta didik ke yang jauh (Wardani, 2004: 8)
Pemilihan materi pembelajaran (bahan ajar) harus sejalan dengan kriteria-kriteria yang digunakan untuk memilih isi kurikulum bidang., yaitu: 1) Akurat dan up to date, sasarannya sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan penemuan baru dalam bidang teknologi; 2) Kemudahan, sasarannya untuk memahami prinsip, generalisasi, dan memperoleh data; 3) Kerasionalan, sasarannya mengembangkan kemampuan berpikir rasional, bebas dan logis; 3) Esensial, sasarannya untuk mengembangkan moralitas pengguanaan pengetahuan; 4) Kemaknaan, sasarannya bermakna bagi peserta didik dan perubahan social; 5) Keberhasilan, sasarannya keberhasilan untuk mempengaruhi tingkah laku peserta didik; 5) Keseimbangan, sasarannya mengembangkan pribadi peserta didik secara seimbang dan menyeluruh; 6) Kepraktisan, sasarannya mengarahkan tindakan sehari-hari dan untuk pelajaran berikutnya (Harjanto, 2006: 223) 

c. Memberikan pelajaran secara klasikal
Sesuai dengan unit pembelajaran yang sedang dipelajari. Proses pembelajaran menurut Muslich (2007: 60) biasanya dikelompokan ke dalam tiga kegiatan besar, yaitu: 1) Kegiatan awal, biasanya diisi dengan mengemukakan hal-hal yang menarik minat peserta didik untuk belajar, membahas ulang pengetahuan prasyat, atau menyampaikan informasi awal atau penjelasan tugas secara klasikal. Pengetahuan prasyarat yang dibahas hendaknya betul-betul yang dekat dengan konsep baru yang dipelajari, tidak terlalu jauh sehingga waktu yang digunakan menjadi singkat; 2) Kegiatan inti, disediakan untuk peserta didik terlibat dalam kegiatan seperti melakukan percobaan, bermain peran, kegiatan dalam mencari solusi dari permasalahan, ataupun simulasi tertentu, yang sebaiknya dilakukan secara berpasangan atau berkelompok. Apabila kegiatan ini dilakukan peserta didik secara perorangan maka harus diikuti dengan kegiatan yang melibatkan lebih dari satu orang, misalnya saling menjelaskan proses dan hasil belajar kepada temannya. Hal ini dimaksudkan agar tercipta interaksi diantara mereka sehingga hasil belajar mereka menjadi mantap; 3) Kegiatan penutup, biasanya diisi dengan rangkuman hasil belajar secara klasikal. Alokasi waktu untuk kegiatan awal dan penutup masing-masing sebaiknya tidakl lebih dari 10-15 menit sehingga sisanya untuk kegiatan inti.

d. Memberikan tes kepada peserta didik pada akhir masing-masing unit pembelajaran, untuk mengecek kemajuan masing-masing peserta didik dalam mengolah materi pembelajaran. Te situ bersifat formatif, yaitu bertujuan mengetahui sampai seberapa jauh peserta didik dalam pengolahan materi pembelajaran (diagnostic proress test). Menurut Yamin (2007: 127) dalam test formatif ini, ditetapkan norma yang tetap dan pasti, misalnya 80% dari jumlah pertanyaan dalam tes itu harus dijawab betul, supaya peserta didik dinyatakan berhasil atau telah menguasai tujuan pembelajaran. 

e. Peserta didik yang belum mencapai tingkat penguasaan yang dituntut, diberikan pertolongan khusus, misalnya bantuan dari seorang teman yang bertindak sebagai tutor, mendapat pengajaran dalam kelompok kecil, disuruh mempelajari buku dalam bidang tertentu dan mengambil unit pelajaran tertentu seperti yang dirancang. Menurut Yamin (2007: 127) bentuk pertolongan atau bantuan khusus yang diberikan, dapat bermacam-macam, asalakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang masih mengalami kesulitan. Setelah beberapa waktu, peserta didik menempuh tes formatif alternative yang mengukur taraf keberhasilan terhadap unit pelajaran yang sama.

f. Setelah semua peserta didik mencapai tingkat penguasaan pada unit pembelajaran yang bersangkutan barulah guru mulai mengajarkan unit berikutnya.
Menurut Shaleh (2005: 79) peserta didik dalam strategi Mastery Learning dinyatakan tuntas tuntas belajar/menguasai materi pembelajaran jika mencapai skor minimal 75% dan kelas dinyatakan tuntas belajar jika peserta didik yang tuntas belajar mencapai minimal 85%.

g. Unit pembelajaran yang menyusul itu juga diajarkan secara kelompok dan diakhiri dengan memberikan tes formatif bagi unit pelajaran yang bersangkutan. Bagi Peserta didik yang ternyata belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), maka akan diberika pembelajaran secara khusus.

h. Setelah peserta didik paling sedikit kebanyakannya, mencapai tingkat keberhasilan yang dituntut guru mulai mengajar unit pelajaran ketiga. Jadi seluruh peserta didik dalam kelas selalu mulai mempelajari suatu init pelajaran baru secara bersama-sama.

i. Prosedur yang sama diikuti pula dalam mengajarkan unit-unit pelajaran lain, sampai seluruh rangkaian selesai.

j. Setelah seluruh rangkaian unit pelajaran selesai, peserta didik mengerjakan tes yang mencakup seluruh rangkaian unit pembelajaran. Test akhir ini bersifat sumatif, yaitu bertujuan mengevaluasi taraf keberhasilan masing-masing peserta didik terhadap semua tujuan pembelajaran.
Selain prosedur di atas, menurut S. Nasution (1982: 53) guru dapat melakukan belajar tuntas dan peserta didik memiliki menguasai penuh atau tuntas, yaitu melalui prosedur tambahan. Dengan pengajaran biasa guru tidak akan mencapai penguasaan tuntas oleh peserta didik. Usaha guru harus dibantu dengan kegiatan tambahan yang terutama terdiri atas (1) feedback atau umpan balik yang terperinci kepada guru maupun peserta didik, (2) sumber dan metode pembelajaran tambahan tambahan di mana saja diperlakukan. Usaha tambahan itu dimaksud untuk memperbaiki mutu pembelajaran dan meningkatkan kemapuan peserta didik memahami apa yang diajarkan dan dengan demikian mengurangi jumlah waktu untuk menguasai bahan pembelajaran sepenuhnya