Thursday, October 20, 2016

Nilai Moral Dari Cerita Kancil Dan Kura-Kura


NILAI MORAL DARI CERITA KANCIL DAN KURA-KURA. Cerita kancil dan kura-kura rasanya tidak asing lagi ditelinga para pembaca, karena cerita ini merupakan jenis cerita yang sering kita dengar dari kakek kita dulu dimasa kita kecil. Kita tahu bahwa masa dulu ketika televisi tidak ada dan jaringan listrik negara (PLN) belum menjangkau seluruh wilayah di Indonesia rasanya yang sering dilakukan oleh anak-anak kecil diwaktu pada malam hanya mendengarkan cerita dari kakek ataupun nenek mereka, dan kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi di waktu itu. Tujuan bercerita disitu adalah untuk menanamakan nilai moral yang ada dari cerita tersebut kepada anak cucu mereka sehingga diharapkan dapat menjadi sebuah inspirasi bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sungguh indah masa itu walaupun tidak ada televisi namun kehidupan anak-anak pada masa itu sangat senang menikmati masa kecilnya dimana mereka terus dipupuk dengan nilai agama dan tradisi yang ada di lingkungan mereka.

Nilai Moral dari Cerita Kancil dan Kura-Kura
Nilai Moral dari Cerita Kancil dan Kura-Kura 


Dibawah ini saya akan menyajikan sedikit cerita dari perlombaan lari antara kancil dan kura-kura dimana nilai moral yang ada dalam cerita tersebut dapat menjadi sebuah ispirasi buat kita dalam mengarungi hidup di masa sekarang.   

Disuatu tempat di dalam hutan dan jauh dari perkampungan, terlihalah seekor kancil yang sedang menuruni sebuah bukit. Ketika sedang asik-asiknya menuruni bukit tersebut, tiba-tiba terlintaslah sebuah benda yang seperti kelihatan mengelinding dengan cepat, melihat benda tersebut kancil merasa ingin tahu “kira-kira benda apa itu tadi yang melaju begitu cepat”. Kancil mencoba terus mengajar benda tersebut yang terus mengarah turun kebawah bukit. Ketika asik mengejar benda tersebut kancil dikejutkan oleh sekumpulan suara binatang yang berada di samping kencil ”horee kancil kalah, horee kancil kalah”. Rupanya sekelompok binatang tadi mengira jika kancil sedang mengadakan lomba lari dengan binatang yang sedang dikejarnya tersebut. Kancil tidak menghiraukan celotehan mereka dia terus mengejar benda tersebut hingga sampai di bawah bukit. 

Begitu kancil tiba di bawah bukit tersebut, dia menyaksikan seokor kura-kura yang sedang merangkak. “Eh ternyata kamu ya yang beguling-guling tadi?” Tanya kancil. “Iya kebiasaan saya jika menuruni bukit lebih suka mengulingkan diri supaya cepat tiba di bawah” jawab kura-kura. Ketika mereka sedang asik berbicara tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sekumpulan binatang tadi “haaaa haaa haaa rupanya kancil lomba lari dengan kura-kura ya, masak kancil bisa kalah” kata salah satu dari kawanan binatang tersebut. Kancil langsung membalas, “siapa yang belomba saya hanya mengejar saja tadi karena saya penasaran dengan benda yang memgelinding dengan cepat tersebut” ucap kancil. “Masak, pokoknya kami gak percaya” kata binatang lain tersebut. Mendengar ucapan tersebut sang kancil jadi terpancing rasa keegoannya, sehingga mengucapkan kata “jika kalian gak percaya coba suruh kura-kura bertanding lari dengan aku” kata kancil. Mendengar kata tersebut sekumpulan binatang tadi mengajak kura-kura untuk menerima tantangan kancil, kura-kura menyetujui ajakan tersebut. Tak lama kemudian kancil membuat sketsa arena perlombaan tersebut, dan perlobaan akan diadakan besok hari.

Setelah waktu yang disepakati tiba, kancil dan kura-kura mengikuti perlombaan, kancil berlari dengan cepat sehingga menyebabkan kura-kura jauh tertinggal dibelakang. Melihat kura-kura tidak kunjung kelihatan dibelakangnya, kancil berpikir dalam hatinya, “ngapain saya harus lari dengan cepat mending saya istirahat dulu untuk melepaskan penat”. Kemudian kancil beritirahat dibawah pohon, karena dinginnya suasana di bawah pohon ditambah lagi dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat kancil mengantuk dan tertidur pulas. Kura-kura terus belari dengan lambatnya hingga akhirnya mencapai garis finish. Sekumpulan binatang yang mendapati kura-kura memenangi pertandingan jadi curiga apa yang terjadi pada sang kancil sehingga tidak mencapai finish. Mereka mencari dimana posisi kancil berada. Setelah melakukan pencarian yang relatif lama akhirnya mereka mendapati sang kancil sedang tertidur pulas. Melihat hal tersebut mereka membangunkan sang kancil dan memberitahukan jika kura-kura sudah memenangi perlombaan lari. Mendengar hal tersebut sang kancil tidak terima dan mengatakan akan diadakan perlombaan ulang, sementara kura-kura tidak komentar apa-apa dan menyangggupi permohonan sang kancil. 

Besok harinya mereka berlomba lagi dan apa kali ini sang kancil memenangkan perlomabaan lari, dengan senangnya dia mengatakan “lihat dulu siapa pemenangnya, jelas-jelaslah sang kancil mana bisa kura-kura yang lemot itu kalahin saya ha ahahahaha” ucap sang kancil dengan sombongnya. Mendengar ucapan sang kancil yang begitu angkuh, kura-kura berkata, “ini kan masih satu sama kemarin saya yang menangin perlombaan hari ini kamu, jadi masih ada satu perlombaan lagi baru boleh kamu katakan kamu pemenangnya jika kamu bisa menangin pertandingan besok”. Sementara kawan binatang lain mengiyakan ucapan kura-kura. Tiba-tiba sang kancil berkata “oke saya terima tantangan kamu”. Kemudian kura-kura malanjutkan ucapanya, “untuk pertandingan besok pagi saya yang akan menentukan arena perlombaan, kamu cuma mengikuti apa yang saya katakan”. Setelah menetukan arena pertandingan maka mereka pergi meninggalkan tempat tersebut, pulang ketempat tinggal masing-masing. 

Ke-esokan harinya pertandinganpun dimulai, sang kacil berlari dengan cepatnya untuk mengejar garis finish, namun ketika tiba di tengah perlombaan antara garis finish dan garis start, kancil harus menghentikan larinya karena ada sungai didepanya, kancil tidak mampu berbuat apa-apa dia hanya terpaku disitu karena dia tidak bisa berenang, dan lama-kelamaan terlihatlah kura-kura datang menghampiri sang kancil dan berkata, “kenapa bengong disitu gak mau mencapai garis finih ya, ya udah kalau begitu, saya duluan ya” ucap kura-kura sambil berenang melewati sungai dan tak lama kemudian sang kura-kura menang, sedangkan sang kancil langsung pulang kerumahnya karena merasa tertipu oleh kepicikan kura-kura untuk mengimbangan kesombangan dirinya. 

Nilai moral

Kalau kita memiliki kepandaian jangan pernah terlena dengan hanya merasa cukup dengan apa yang kita miliki, akan tetapi teruslah berusaha untuk memperbanyak lagi pengetahuan kita sehingga pola pikir kita jadi semakin luas, dan tidak pernah mengukur kepandaian kita dengan orang lain
Kita sebagai manusia ada kalanya memiliki daya tangkap yang tinggi dan pandai, terkadang kita sering memandang rendah pada orang yang memiliki kemampuan yang rendah. Tapi cobalah untuk lebih giat lagi, sehingga kita tidak pernah mengukur apa yang kita ketahui dengan apa yang orang lain tidak ketahui. Disamping itu jika kita terus giat mengasah semua potensi yang ada pada diri kita, kedepan kita pasti akan memiliki apa yang kita cita-citakan.  
Kemampuan yang kita miliki mungkin tidak pernah sempurna, karena selaku manusia kita hanya akan memiliki sebuah keahlian saja, jadi tetap fokus pada keahlian apa kita miliki disamping juga mengunakan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Misalnya kita hanya bisa membuat program komputer, tetapi kita tidak akan bisa memperbaiki mobil kita yang rusak dirumah sehingga kita akan membutuhkan batuan dari ahli mekanik perbengkelan. 

   



terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon