Wednesday, August 19, 2009

Dilema Dunia Pendidikan Kita

Bila kita menyikapi kemajuan pendidikan di aceh dari tahun-ketahun mungkin kita akan merasa sedikit senang dan sedikit merasa tersinggung. Kita merasa sedikit senang karena lulusan anak SMA diaceh tiap tahun terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi kita merasa tersinggung karena anak yang lulus ujian masuk perguruan tinggi tahun ini lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya meskipun tingkat kelulusan tahun lalu lebih rendah dari pada tahun ini tetapi persentase untuk lulus Perguruan tinggi lebih tinggi dari tahun ini.

Dilema Dunia Pendidikan Kita
Dilema Dunia Pendidikan Kita

Jadi satu pertanyaan besar yang ternggiang di hati kita kok bisa jumlah yang lulus perguruan tinggi lebih rendah tahun ini dibandingkan tahun lalu padahal tingkat kelulusan SMA tahun ini lebih besar persentasinya dibandingkan tahun lalu. Jelas disini menimbulkan seribu tanda tanya, dugaannya tentu akan mengarah kepada sistem pengelolaan pendidikan baik di daerah tingkat I ataupun tingkat dua. Ironis memang jika kita melihat hal ini kita merasa sedikit malu dengan daerah lain yang persentase kelulusannya rendah tetapi tingkat kelulusannya keperguruan tinggi lebih tinggi dari pada kita. Jadi disini siapa yang harus disalahkan. Tetapi kita tidak perlu mencari siapa yang harus disalahkan dan dibenarkan.

Bila kita mengamati proses jalannya Ujian Nasional dengan jeli mungkin kita akan dapat menemukan jawaban dari ini semua. Tidak heran lagi selama ini kita mengamati anak aceh yang ikut UN merasa tidak takut dan gundah bahkan mereka kita temui lagi santai dengan teman mereka dimalam Ujian Nasional berlangsung. Jadi kalau kita melihat fenomena ini mungkin akan tersisa sedikit pertanyaan dengan kejanggalan ini seperti apakah mereka memang udah siap untuk ikut UN besok atau mereka memang gak mau tau sama sekali dengan ujian tersebut.
jadi kalau kita mau menelusuri ini semua mungkin kita tidak akan mudah mendapat jawaban dari pertanyaan ini, karena siswa dan guru akan memilih diam ketika kita menanyakan hal ini. Tetapi kalau saja ada terjadi kecurangan ketika UN berlangsung dimana guru akan berjuang mati-matian untuk meluluskan siswanya mungkin ini akan menjadi suatu bumerang yang sangat besar terhadap pendidikan kita, ini akan menjadi tahap awal dimana harga diri guru akan terhina di mata siswa-siswanya. Memang hal ini tidak berdampak langsung pada waktu itu juga, akan tetapi lama kelamaan harga diri guru akan rendah dimata siswa, karena tiap lulusan yang telah mengikuti UN akan memberitahukan pada adek-adeknya yang akan UN jika guru akan membantu mereka nanti waktu UN. Jadi disini anak-anak akan merasa tidak perlu lagi belajar dan akan sering bolos sehingga apa yang diajarkan guru tidak ada yang dipelari kembali dirumah. Mudah mudahan saja hal seperti ini tidak terjadi selama ini sehingga guru tetap menjadi figure yang mulia di masyarakat dan siwa-siswanya.

Jadi untuk menemukan jawaban dari kejanggalan ini ada baiknya Pemda Aceh mengadakan satu penelitian pendidikan (educational research) untuk mendapatkan jawaban dari ini semua. Tetapai penelitian ini harus melibatkankan paling tidak 50% sekolah yang ada di aceh dan penelitian ini harus independent sehingga hasil yang didapatkan lebih optimal. Data yang didapatkan dari semua sample harus benar dengan menekankan jika penelitian ini bukan untuk mencari kesalahan akan tetapi lebih menitik beratkan pada peningkatan mutu pendidikan dan juga sebagai masukan bagi pemeritah dalam menjalankan sistem pendidikan kedepan.

Alasan saya kenapa penelitian ini diperlukan karena sangat tidak mungkin masuk logika jika sekolah yang tidak ada guru kimia dan bahasa ingris memperoleh nilai yang sangat bagus pada hasil UN. Ini bukan omong kosong tetapi begitulah realita yang ada sekarang.
Catatan kecil dari saya ini bukan bermaksud menyalahkan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan tetapi hanya menitik beratkan pada perbaikan sistim saja, sebab kalau hal ini tidak mendapat perhatian kusus dari pihak terkait apa yang akan kita lakukan untuk aceh kedepan? Akan dikemanakan mereka semua? Sebab mereka adalah generasi kita kedepan untuk mengisi setiap posisi sentral di aceh dalam menjalankan roda pemerintah.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon