Wednesday, December 6, 2017

Pengertian Pendekatan Strategi Model dan Metode dalam Pembelajaran



A. Pengertian Pendekatan 
Dalam melakukan proses kegiatan belajar, seorang pendidik diharuskan mengetahui/memahami tentang kosep pendekatan pembelajaran, model dan methode dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di depan kelas. Jika seorang pendidik menguasa dengan baik tentang keseluruhan konsep di atas, maka jelas para pendidik tersebut dapat melakasanakn pembelajaran dengan mudah baik dari segi pembuatan rancangan pembelajaran, ataupun pelaksanaan dari proses pembelajaran tersebut. Secara sederhana, Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai dasar pijakan atau sudut pandang seorang pendidik  terhadap proses kegiatan pembelajaran yang disajikan, yang didasarkan pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang masih bersifat sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari konsep dasar kurikulum, maka dapat kita golongkan jika model dasar dari kurikum itu terdapat tiga orientasi, yaitu: 

Pengertian Pendekatan, strategi, model dan metode dalam Pembelajaran
Pengertian Pendekatan, strategi, model dan metode dalam Pembelajaran

(1) student centered approach yaitu kurikulum pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa dan 
(2) subject centered approach, yaitu pendekatan kurikulum yang berpusat pada materi ajar. 
(3) Teacher centered approach, yaitu kurikulum pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach)

Dari jenis orientasi kurikulum di atas maka ada beberapa jenis pendekatan pembelajaran untuk menompang orientasi kurikulum tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran. Adapun jenis pendekatan pembelajaran yang sangat populer/dikenal dewasa ini adalah: 


a. Pendekatan Expository
Pendekatan expository menekankan pada penyampaian informasi tentang sumber belajar kepada peserta didik. Dengan Jenis pendekatan ini, sumber belajar mempunya peranan yang penting dalam menyampaikan materi ataupun informasi sampai tuntas kepada peserta didik. Jenis Pendekatan expository ini akan sangat tepat untuk digunakan untuk meteri ajar yang bersifat informatif yaitu berupa konsep-konsep, prinsip dasar dan informasi informasi yang mudah di ases (dipahami)oleh peserta didik. Jenis Pendekatan ini juga tepat diterapakan untuk kelas yang memiliki jumlah peserta didik yang banyak. Jenis pendekatan ini digolongkan pada Teacher centered approach dan subject centered approach. Jenis Pendekatan expository lebih berpusat kepada sumber ajar di dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Adapun ciri-ciri pendekatan expository ini adalah : (1) dominasi sumber belajar sangat kentara dalam pelaksanaan pembelajaran, (2) meteri ajara/bahan ajar terdiri atas konsep-konsep dasar atau informasi-informasi  yang baru bagi peserta didik, (3) jenis materi yang digunakan lebih cenderung bersifat informatif, dan (4) keterbatasan dalam penggunaan media atapun sarana belajaran. 

b. Pendekatan Inquiry 
dari istilah katanya ‘Inquiry’ mempunyai kesamaan konsep dengan istilah discovery, problem solving dan reflective thinking. Semua istilah ini sama dalam penerapannya yaitu untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat belajar melalui kegiatan pengajuan permasalahan secara sistematis sehingga dalam pembelajaran lebih berpusat pada keaktifan peserta didik. Kegiatan pembelajaran pendekatan inquiry menggunakan sumber belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan menemukannya sendiri untuk menuntaskan pembelajaran tersebut dengan menggunakan berbagai pendekatan masalah, dengan kata lain materi yang disampaikan tidak tuntas seratus persen namun diperlukan partisipasi dari peserta didik untuk menuntaskan pembelajaran tersebut. Bruner menyatakan bahwa landasan yang mendasari pendekatan inquiry ini adalah hasil belajar lebih mudah diingat dan ditransfer oleh peserta didik. Pengetahuan dan kecakapan peserta didik yang bersangkutan dapat menumbuhkan motif intrinsik karena peserta didik merasa puas atas penemuannya sendiri. Jenis dapat dikelompokkan pada jenis pembelaran student centered

c. Pendekatan Saintifik 
dari segi kata maka dapat dipastikan jika Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintifik dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan dibudayakannya kecakapan berpikir saintifik, dikembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh peserta didik (Zamroni: 2000; & Semiawan:1998). 

Sesuai dengan karakteristik bahasa sebagai alat komunikasi, pembelajaran bahasa tidak hanya mempelajari ilmu bahasa yang terkait dengan gramatika, tata cara membaca atau menulis saja, tetapi harus merefleksikan kompetensi sikap berbahasa yang santun, cara berpikir ilmiah, dan keterampilan berbahasa yang komunikatif baik lisan maupun tulisan, baik aktif maupun pasif melalui keterampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mengeksplorasi data atau mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. 

B. Strategi Pembelajaran 
Strategi dalam kegiatan pembelajaran diartikan sebagai cara dalam rangka pencapaian tujuan. secara sederhana dapat diartikan strategi merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Makmun, 2003), strategi pembelajaran berkaitan dengan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu: 

a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. 
b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran. 
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. 
d. Mempertimbangkan dan menetapkan patokan untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha.

Dalam perkembangannya, strategi pembelajaran yang mengintegrasikan elemen pembelajaran, seperti pengembangan perencanaan pembelajaran, teknik dan strategi pembelajaran, media dan sumber belajar, dan penerapan evaluasi yang multi-domain, ini dikenal sebagai model pembelajaran. 

C. Model Pembelajaran 
pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. Implementasi dari pembelajaran pencapaian konsep bertujuan agar peserta didik terlatih dalam membangun sekaligus mengembangkan konsep sendiri dalam kerangka berpikirnya berdasarkan realita yang dialami. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir induktif sekaligus analisis konsep. Kelebihan dari cara ini adalah bahwa peserta didik memperoleh pemahaman atas konsep secara lebih mendalam karena dibentuk oleh diri sendiri berdasarkan realita yang dialami. Kelemahannya adalah adanya kesulitan dalam menetapkan konsep mana yang paling benar karena pemahaman konsep di sini sama banyaknya dengan jumlah siswa yang belajar. 

Langkah-langkah untuk mengimplementasikan pembelajaran pencapaian konsep, yaitu: 
Persiapan 
a. Memilih dan mendefinisikan konsep-konsep yang terkait dengan topik kajian. 
b. Memilih atribut-atribut atau ciri-ciri khusus sebagai parameter suatu konsep. 
c. Mengembangkan contoh-contoh positif atau “ya” dan negatif atau “tidak” dari suatu konsep. 

D. Metode Pembelajaran 
Metode dapat dikatagorikan sebagai langkah operasional dari strategi pembelajaran. secara sederhana metode dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Jadi perlu diperhatikan bahwa dalam mencapai tujuan belajar, seorang pendidik harus menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan strategi yang akan diterapkan kerana itu merupakan tuntunan dari materi ajarar yang akan disampaikan. Ketepatan penggunaan suatu metode menunjukkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran. 

Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Secara umum menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara yang telah diatur dan dipertimbangkan dengan baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memperoleh sesuatu. Berdasarkan pengertian tersebut, pengertian metode merupakan suatu cara dalam rangka mencapai tujuan. Kegiatan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari interaksi antarasumber belajar dengan peserta didik sehingga untuk melaksanakan interaksi tersebut diperlukan berbagai cara dalam pelaksanaannya. Interaksi dalam pembelajaran tersebut dapat berupa interaksi satu arah, dua arah atau banyak arah. Untuk masing-masing jenis interaksi tersebut diperlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan akhir dari pembelajaran dapat tercapai.

Perlu dipahami bahwasanya metode yang digunakan dalam pembelajaran bukan saja berperan sebagai cara menyampaikan materi saja karena meteri ajar yang digunakan mempunyai tugas cakupan yang luas, bukan hanya sebagai penyampai informasi akan tetapi jiga berperandalam mengelola kegiatan pembelajaran dalam mencapai ketuntasan dari kegiatan pemeblajaran tersebut. Secara sederhana, Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang pendidik gunakan untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran yang sudah disiapkan dalam bentuk kegiatan yang nyata dan praktis dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Jadi Berdasarkan hal tersebut, kedudukan metode dalam pembelajaran mempunyai ruang lingkup antara lain: 
  1. Pemberian dorongan, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam rangka memberikan dorongan kepada peserta didik untuk terus mau belajar. 
  2. Pengungkapan tumbuhnya minat belajar yaitu cara dalam menumbuhkan rangsangan untuk menumbuhkan minat belajar peserta didik yang didasarkan pada kebutuhannya. 
  3. Penyampaian bahan belajar, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam menyampaikan bahan dalam kegiatan pembelajaran. 
  4. Penciptaan iklim belajar yang kondusif, yaitu cara untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi warga belajar untuk belajar. 
  5. Penumbuhan kreativitas, yaitu cara untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 
  6. Penilaian diri dalam proses dan hasil belajar, yaitu cara untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran.
  7. Penemuan kelemahan hasil belajar, cara untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. 

Dari gambaran diatas dapat kita pahami jika Strategi pembelajaran bersifat konseptual sehingga untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai jenis metode pembelajaran. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Jaya, 2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan oembelajaran yang dikendaki.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon