Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Peringatan Maulid merupakan salah salah peringatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, dimana orang islam pada hari tersebut mengadakan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti berselawat kepada nabi Muhahammad Saw disamping juga ada yang mengadakan ceramah agama mengenai sejarah dan kelahiran nabi Muhammad Saw tersebut. Kegiatan maulid ini terus berlangsung samapai dengan sekarang bahkan kegiatan dari acara kegiatan tersebut juga berbeda beda terganttung kebiasaan masyarakat di tempat mereka masing masing namun tetap dengan memiliki tujuan yang sama yaitu memuliakan hari kelahiran rasulullah Saw. Bahkan di negara kita sendiri di Indonesia hari kelahiran nabi besar Muhammad Saw ini ditentukan sabagai hari libur Nasional.

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Jika kita telusuru kebelakang, Kegiatan maulid ini memang tidak pernah diadakan pada masa nabi Muhammad Saw masih hidup bahkan tidak pernah juga diadakan pada masa sahabat khulafaurrasyidin. Makanya sebagian ulama ada yang ber beda pendapat tentang kegiatan Maulid ini sebagai mengatakan jika Maulid ini termasuk dalam katagori bid’ah, namun jumhur ulama mengatakan jika maulid termasuk dalam bid’ah hasanah, yaitu kegiatan yang tidak pernah dilakukan pada masa rasulullah namun memberikan nilai kebaikan dari kegiatan tersebut karena kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan kita kepada rasulullah disamping juga menanankan rasa cinta tersebut kepada anak cucu kita.

Menurut sejaran yang ada, acara Maulid pertama kali diadakan pada masa pemerintahan Sultan Shalahuddin Al-Ayubi atau dikenal juga dengan nama Saladin bagi kalangan barat. Pada masa tersebut kekuatan orang islam sudah sangat melemah bahkan semakin diperangi oleh kaum salibis eropa, memang secara politis umat Islam terpecah-belah pada masa itu dan terbagi dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun pada saat itu ada satu khalifah yaitu Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun kekhalifahan ini hanya sebagai lambang persatuan spiritual saja. 


Melihat kenyataan tersebut dimana kekuatan orang islam semangkin tercerai berai maka Sultan Salahuddin Al –Ayubi memutuskan untuk mengadakan Maulid pertama kalinya dengan tujuan untuk menggalang kembali kekuatan dikalangan umat islam dalam memerangi kaum Salibis dari Eropa. Dimana pada saat itu tepatnya Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Kakalahan ini disebabkan karena pada saat itu kekuatan umat islam sudah mulai melemah karena pada jiwa mereka sudah memudar nlai nilai keislamannya bahkan kehidupan merekapun sudah mulai jauh dari sunah sunnah rasulullah. Tujuan untuk mengalang kembali kekuatana umat islam ini merupakan tujuan utama  diadakannya peringatan maulid nabi besar muhammad saw oleh Sultan Salahuddin Al-Ayubi tersebut. adapun posisi atupun jabatan sultan al ayyubi pada saat itu boleh dikatakan setingkat seorang gubernur dari Bani Abbasiah.

Pada saat pertama kali sultan Aalahuddin Al-Ayubi mengadakan cara maulid nabi tersebut, Baliau Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju dengan usulan beliau. Maka Tepatnya pada pada bulan zulhijjah 579H yaitu bertepatan dengan musim ibadah haji, sebagai penguasa haji penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) sultan salahuddin al-Ayyubi memberikan kabar kapada kepada seluruh jemaah haji yang hadir unttuk memberitakan kepada masyarakat jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera mensosialkan kepada seluruh umat islam diseluruh dunia, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tepatnya pada tanggal 12 Rabiul-Awal akan diperingati sebagai hari kelahiran (Maulid) Nabi dengan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kecintaan umat kepada baginda rasulullah Saw. Untuk menjalankan kegitan mualid tersebut, Sultan Salahuddin Al-Alyubi mengadakan sayembara bagi semua orang islam dalam pemerintahan baliau untuk menuliskan riwayat dan shalawat kepada nabi Muhammad saw, dan bagi 10 orang yang terpilih akan mendapatkan hadiah yang telah dipersiapkan oleh sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Acara perayaan Maulid yang pertama kalinya tepatnya pada tahun 1184 (580 H) dihadiri oleh banyak kalangan bahkan juga termasuk dari kalangan ulama ulama terkenal yang ada pada saat itu. Setelah sultan dan para tim yang ditentukan untuk menyeleksi hasil karangan dari berbagai kalangan tersebut kemudian mereka menentukan yang terbaik dari 10 karangan risalah dan selawat tersebut maka pemenang yang terbaik jatuh pada Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji.

sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi nabi Muhammad saw. Kemudian sultan Sahuddin Al-Ayubi meminta kepada mereka mereka yang sudah terpilih untuk membacakan selawat yang telah mereka tuliskan pada puncak hari kegiatan Maulid selama sepuluh hari sepuluh malam dengan dihadiri oleh semua kaum muslimin baik dari kalangan raknyat ataupun para tentara kerajaaan.

Sebagai hasil dari peristiwa pelaksanaan acara maulid nabi besar Muhammad Saw yang pertama ini, semua raknyat dan tentara yang hadir merasakan kembali hadirnya sosok rasulullah Muhammad Saw ditengah tengah mereka sehingga atas dasar rasa kecintaan pada baliau itu semangat mereka kembali berkobar kobar untuk berberang melawan kauam salibis sehingga pasukan sultan Salahuddin Al-Ayubi tersebut mampu mengalahakan pasukan salibis yang menyerang orang islam. Akhirnya Sultan Salahuddin mampu menggalang kekuatan dikalngan kaum muslimi, dan tepatnya pada tahun 1187 (583 H) kota Yerusalem dapat dikuasai kembali oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa (kaum salibis), dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai dengan sekarang ini.

0 Response to "Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw"

Post a Comment

terimakasih telah berkomentar