Showing posts with label OPINI. Show all posts
Showing posts with label OPINI. Show all posts

Monday, December 5, 2016

Pentingnya Menanamkan Karakter Islami Kepada Anak-anak Kita.

Pentingnya Menanamkan Karakter Islami Kepada Anak-anak Kita. Sebelum membahas lebih jauh mengenai karakter islam ada baiknya terlebih dahulu kita memahami apa itu karakater. Secara kebahasaan, katarakter dapat di artikan  tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Jadi secara lebih sederhana dapat kita maknai karkater adalah sikap atau cara seseorang berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, dimana karakter ini mencakupi pola dan gaya hidup seseorang baik dalam berperilaku maupun dalam bertutur sapa. Seseorang akan bernilai dan berharga dimata masyarakat dikarenakan budi dan kesantunanan bahasanya. 
Pentingnya Menanamkan Karakter Islami Kepada Anak-anak Kita
Pentingnya Menanamkan Karakter Islami 

Jadi dari definisi ringkas di atas dapat kita maknai jika karakteristik islami adalah tata cara ataupun pola hidup seseorang yang selalau menjalankan nilai-nilai/hukum islam dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap, berperilaku ataupun dalam berbahasa. Dewasa ini kita sering mengamati jika nilai karakter islami sudah sangat pudar pada masyarakat kita sehingga sudah tidak asing lagi kita menyaksikan berbagai kejahatan yang terus terjadi di dalam kehidupan masyarakat kita sekarang. Dimana kita menyaksikan berbagai macam kejahatan seksual, kejahatan fisik masih terus berlangsung seolah-olah sudah tidak sanggup dibendung lagi dengan aturan aturan yang diterapkan baik oleh pemerintah maupun oleh lembaga adat yang ada di masyarakat. Di sisi lain pudarnya nilai nilai karakter islami ternyata tidak hanya merambah kehidupan masyarakat kecil saja, akan tetapi sudah merambah sampai kepada pejabat dan petinggi-petinggi negara dimana sebagian dari mereka sudah tidak sedikitpun lagi peduli dengan penderitaan rakyat kecil malah jangankan peduli mereka sebagian lebih suka memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi baik secara jamaah ataupun secara pribadi dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Mengapa semua itu bisa terjadi apakah atauran hukum yang telah ditentukan sudah tidak dapat menjadi ancaman lagi buat mereka untuk mencegah dari semua perilaku kejahatan tersebut, mungkin secara sekilas anda sendiri dapat menjawab sendiri dari pertanyaan diatas. 

Namun secara lebih mendalam jika kita merenungi lebih jauh maka kita dapat menemukan jawaban jika semua itu terjadi karena sudah kurangnya penerapan karater islami yang tertanam pada diri meraka, mereka sudah tidak lagi peduli dengan penderitaan orang lain, karena bagi mereka dunia ini adalah segala-galanya. Ancaman akan adanya hari akhirat mungkin hanya dimaknai sebagai sebuah patamorgana ataupun sebuah prediksi saja. Nilai-nilai islami sudah tidak menjadi patokan bagi mereka sebagai penuntun jalan kehidupan mereka. jika sudah demikian siapa yang mau disalahkan, apakah sistem, lingkungan ataupun keluarga dimana kita tahu jika ketiga faktor ini punya andil besar dalam membentuk karakter seseorang. Apakah kita akan terus membiarkan hal tersebut berlangsung secara terus menerus sampai kepada anak cucu kita kelak, siapa yang akan mampu menjawab pertanyaan anak cucu kita jika mereka bertanya apakah pola hidup sekarang memang sudah terbentuk dari dulunya seperti ini.

Jadi untuk menghentikan itu semua, ada baiknya mulai dari sekarang marilah kita tingkatkan penanaman nilai-nilai islami kepada anak-anak kita karena mereka semua adalah generasi penerus kehidupan untuk masa berikutnya. Sudah saatnya kita mulai menanamkan kembali nilai islami pada diri kita sendiri karena untuk menanamkan nilai karakter islami kepada ana-anak kita, kita tidak hanya cukup dengan mengajari mereka saja akan tetapi diperlukan sebuah contoh bagi mereka supaya mereka lebih memahami dan  memiliki nilai-nilai karakter tersebut. Jadi selaku orang tua mereka, kita tidak boleh hanya memaksakan kehendak kepada mereka sementara kita sendiri masih sangat jauh dari nilai-nilai karekater islami tersebut, itu sama halnya dengan serang dokter yang menjalaskan bahaya dari merokok kepada pasiennya sementara dia sendiri merokok di depan pasiennya, jangankan si pasien percaya malah sipasien yang akan langsung bertanya kepada dokter tersebut “klau tahu bahaya kenapa dokter masih merokok jangan-jangan buat nakutin kami aja ya he he he”. 

Sebenarnya sebagai orang tua kita adalah cerminan dari sebuah contoh perilaku bagi anak-anak kita, bukan malah menjadi bumerang buat mereka dengan menanamkan sikap-sikap yang jauh dari nilai-nilai dan tuntuanan islami. Karena kita tahu jika Allah akan meminta pertanggung jawaban kelak nantinya di hari akhir terhadap apa yang sudah kita lakukan dan berikan pada keluarga kita. satu hal yang harus di camkan, Jangan pernah berharap untuk dapat mencipatkan sebuah perubahan pada anak-anak kita sementara kita sendiri tidak pernah mau berubah.

Saturday, December 3, 2016

Pentingnya Memahami Konsep Kesadaran Dalam Kehidupan

Memahami Konsep Kesadaran. Secara sederhana kesadaran bisa diartikan sebagai sebuah dorongan dari dalam jiwa kita berupa rasa kepekaaan terhadap sesuatu yang didasari dari pencerminanan hati. Jika kita selami lebih jauh lagi konsep kesadaran ini pada intinya merupakan hasil dari penyatuan antara hati dengan otak terhadap kebenaran yang sebenarnya. Memang jika melihat dari segi arti kesadaran secara sepintas, maka maknanya mungkin hanya biasa-biasa saja. 
Pentingnya Memahami Sebuah Konsep Kesadaran
Memahami Konsep Kesadaran

Tetapi jika kita mau menyalaminya lebih dalam lagi tentang apa itu maknan yang sesungguh dari sebuah arti kesadaran maka kita akan tahu sendiri jika sesungguhnya makna dari kata kesadaran itu mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa bahkan bisa menyebabkan perubahan yang luar biasa pada diri seseorang baik dalam kehidupan beragama, bernegara, bermasyarakat maupun dalam dalam kehidupan berkeluarga. Jadi pertanyaan yang akan timbul timbul di benak kita adalah bagaimana bisa kesadaran itu memiliki sebuah kekuatan yang begitu besar pada perubahan diri seseorang?. Jawabanya mungkin sangat jelas jika kesadaran itu pada hakikatnya dapat melebihi dari kepandaian yang dimiliki oleh seorang manusia karena kesadaran itu merupakan sebuah dorongan pada seoerang yang dilatar belakangi oleh sebuah pemahaman terhadap perkara tertentu. 
Makanya saya jabarkan jika kesadaran itu melebihi dari kepandaai manusia. Disamping itu boleh juga dikatakan jika kesadaran itu merupakan hasil dari sebuah refleksi terhadap apa yang telah dipahami oleh seseorang yang boleh jadi memiliki hubungan dengan cara berperilaku (tanduk kita sehari-hari), cara hidup, cara menghambakan diri kepada sang khalik ataupun cara penerapan sebuah konsep tertentu yang sejalan dengan hati nurani. Logikanya begini kita tahu jika banyak sekali para ahli hukum yang paham dengan penerapan hukum yang telah ditentukan, malah hukum tersebut di permainkan dengan seenaknya, jadi boleh jadi orang seperti ini telah memiliki ilmu yang tinggi dalam bidang hukum tertentu namun tidak memiliki kesadaran untuk menerapkannya dengan benar seperti yang diharapkan oleh hukum tersebut. Inilah contoh yang mendasar mengapa kedudukan kesadaran itu lebih tinggi dari penguasaan ilmu.

Secara lebih jauh lagi sebenarnya kesadaran itu merupakan kata hati terhadap salah satu kebenaran yang datang dari logika yang sehat, akan tetapi cendrung diabaikan karena tingginya sikap ego seseorang untuk mengakui rasa sadar yang timbul didalam diri masing-masing. Bak kata bijak mengatakan jika hati yang dimiliki seseorang itu tidak dapat di bohongi akan tetapi rasa egolah (hawa nafsu) yang malah dapat menengelamkan sinar kebenaran yang datang dalam hati seseorang dimana sinar kebenaranya tersebut sebenarnya merupakan rahasia sang khaliq yang bertahta di hati kita masing-masing.  

Contoh lain yang lebih sederhana yang sering kita amati dalam kehidupan sehari-hari adalah perilaku orang merokok. Apakah mereka para perokok tersebut tidak tahu akan bahaya yang terkandung dari rerokok, pada hal sebagian  besar dari perokok itu juga termasuk dokter yang sangat paham dengan ilmu kesehatan dan jenis penyakit yang dapat ditimbulkan dari merokok tersebu. Lantas kalau mereka tahu mengapa mereka tetap juga merokok? Jawabanya adalah karena sebagian besar dari mereka belum memiliki sebuah kesadaran untuk mencegah bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh rokok pada diri mereka (belum sadar). Lantas melihat penomena ini, pakah kita bisa mengkatagorikan jika mereka para perokok itu tidak paham akan bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh rokok, tentu saja jawabanya tidak demikian.

Akibat dari kurangnya memiliki sikap kesadaran pada diri kita dewasa ini, maka pantaslah banyak sekali kita menyaksikan sebagian dari para wakil kita yang tidak sedikitpun berpihak kepada raknyat, dan para hakim yang tidak berpihak pada orang tertidas. Sebenarnya kejadian diatas tersebut tidak perlu terjadi kalau saja semua wakil dan pemimpim kita mempunyai kesadaran tentang apa fungsi dia dan apa yang akan dia lakukan berkenanan dengan tugas yang di embankan oleh raknyat kepadanya. Tetapi kayaknya akhir-akhir ini kita melihat jika konsep kesadaran itu sudah mulai agak jauh dari dalam kehidupan sehari-hari dalam negara kita, padahal klau kita sadari labih lauh sebenarnya kesadaran itu juga yang membedakan antara manusia dan binatang, sebab hanya manusia saja yang dibekali kesadaran ini yang direfleksikan melaui hati oleh sang pencipta. Klau kondisinya sudah seperti ini, apa lagi yang bisa kita banggakan selaku makluk yang paling mulia di muka bumi ini, subhanallah Sebenarnya konsep kesadaran itu tidak akan mudah datang dengan sendirinya dalam kehidupan kita, karena kesadaran ini mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan perilaku kita sehari-hari, dimana apa dan bagaimana kita akan terefleksi dengan sendirinya dibawah pengendalian hati kita masing-masing. 

Contohnya lain koruptor tentu paham korupsi itu tidak baik dan berdosa, tetapi mengapa dia tetap melakukanya? Jadi jawabanya karena perbuataanya itu telah membutakan hatinya untuk melihat kebenaran sehingga rasa kesadranya telah hilang dari hatinya. Jadi marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing seberapa besarkah kita memiliki rasa kesadaran tesebut? Itulah contoh kecil saja yang dapat saya berikan, contoh lebih jauh dapat anda pahami sendiri. 

Melhat situasi yang seperti yang saya gambarkan di atas, siapa yang harus disalahkan apakah keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat ataupun sistem yang tidak jelas, dimana kita tahu keempat hal yang saya sebutkan tersebut memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk pola kehidupan yang sudah demikian suram sekarang ini. Maka untuk itu mulaikanlah menanamkan sikap jujur untuk tidak berbohong pada diri kita masing dengan dengan peningkatan nilai keimanan pada diri kita masing-masing. Disamping itu lakukanlah refleksi tentang hakikat dari kehidupan di dunia ini, karena dengan adanya sikap refleksi pada diri kita masing-masing, saya yakin konsep kesadaran yang dimulai pada diri pribadi masing-masing akan mampu membuahkan hasil dalam mendorong tumbuhnya rasa kesadaran nasional yang akan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju tanpa dipenuhi oleh kebohongan yang nyata-nyata akan diminta pertanggung jawaban kelak nantinya di yaumil mahsyar.

Sunday, November 6, 2016

PENTINGNYA MEMAHAMI KONSEP AQIDAH DALAM ISLAM

PENTINGNYA MEMAHAMI KONSEP AQIDAH DALAM ISLAM. Apa itu aqidah, dan mengapa aqidah itu menjadi landasan utama bagi seorang mukmin. Sebelum membahas itu semua, terlebih dahulu saya akan menjelaskan makna aqidah sebagai pijakan dasar dalam menjabarkan pemahaman yang lebih jauh. Dalam agama islam, Aqidah adalah dasar konsep ilmu ketuhanan (Iman) kapada tuhan yang satu (Allah). Konsep iman dalam islam adalah tunggal/satu dan tidak beranak dan diperanakkan. Semua utusanNya adalah nabi dan rasul yang merupakan pembawa risalah dari Allah sebagai pegangan manusia untuk keselamatan dunia dan akhirat. 

Pentingnya Memahami Konsep Aqidah dalam Islam
Konsep Aqidah dalam Islam
Jadi konsep ke imanan dalam islam sudah sangat jelas dan ini merupakan pondasi dasar yang tidak boleh dicampur dengan konsep pemikiran apapun yang bertentangan dengan konsep ketuhanan tersebut. Sebagia umat islam kita diwajibkan mempelajari sifat-sifat Allah sebagai dasar untuk mengenal Allah. Sifat-sifat tersebut terdiri dari dua puluh sifat yang wajib dan dua puluh sifat yang mustahil bagi Allah, dan satu sifat yang harus bagi Allah. Walaupun ada sebagian Ulama berpendapat sifat Allah itu ada tiga belas, dan itu tidak perlu diperdebatkan karena dua puluh dan tiga belas memiliki kontek penfsiran yang sama.
Dalam kontek islam, aqidah/iman adalah dasar utama yang harus diyakini oleh umat islam, karena meluruskan aqidah itu jauh lebih utama dari ibadah itu sendiri, sebab jika kita beribadah dengan tidak memiliki pemahaman yang mendalam dalam aqidah, amalan itu sama saja sia-sia. 

Dewasa ini banyak sekali orang yang berpemahaman salah dalam menafsirkan kontek aqidah, seolah-olah akidah itu bersifat hanya sebuah kepercayaan terhadap ke-esaan Allah, sehingga uacapan dan tindakan mereka tidak mecerminkan dari nilai Aqidah tersebut. Contohnya ketika ada sebagian orang tertentu, dimana mereka menyatakan orang beriman kepada Allah akan tetapi mereka masih percaya dengan tahayul, benda benda keramat dan lain sebagainya. Mempercayai benda lain memiliki kelebihan merupakan salah satu sifat yang menyekutukan Allah dengan yang baharu, dan itu sangat dilarang dalam islam. Sebab ketika kita menyakini suatu benda memiliki ke kuatan maka kita telah menafikan jika Allah adalah tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatu, dan semua ciptaannya adalah baharu. 

Disamping contoh yang diatas, masih banyak lagi kita melihat jika ada sebagian orang islam yang malah menyalahkan islam itu sendiri, seperti mereka mengaggap jika pembelajaran/kajian agama itu dapat meningkatkan semangat orang menjadi teroris, ataupun mereka kurang senang dengan orang-orang yang menganjurkan kaum perempuan untuk menggunakan jilbab. Alasan mereka bisa beragam seperti masalah jilbab itu hak pribadi, atau masalah agama itu tidak boleh dipaksakan dengan tujuan untuk memperkuat kebebasan kepada kaum perempuan dengan latar belakangan gender, pada hal dalam kontek keimanan bahwasanya mencegah kemungkarang dengan kekuatan dan tindakan adalah hal yang uatama dan yang paling lemah adalah cukup hanya dengan benci didalam hati saja. Dan masih banyak kasus lainnya, seperti yang paling hangat sekarang ini masalah isu Ahok, banyak sekali orang islam yang membela ucapan Ahok dengan menggunakan tafsir kata Ahok sesuka mereka dengan tujuan untuk membela/membenarkan Ahok, sebenarnya jika kita memaknakan kata Ahok dengan tidak bermasud mempolitisinya sama sekali walaupun menggunakan kata “memakai”, maka boleh dikatakan Ahok itu salah karena tetapi menyebut ayat Al-quran digunakan sebagi alat untuk membohongi. Tetapi disini saya tidak bermaksud menghakimi Ahok, disini saya hanya memberikan gambaran saja tentang bagaimana sebenarnya kontek Aqidah dalam islam. Aqidah dalam islam itu tidak hanya mencakupi kepercayaan tentang keesaan Allah saja, akan tetapi mecakupi juga aspek perbuatan dan bicara kita yang membenarkan akan Keesaan Allah, Nabi dan Rasul-Nya, dan membenarkan ajaran-ajaran yang telah disampaikan melalui perantaraan Rasul-Nya. Jadi disini bermakna, apapun yang kita bicarakan dan lakukan mesti harus melihat dari konteks aqidah jangan berkoar sesuka hati dengan menafikan nilai-nilai Aqidah yang malah dapat membuat kita menjadi seorang musyrik dan keluar dari agama islam, hanya sekadar untuk mencari sensi atau kepentingan tertentu yang hanya bersifat semu dan semetara ini. 

Banyaklah berbenah diri, dalam mengapilkasi nilai-nilai Ketauhidan kita kepada Allah sebagai Nilai Iman kita Kepada Allah. Bertaubatlah kepada Allah jika kita ada melakukan tindaka-tindakan yang melecehkan Nilai-Nilai Aqidah kita kepada Allah. Ingat masih ada akhirat setelah menjalani kehidupan ini, dimana kita akan diminta pertanggung jawaban dari apa yang kita lakukan selama kita hidup didunia ini. Pada hari itu kita tidak bisa berkata apa-apa karena semua anggota tubuh kita akan menjadi saksi yang tidak bisa kontrol sesuai dengan apa yang kita ingin persaksikan, akan tetapi anggota tubuh kita akan bersaksi dengan sebenarnya tanpa ada rekayasa sama sekali, dan hari itu merupakan hari penghakiman yang sangat adil sehingga kita tidak bisa terbebas jika kita benar bersalah kepada Allah. sekian saja kupasan singkat ini, semoga ada manfaatnya bagi kita semua, mari dalami kembali konsep Aqidah yang benar dalam islam jangan sampai kita menyesali di kemudian hari
wassalam  


    

Tuesday, November 1, 2016

KONSEP PENDIDIKAN DAYAH TERPADU


KONSEP PENDIDIKAN DAYAH TERPADU. Dewasa ini banyak sekali orang tua merasa resah dan gerah dengan melihat pola kehidupan anak-anak mereka yang begitu terpengaruh dengan keadaan yang ada disekitar mereka. Tak jarang para orang tua mencoba memikirkan jenis pendidikan yang cocok untuk anak-anak mereka supaya mereka bisa menjadi anak yang baik dan patuh dengan aturan yang ada, baik aturan agama ataupun adat istiadat yang ada. Keresahan tersebut tak lain karena dewasa ini begitu banyaknya faktor yang merubah pola prilaku anak anak mereka kearah yang yang negatif (baik pengaruh sarana media ataupun lingkungan mereka). 

Konsep Pendidikan Dayah Terpadu
Konsep Pendidikan Dayah Terpadu
Kita lihat bagaimana degradasi moral melanda hampir setiap anak bangsa di seluruh tanah air yang dari hari ke hari semakin meprihatinkan. Bahkan Menteri pendidikan yang sekarang malah ingin menerapkan pendidikan sehari penuh dengan tujuan untuk menanamkan atau meningkatkan pembelajaran moral dengan kata lain peningkatan pembelajaran karakter.

Disini saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran mengenai sistem pembelajaran di Dayah Terpadu sebagai alternatif lain untuk memperbaiki akhlaq/ moral peserta didik secara islami sebagai penerus bangsa kedepan. 
Sebelum menggambarkan konsep pendidikan di Dayah Terpadu (Pesantren), terlebih dahulu saya akan menjelaskan sedikit gambaran mengenai dayah dan terpadu. Dayah dikalangan masyarakat Aceh merupakan tempat belajar ilmu Agama yang mencakupi ilmu Fiqih, Tafsir, Nahu Saraf, Alquran Hadits, Tasawuf,Tauhid Manteq dan lain sebagainya. Bentuk penyajian meteri pembelajarannya adalah dengan menggunakan kitab dari tingkatan dasar sampai ketingkatan yang lebih tinggi dengan menggunakan massa yang tidak terbatas, dengan tujuan mencetak kader ulama di masyarakat.   

Sedangkan terpadu merupakan sistem pembelajaran yang menggunakan konsep keterpaduan antara belajar pendidikan agama islam  dan pendidikan umum (sekolah).  Boleh dikatakan jika konsep terpadu merupakan sistem pendidikan yang mewajibkan peserta didik untuk mempelajari ilmu agama kepada anak sekolah, alias medidik anak sekolah untuk paham dan tahu mengenai ilmu agama islam. Jadi di Dayah Terpadu terdapat pembelajaran ilmu agama dan ilmu pendidikan umum (sekolah). Dayah Terpadu biasanya membagi waktu antara proses pembelajaran sekolah dan dayah (pesantren). Proses pembelajarannya adalah kalau sistem pendidikan umum (sekolah), berlangsung di pagi hari, sedangkan Dayah berlangsung dari sore hari, malam hari dan di waktu subuh.

Secara umum konsep pendidikan di Dayah terpadu ini hampir sama dengan di pesatren moderen yang ada, namun perbedaanya disini mungkin hanya dari pembelajaran dayahnya saja, dimana kesemuaan guru dayahnya adalah alumni dayah tradisonal yang telah dapat mengajari kitab Mahali atau lainya. 
Adapun disiplin ilmu yang dipelajari untuk katagori pembelajaran dayah adalah umumnya sama dengan yang digunakan di dayah-dayah tradisional yang ada di Aceh. Namun berbeda hanya dari segi keluasan, jumlah dan tingkatan kitab yang digunakan, karena di dayah tradisional Pendidikan agamanya lebih tinggi dan lebih luas. Contonya untuk katagori ilmu fiqih, tingakatan kitab yang digunakan hanya pada tingkatan kitab I’anatutalibin atau bisa jadi lebih rendah lagi hanya sebatas kitab Al-Bajuri. Sedangkan untuk katagori pendidikan umum (sekolah), itu sama dengan pelajaran umum yang ada disekolah sekolah lain. Untuk tingkat sekolah biasanya terdiri dari tingkat SMP/MTs dan SMA/MA. 

Yang menjadi perbedaan dasar dari Dayah Terpadu dengan skolah lain pada umumnya adalah, sistem pembelajarannya, khusus untuk pelajaran Dayah mereka diasuh langsung oleh Tengku/ustad yang sudah mendapatkan pendidikan di dayah tradisional dan pembelajarannya berlangsung sama dengan di dayah lain, dengan menggunakan Balai sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan (pengajian). Sedangkan untuk sistem pendidikan sekolah mereka juga mengunakan sistem yang sama dengan sekolah lain pada umumnya, diasuh oleh guru yang telah memiliki ijazah pendidikan S1 dan berlangsung didalam kelas. Disamping itu, peserta didik diasramakan secara khusus, mereka juga melakukan berbagai kegiatan tertentu seperti pembacaan dalail Khairat, Al-Barzanzi, Muhadharah dan berbagai kegiatan agama lainnya.

Jadi sistem pendidikan di Dayah Terpadu ini rasanya sangat cocok untuk menjawab tantangan saat ini dimana sebagian moral anak didik sudah barada pada tahap kritis. Cuma kendalanya jika ingin menerapkan sistem pembelajaran yang demikian adalah mungkin hanya pada pengadaan sarana asrama untuk peserta didik saja. Namun jika sistem sekolah ini diterapkan untuk semua jenjang pendidikan SMP dan SMA, saya sangat yakin jika hasil yang diharapkan akan jauh lebih bagus dari hasil wacana sekolah satu hari yang sedang dihembuskan sekarang ini. Mengapa saya berasumsi demikian karena saya melihat sendiri dari hasil yang telah diperolah disalah satu Dayah Terpadu yang ada di aceh, dimana perilaku akhlak lulusanya boleh dikatakan agak jauh lebih baik dibadingkan dengan lulusan sekolah umum lainya yang sederajat. 
  



Sunday, October 23, 2016

ISLAM TERPURUK KARENA KESALAH PAHAMAN TERHADAP KONSEP ISLAM


ISLAM TERPURUK KARENA KESALAH PAHAMAN TERHADAP KONSEP ISLAM. Dewasa ini berbagai totonan tentang kekejaman orang-orang teroris tengah dipertontonkan di berbagai media, baik media cetak ataupun media elekrtonik. Bahkan ada yang mempertontonkan video tersebut hanya untuk misi-misi tertentu, seperti di beberapa tahun lalu di philipina, video eksekusi seorang tentara philipina oleh kelompok Abu Sayyaf dipertontonkan secara luas dengan berulang-ulang yang bertujuan supaya anak-anak philipina bisa memahami bagaimana kelakuaan orang Islam yang sesungguhnya. Ini sebenarnya cukup berbahaya mengingat anak-anak yang belum bisa memahami hal yang sesunggunhnya akan tertanam pada dirinya sikap sikap kebencian pada islam karena mengganggap orang Islam kejam dan suka membunuh. Sebenarnya hal-hal seperti ini bukan hanya terjadi di Philipina, tetapi jauh sebelumnya orang-orang yang tidak seang dengan islam dan baik kelompok ataupon negara tertentu, sudah berhasil merubah opini penduduk dunia dengan memberikan label-lebel tertentu kepada orang islam. 


KESALAH PAHAMAN TERHADAP KONSEP ISLAM
ISLAM RAHMATALLI'ALAMIN
Label-label yang paling sukses mereka buat adalah label terorisme, bahkan dengan tanpa sadar label ini juga berlaku dinegara-negara yang manyoritas penduduknya islam, seperti Indonesia. Kita mungkin terlalu latah dengan apa yang dibuat oleh merieka, sehingga dengan alasan terorisme kita telah melakukan tindakan semena-mena terhadap penduduk kita yang sama-sama beragama islam. Lihatlah bagaimana Densus 88 ketika melakukan Razia ditempat-tempat tertentu Kita mungkin tidak sadar siapakah yang disebut terorisme oleh mereka? Mungkin saat ini hanya segelintir orang islam yang sering mengadakan bom bunuh diri untuk membunuh orang-orang asing. Tetapi pernahkah kita berfikir jika suatu saat nanti terorisme akan diarahkan pada semua orang yang beragama islam. Mungkin anda tidak menerima opini saya ini, tapi marilah kita liat gambaran sementara yang terjadi dimasyarakat dimana setiap orang yang berjenggot sudah dicurigai sebagai teroris, lucunya lagi yang mencurigai itu kita sendiri sebagai sesama orang islam, kemudian dinegara kita sudah mulai ada orang yang mau melarang pemakaian cadar, ya bisa saja suatu hari nanti siapa saja yang mengadakan kajian islam di mesjid atau tempat tempat tertentu di cap juga sebagi teroris, kalau sudah begini sama saja mencap orang islam itu semua teroris, sehingga cara mereka menghancurkan islam berhasil. Sebab jikalau kajian-kajian ilmu agama sudah dilarang itu pertanda islam hanya akan menjadi symbol saja di kemudian hari nanti. 

Disini saya tidak berburuk sangka atau menabur kebencian terhadap orang-orang non-muslim, tetapi saya hanya menyampaikan jika ada sekompok orang-orang tertentu yang sudah teroganisir yang sangat menghendaki menghancurkan islam dengan cara meng otak-atik pemIkiran orang islam itu sendiri. Sebenarnya kita selaku orang islam juga merasa tidak terima dengan berbagai hujatan dan tuduhan kepada islam, padahal kejahatan tersebut  hanya dilakukan oleh segelintir orang islam yang mempunyai persepsi salah terhadap ajaran islam. Apakah ini bukan merupakan sebuah sindiran terhadap islam jika dulu kita sering mengartikan islam "pembawa Rahmat" tetapi sekarang secara tidak langsung kita juga telah menerima julukan yang diberikan dengan tidak langsung islam sebagai "pembawa laknat". Jadi coba kita tanya sendiri apakah islam yang katanya rahmattan lill'alamin ini membolehkan kita melakukan hal-hal pembunuhan tersebut. Jadi sebenarnya kelompok-kelompok yang suka melakukan bunuh diri tersebut mungkin belum juga bisa memahami islam secara sempurna. okey saja kalau dengan alasan jihat, tetapi apakah jihad itu mesti mengorbankan orang kita sendiri dimana untuk membunuh satu orang yang bersebrangan dengan kita harus mengorbankan orang kita yang jauh lebih banyak jumlahnya dari pada korban dipihak mereka, atau kenapa jihad tersebut dilakukan di Indonesia karena kalau anda memang mau jihat jihatlah di sana di timur tenggah seperti afganistan, irak dll, yang nyata-nytanya sedang perang antara islam dan antek-antek pihak tertentu. Atau malah anda ini kelompok yang memang di buat oleh kelompok tertentu untuk menjatuhkan harga diri orang islam sendiri. Ya terserahlah siapa anda yang jelas bagi saya hanya seorang yang menghina dan menjelekkan islam dengan faham sesat anda karena dengan sikap anda malah membuat persepsi non muslim jika islam sebagai agama yang menganjurkan kekerasan. Dan juga anda berhasil mengelubui orang iaslam lain yang mempunya ikadah yang dangkal untuk anda gunakan sebagai tumbal anda. Kenapa bukan Nurdi M Top saja yang menjadi pelaku bom bunuh diri, apakah dia terlalu takut untuk itu, atau jangan-jangan dia sendiri tahu jika dengan bom bunuh diri itu belum tentu mereka dapat syurga sehingga dia malah menyuruh orang lain dengan memperdayakan mereka dengan cerita-cerita yang tidak masuk akal. Dan terakhir marilah kita berusaha bersama-sama untuk memerangi kelompok ini, dengan tujuan menyelamatkan harga diri islam sebagai agama yang penuh keselamatan kasih dan sayang. Jangan biarkan segelintir kelompok yang menamakan dirinya islam malah membuat islam menjadi hilang harga dirinya dimata dunia bahkan dikalangan orang islam sendiri. Karena dengan semangat kebersamaan kita, kita yakin bisa mengalahkan teroris yang sebenarnya yaitu orang-orang yang tidak senang dengan perkembangan islam dewasa ini, karena merekalah sebenarnya yang menebarkan kejahatan di bumi dengan menghancurkan Irak, Afganistan dan palestina. Tetapi untuk melakukan ini kita perlu persatuan yang erat diantara semua orang islam yang ada didunia, bukan dengan cara membuat teror baik antara sesama islam seperti di timur tengah atau dengan bom bunuh diri yang malah membuat islam semakin lemah dan terpuruk dan mohon maaf jika ini bersebrangan dengan anda tetapi saya hanya terenyuh dengan kejadian-kejadian selama ini yang terjadi baik di indonesia atupun tempat lain.


Monday, February 22, 2010

kONSEP BHINEKA TUNGGAL IKA DAN LAKUMDINUKUM WALIADIN


Sebagaimanan Kita ketahui bahwa Dalam konsep agama islam sebenarnya banyak sekali konsep untuk saling menghormati/mehargai antara yang berlainan teruma dalam hal beragama, bukan hanya yang tercetus dalam ayat ‘lakukumdinukum waliadin’. Tetapi disini saya hanya sedikit mengomentari sedikit banyak kelemahan yang ada dalam konsep kebhineka tungal ika seandainya kita memaknainya tanpa berpegang dengan tenguh dengan konsep keyakinan kita. Sebab se-andaain jika kita hanya sekedar melihat konsep ini secara sekilas saja maka secara tidak langsung itu akan menjadi kelemahan orang islam dalam mengaplikasi segala macam hukum islam dlam bahtera kehidupan di negeri ini.
Bhineka Tunggal Ika dan Konsep Lakum Dinikum waliadin
Konsep Bhineka Tunggal Ika
Mengapa disini saya beranggapan demikian? Ini semua didasarkan atas banyaknya konsep kebersamaan dalam ajaran agama islam yang kebanyakan salah dipahami oleh orang islam itu sendiri apalagi lagi non islam, dimana sebahagian memandang seolah-olah kosep kebersamaan yang terdapat dalam ajaran islam itu tidak sangat bagus jika kita membandingkannya dengan konseppemahaman bhineka tunggal ika. Maaf posisi disini saya bukan untuk bermaksud menyalahkan konsep bhineka tunggal ika, tetapi saya disini hanya ingin menekankan kepada para kaum muslimin untuk lebih memahami konsep keberagaman yang terkadung dalam ajaran islam itu sebagai fundamen dasar untuk memahami dan menerapkan konsep bhineka tunggal ika. Toh jika jika sebagain besar umat islam masih banyak yang mengabaikan konsep keberagaman dalam ajaran islam dan lebih mengutamakan konsep kebhinekaaan ini akan menjadi batu lonjatan untuk menyalahkan berbagai ajaran islama yang dianggap sebagai sbuah kebudayaan islam versi orang arabab yang ada di inidonesia.

begini lohikanya, jika kita lihat keberagaman budaya dari sabang sampai meurauke, jadi hampir tidak ada konsep budaya bangsa kita yang mengunakan pakaian baju koko, dan berbusana muslimmuslinah seperti yang dianjurkan islam , sehingga boleh jadi suatu masa nanti orang-orang yang anti dengan konsep ajaran islam akan menghembuskan jika penggunaan pakaian koko bagi pria dan pakaian kebaya dan jilbab bagi muslimah yang merupakan budaya entitas arab dan harus kita berantas bersama, dengan alasan kalau kita masih menggunakan pakaian tersebut dalam kehidupan kita berarti itu menunjukkan jika kita masih di-jajah oleh bangsa arab (negara arab). Sungguh lucu memang kenapa bisa ada opini yang demikian untuk memudarkan panji-panji islam yang seharusnya kita terapkan sebagai bentuk keoatuhan kita selaku orang islam kepada rabbi. Klau hal pemikiran yang demikian terjadi, apakah ini tidak akan menyebabkan jika suatu hari nanti generasi islam dikemudian hari akan beropini/berpikiran jika agama itu cuman sebatas budaya. Kalau memang pernyataan saya ini agak sedikit berlebihan menurut anda, maka coba buktikan sendiri berapa banyak pemuda-pemudi islam yang betuk-betuk memahami dan menjalankan ajaran islam dengan benar sesuai dengan tuntunananya di zaman sekarang? Jawablah dengan jujur

Sekali lagi posisi saya disini bukan untuk menyalahkan konsep bhineka tunggal ika, tetapi ini semua diilhami dari gambaran kehidupan orang-orang islam sekarang yang terlalu bebas dalam memaknai konsep kebersamaan dan toleransi, sehingga menyebabkan sebagian orang islam yang kurang memiliki pemahaman/pengetahuan tentang islam akan mudah tejerumus dan tergelincir dengan sendirinya kadalam kosep kebersamaan dimana akan membenarkan semua agama untuk diikuti. Selain itu jika kita melihat banyak sekali orang sekarang dikalngan islam sendiri yang menentang tentang proses pelaksanaan syaraiat islam di Aceh dengan membawa isu HAM, gender dan juga membawa alasan jika indonesia bukan negara agama akan tetapi ini negara pancasila. padahal mereka sendiri tidak memahami gabaimanan bagaimana konsep HAM dan gender yang ada dalam ajaran agama islam. Bahkan yang lebih lucu lagi mereka sendiri menafikan sekarah aceh tenatnag apa yang pernah diraih oleh aceh pada massa menerapkan konsep syariat islam sebagai undang-undang pemerintahan yang sah di aceh ketika itu, apakah mereka tidak tahu jika di Aceh pada masa tersebut pernah diperintah oleh beberapa sultanah, dan untuk dipahami saja salah seorang panglima angkatan lautnya yang bepangkat laksamana adalah seoarang perempuan. jadi alasan apa yang mendasari pemikiran mereka tersbut untuk menyudutkan islam dengan mengatakan jika penerapan syariat islam di Aceh akan menghambat gender, dan konsep gender yang bagaimana sih yang akan mereka maksudkan? Apakah gender yang membolehkan semua wanita digunakan sebagai alat untuk menjual produk [sebagai penarik iklan dari suatu product]? Mereka sebenarnya tidak sadar jika mereka sendirilah yang telah melanggar konsep-konsep kebhinekaan tunggal ika karena telah memprotes proses pelaksanaan syariat di Aceh, jadi apakah karana penerapan syariat islam di Aceh jadi Aceh dianggap bukan bagian dari indonesia [budaya orang arab] sehingga mereka bisa memprotesnya dengan anggapan menyalahi aturan bhineka tunggal ika? Hahaha

Inilah sebenarnya yang menjadi dasar dari penulisan saya ini, dengan mengajak semua orang islam untuk lebih memahami kosep islam dengan sempurna sebagai dasar fondasi untuk mengaplikasikan kosep kebhinekaan kita, sehingga kita tetap akan memaknai dan mengaplikasikan kosep bhineka tunggal ika tersebut sesuai seperti apa yang di inginkan oleh pendirinya yang hampir kesemuaannya dari mereka adalah orang islam.


Saturday, September 5, 2009

SEBUAH RENUNGAN DARI SISTEM PENDIDIKAN KITA




Pendidikan secara singkat boleh diartikan sebagai sebuah proses perubahan individu dari tidak tau menjadi tau dengan melibatkan pendidik dan meteri tertentu. Kalau kita melihat definisi pendidikan menurut John Dewey, pendidikan adalah suatu proses untuk memperbaharui makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi didalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang dewasa, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini tentu akan melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang dewasa dan kelompok dimana dia hidup.
KELEMAHAN SISTEM PENDIDIKAN KITA
SISTEM PENDIDIKAN KITA

namun apa yang kita lihat dengan sistem manajemen dari pendidikan kita sekarang dimana sistem pendidikan kita hanya berfokus pada nilai tertinggi yang diperolah siswa semata dan sedikitpun tidak melihat potensi-potensi tertentu yang dimiliki oleh peserta didik. Apakah ini jenis pendidikan yang kita inginkan? Pernah anda berpikir untuk menyekolahkan anak anda hanya untuk mendapatkan nilai 9 kemudian menjadi pengangangura pada akhirnya, ini sama saja dengan menyekolahkan anak yang mendapat nilai 5 toh akhirnya menjadi orang sukses dengan sendirinya dengan tidak sama sekali dipengaruhi oleh imu yang dibekali disekolah sebelumnya.

Jadi apa yang dapat kita lihat disini adalah pendidikan kita belum mampu menciptakan orang kreative dalam jumlah keseluruhan dengan tidak mengandalkan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik tetapi hanya terfokus pada pemaksaan materi tertentu sehingga kebebasan anak unutk meluahkan idenya jadi terkendala. Disini perlu diperhatikan sebernaya apa sih tujuan kita untuk sekolah. Sekolah yang merupakan sebagai sarana dan tempat mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang akan membuat kita menjadi tahu dan memilki potensi yang bagus dari sebelumnya, dan bisa melakukan hal-hal inovasi-inovasi baru dengan profesional. Tidak sekedar membina dan mendidik para siswanya untuk siap dalam menghadapi Ujian Nasional. Walau kita akui sebenarnya kurikulum KTSP itu udah sangat bagus bahkan lebih maju selangkah jika dibandingkan dengan kuirkulum KBSR/KBSM yang ada di Malaysia yang bersifat sentralisi, dimana KTSP ini sangat menunjang aspek-aspek dan potensi-potensi yang ada didaerah. Cuman sayang banyak sekali guru kita yang belum memahami makna dasar dari KTSP tersebut sehingga mereka salah dalam mengflikasinya dalam proses belajar mengajar. Kesalah pahaman ini mungkin karena kita sebenarnya belum siap 100% untuk menerapkan KTSP, jadi mendukung kesiapan ini kita menginginkan perhatian dari pemerintah untuk lebih serius dan lebih cerdas dalam memilih jenis sistem Pendidikan ini sebab kendala utama selain kemampuan guru yang masih kurang dalam memahami KTSP masih kurangnya sarana yang dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. Dari segi ini mungkin kita kalah jauh dengan Malaysia dimana negara serumpun kita ini memiliki sarana pendidkan yang sangat jauh lebih lumayan jika dibandingkan dengan negara kita. Jadi kita wajar saja jika banyak pengamat pendidikan kita yang mengatakan pendidikan kita jauh kalah dengan pendidikan malaysia, bagi saya itu tidak seratus persen benar, jika kita liat sistem kurikulum kita menang karena malaysia masih menerapkan kurikulm centralisasi, bahkan salah seorang staff di Kementrian malaysia di Putra Jaya dengan tidak sengaja pernah mengakui pada penulis jika sistem rancangan kurikulum di negara mereka sebenarnya masih banyak terinspirasi dari kurikulum indonesia.
Jadi apa yang kita perlukan kedepana supaya pendidikan kita berhasil, pemeritah kita harus fokus terhadap semua system dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung proses pambalajaran kita. Minimal kita memilki semua prasanan yang dimilki oleh negara yang telah menerapkan kurkulum descentralisasi seperti kita. Jangan memaksakan suatu system yang baru dari pendidikan kita, sementara sarana dan prasarana belum diperbaharui. Masih banyak gedung sekolah-sekolah kita yang masih tidak layak untik dihuni. Masih banyak para pengajar kita dimana sebahagian dari mereka yang sore harinya menjadi seorang pemulung, dan malam harinya menjadi tukang objek untuk mencukupi semua kebutuhan hidup keluarga mereka masing-masing. Kalau hal ini masih terjadi bagaimana seorang Guru bisa lebih berkonsentrasi pada apa yang akan disampaikan/diajarkan pada esok harinya pada siswa mereka sementara malamnya dia tidak sempat melakukan persiapan apapun gara-gara harus ngojek untuk mencari biaya hidup. System pendidikan nasional kita sekarang ini masih mengedepankan pada proses pencapaian yang berbasis nilai bukan pada kemampuan keterampilan dan competency yang dimiliki siswa jikapun ada itu hanya untuk sekedar mengisi format penilaian saja. Sehingga kita tidak perlu bertanya dan bingung mengapa masih banyak sekali sarjana yang masih nganggur, peserta olimpiade fisika yang tidak bisa lulus Ujian Nasional dan banyak lagi hal-hal yang menggelikan dari sistem pendidikan ini.

Jadi untuk itu guru kita harus dibekali dengan pola pemahaman intelegensi yang bagus jangan hanya dengan mengunakan test saja ketika mengukur intelegensi anak didik supaya setiap keterampilan dan competency yang dimiliki siswa bisa tercurahkan sepenuhnya. jadi guru kita mesti arus membaca yang banyak mengenai terapan ilmu-ilmu yang ditemukan sekarang serti Ilmu Pedagogi, psikologi dan Teori multiple intelligences merupakan teori yang digunakan untuk mengukur intelegensi seseorang dengan mengunakan beberapa aspek tingkat intelegensi yang berbeda. Disini penulis juga ingin membahas mengenai konsep intelegensi karena masih banyak asumsi yang salah mengenai hal ini, Seperti yang di gambarkan oleh Gardner, objective test tidak akan cukup untuk mewakili tingkat intelegensi seseorang. Dimana sisitem ini sangat sering dilakukan di tempat kita ketika melekukan test masuk sekolah yang bagus. Gardner menyarankan bahwa setiap individu memiliki tingkat intelegensi yang bebeda,, dan hanya sedikit saja yang boleh diukur intelegensinya dengan mengunakan IQ test.

Adapun sembilan aspek/jenis tingkat intelegensi mecakupi:
1.        Linguistict intelligence (verbal skill dan bakat yang berhubungan dengan suara, erti dan rhytme).
2.      Logik- Mathematical intelligence (konseptual. Dan logical thinking skill)
3.      Musician intelligence (bakat dan kemampuan yang berhubungan dengan suara, rytme, dan arena.
4.      Spatial intelligence (kemapuan berpikir dengan gambar dan mengamati yang abstrak)
5.      Bodily-kinesthetic intelligence (skill untuk mengontrol gerak badan)
6.      Interpersonal intelligence (kepedulian/merespon orang lain)
7.       Interpersonal intelligence ( tingkatan kesedaran dan pemehaman diri yang tingi)
8.      Naturalist intelegence ( kemampuan untuk mengenang, mengatagorikan, dan menginteraksikan dengan alam dunia)
9.      Existential intelligence (kemampuan untuk memahami petanyaan yang berhububungan dengan keberlanjutan manusia)
jelas sekali jika teori ini sangat berpengaruh dengan pengajaran, karena pengajaran merupakan perencanaan ururutan peristiwa yang sistematis yang mengunakan ide-ide komunikasi, konsep, atau skill yang di sampaikan kepada pelajar. Pegajaran memerlukan pemahaman pembelajaran dan pemahaman individu, faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keadaan siswa. setiap pendidik mempunyai cara pengajaran tersesendiri, cognitif, dan dominan intelligence. Didasarkan pada aspek tadi guru juga dibedakan cara pengajarannya sendiri. Pemehaman yang sama tehadap teori pemebalajaran, aspek kognitif, dan intelelligence akan meningkatkan pemahaman dan peningkatan cara mengajara. Jadi disini jelas sekali jika intelligence sangat berkaitan erat dengan pengajaran sebab dengan adanya pemahaman terhadap teori intelligence kita boleh memahami siswa baik dari segi tingka lakunya, bakat dan kemampuan yang dimilki siswa.

jadi mungkin dengan adanya sedikit pemahaman ini dan didukung oleh KTSP dan sarana yang ada saya yakin pendidikan kita akan bagus kedepan dan mungkin tingkat penganguran dinegara kita akan berkurang dengan sendirinya, karena lulusan yang dibekali oleh sekolah dan university sedikit tidaknya udah bisa mendiri dengan mengunakan potensi yang dimilikinya.
Wallahu’alam





Sunday, August 30, 2009

GAMBARAN DARI KERAJAAN ACEH TEMPO DULU

Sayed Dahlan Al-Habsyi lahir di Panton Labu Aceh, 15 Juni 1944. Beliau adalah seorang seni rupa (pelukis) senior yang telah lama mendedikasikan ilmunya dilembaran kanvas sejarah seni rupa Aceh yang kaya akan kebudayaan. tujuan beliauadalah ingin mengembangkan dan melestarikan Budaya Seni Rupa Aceh patut diacungkan jempol. Sejak tahun 1962 , ia menekuni dunia cerganis di bawah bimbingan Komikus Teguan Harjo dan beberapa cerganis lainnya di Medan.
GAMBARAN KERAJAAN ACEH TEMPO DULU
KERAJAAN ACEH TEMPO DULU
Ia pun telah menekuni dunia senirupa dan telah mengikuti event Pameran berskala Nasional yang diselenggarakan di Sumatra dan Jawa. Agar tidak melupakan regenerasi, beliau mempersembahkan ilmunya untuk anak bangsa dengan mendidik mereka melalui Sanggar Seni Rupa Sayed Art saat menetap di Kota Lhokseumawe pada tahun 1969-2003.

Mungkin banyak kita yang bertanya mengenai hasil lukisan beliau di atas kanvas, apa benar aceh seperti itu dulu? Sebenarnya pertanyaan ini tidak perlu di ucapkan karena kegemilangan Aceh dulu jauh lebih hebat dari yang terlukis dalam kanvas tersebut. Kita tau Kerajaan Aceh tempo dulu termasuk dalam salah satu dari lima kerajaan besar dunia, jadi boleh dikatankatan tidak perlu diragukan lagi hasil lukisan gambar tersebut minimal sudah ada mendekati gambaran aslinya.
Kalau saya sendiri malah cendrung bertanya tentang kemampuan bapak sayed Dahlan dalam melukis karya seni yang begitu penuh dengan muatan sejarah, dan nasionalisme ini. Kerana saya yakin lukisan ini bukan lahir dengan sendirinya tetapi lukisan ini merupakan hasli dari berbagai referensi yang beliau baca baik dari buku-buku dari eropah dan dalam negri seperti kaya Dennys Lombard, bustanussalaten ataupun dari cerita-cerita raknyat yang turun menurun di aceh. Ini merupakan karya yang luar biasa karena beliau mempu berfantasi alias berputualang kezaman dimana beliau belum ada, ini beliau lakukan lewat referensi yang saya sebutkan tadi dan dengan di motivasi oleh rasa keacehan dan rasa cintanya terhadap aceh kebudayaan.

Jadi yang perlu kita amati sekarang kenapa kita bisa melupakan suatu sjarah yang begitu gemilang yang pernah diraih oleh pendahulu alias Indatu kita, sehingga kita sedikitpun tidak termotivasi untuk bisa meraih lebih dari yang pernah mereka raih sebelumnya.

Sejarah kegemilangan aceh itu sudah berlalu, tinggal kita saja yang masih tersisa untuk terus berkarya seperti mereka setidaknya setara dengan apa yang telah mereka raih dulu. Ini sebenarnya merupakan tugas pokok raknyat aceh dan pemerintah aceh sekarang untuk terus membenah diri supaya aceh lebih bagus dan bermartabat dimata dunia. Tapi meliat gelagat pembangunan aceh yang terus didera korupsi, kolusi dan napotisme rasanya sangat tidak mungkin meraih apa yang telah pernah mereka raih sebelumnya. Apakah kita tidak malu melakukan korupsi, kolusi dan napotisme kepada pendahulu kita dimana mereka tidak pernah mewarisi sigat ini sebelumnya. Atau kita memang tidak pernah lagi terpikir untuk mensejahterakan aceh karena kita mengannggap apa yang kita raih baik dari posisi dan jabatan merupakan hasil karya kita sehingga kita seenaknya melakukan penyelewenga kekayaan negara untuk memperkaya diri. Mungkin tulisan saya ini sedikit menyinggung pajabat pemerintah, tapi ini sebenarnya saya tidak sedikitpun punya tujua seperti itu. Ini semua terinpirasi dari karya Bapak Sayyaed Dahlan Al-Hasby.
Terakhir saya mohon maaf pada Bapak sayed karena telah mengapload hasil beliau tanpa izin, tapi apa yang saya lakukan pak hanya ingin menyampaikan pada teman-teman supaya mereka tahu bagimana sih persisnya gambaran Aceh tempoe dolue. mungkin lewat pemeparan ini ada sedkikit gambaran yang mereka peroleh walaupaun jauh dari kebenaran 100% dari aslinya minimal sekitar 70% karya bapak tersebut sudah menjadi dasar yang kuat untuk melihat bagaimana sekilas gambaran kerajaan Aceh darussalam Tempo dulu. sekian dan terimakasih

Wednesday, August 19, 2009

MEMAKNAI SEBUAH KEMEREKAAN

Merdeka, merdeka, merdeka, mungkin kata-kata ini tengah menghiasi dari tadi pagi sampai sekarang diseluruh indonesia. Sebab pada hari ini tepatnya 17 agustus 2009 genap sudah bangsa tercinta ini berunsia 64 tahun. Berbagai lagu kemerdekaan dinyanyikan untuk memeriahkan hari ulang tahun Kemerdekaan ini dari sabang sampai meurauke seperti salah satu bait berikut

Kemerdekaan Indonesia
Memaknai Hari Kemerdekaan
[Tujuh belas Agustus tahun Empat Lima]
[itulah hari kemerdekaan kita]
[hari merdeka nusa dan bangsa]
[hari lahirnya bangsa indonesia]
[merdeka sekali merdeka tetap merdeka]

Ungkapan bait terakhir itu jelas-jelas mempunyaI makna yang sangat dalam dimana rasa kemerdekaan itu sangat Dirasakan oleh bangsa ini, akan tetapi apakah kemerdekaan itu sudah kita rasakan secara menyeluruh? sekilas sih iya kita telah merdeka dari sabang sampai merauke dari penjajahan, setidaknya kekejaman belanda dengan sistim kerja paksa itu tidak kita rasakan lagi. Tapi apakah cuma itu yang bisa kita maknai dari kata merdeka? Apakah perjuangan pahlawah kita seperti Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Pahlawan Dipongoro dan masih sangat banyak lagi yang tidak akan mungkin saya sebutkan satu persatu, cuman untuk memerdekakan kita dari penjajahan? Jawabanya tentu tidak karena mereka yang dulu berjuang itu bukan hanya memerdekakan raknyatnya dari penjajahan, tetapi mereka juga berjuang untuk memerdekakan raknyatnya dari kebodohan dan kemiskinan yang dibuat Belanda. Tentu anda masih ingat dengan kelicikan yang dilakukan oleh Teuku Umar terhadap belanda dimana beliau menyerah dan bekerjasama dengan belanda hanya untuk mencuri perlengkapan perang belanda dan pelengakapan ini beliau gunakan untuk melawan belanda, disini jelas terlihat jika beliau juga menanamkan pentingnya perpikir kritis untuk mencapai target tertentu walaupun mesti apa yang beliau lakukan bersebrangan dengan mujahidin Aceh kala itu.

Jadi kalau kita melihat makna yang menyeluruh dari hakikat kemerdekaan sebenarnya memiliki makna yang sangat luas, seperti merdeka dari kebodohan, kemiskinan, bebas dari rasa takut, dan bebas bergerak tanpa dipengaruhi oleh orang luar. Nah kalau kita melihat makna kemerdekaan dalam konteks ini mungkin sekilas tergambar kita belum sepenuhnya merdeka karena masih banyak sekali orang-orang yang ada dinegara kita yang berada dibawah garis kemiskinan, dan masih ada sebagian orang kita yang belum bisa mengenyam pendidikan tinggi disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan sehingga mereka harus berhenti melanjutkan pendidikannya. padahal banyak diantaran anak bangsa tersebut yang memiliki otak cemerlang tetapi karena keadaan yang tidak memihak kepada mereka, mereka terpaksa harus berhenti untuk melanjutkan pendidikan. Kita masih ingat dengan salah satu aktor yang paling cerdas dalam flm laskar pelangi yang bernama Lintang dimana dia harus berhenti sekolah karena harus memikul beban yang seharusnya belum berhak dia pikul, disini banyak orang kagum dan marah melihat nasib yang menimpa lintang padahal mereka lupa masih banyak Lintang lain yang sekarang masih ada dinegara kita, kenapa kita hanya bisa menangisi nasib lintang yang ada di laskar pelangi sementara lintang yang masih ada disekitar kita, kita tertawakan? Apakah ini bukan sebuah sandiwara yang sedang kita lakonkan? Sebenarnya saya tidak menyalahkan siapa-siapa yang jelas disini tergambar jika pendidikan dinegara kita hanya diperuntukkan buat orang yang ekonominya menengah keatas saja sehingga kita berpikir wajar saja jika ada anak yang pustus sekolah karena himpitan ekonomi meskipun sebenarnya hak mendapatkan pendidikan itu bukan hanya untuk orang kaya saja.

Sebenarnya jikalau saja kita memahami dan mengimplemantasi konsep kehidupan islam yang telah diajarkan nabi Muhammad SAW mungkin saya sangat yakin jika permasalahan pendidikan ini akan terselesaikan dengan sendirinya. Kita tau dalam islam ada ajaran untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin, dimana dalam islam ada diwajibkan berzakat dan bersedekah. Jika kedua hal ini masih berjalan sesuai aturan islam rasanya sangat mungkin jika kita mampu mengurangi beban-beban yang di tanggung oleh lintang-lintang yang masih ada di negara ini sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas kemerdekaan yang diberikan Nya.

Disamping itu pemerintah jangan hanya berharap dari zakat dan sedekah saja, tetapi pemerintah harus bisa memanfaatkan moment ini dengan memberikan perhatian kusus dalam pendidikan, dimana setiap pemempin harus benar-benar memikirkan raknyatnya dan memperoritaskan keperluan negara dan raknyat lebih diutamakan dalam segala hal sehingga apa yang kita cita-citakan berhasil dan pendidikan kita bisa meningkat di mata dunia dan mampu bersaing dengan negara maju untuk menciptakan anak bangsa yang handal dan trampil. saya berkeyakin dengan adanya kerjasama yang baik diantara pemerintah dan masyarakat dalam memelihara pendidikan seperti yang saya gambarkan tadi insyaalah kejayaan negeri ini akan kita raih bersama.

Memang selama ini gejala perbaikan sudah mulai menggeliat seperti banyaknya pemimpin kelas teras di negeri ini yang dijerat oleh KPK karena terkait persoalan korupsi dan semoga kedepan perbaikan seperti ini akan selalu mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung adanya perbaikan dalam segala bidang didalam pemerintah kita.

Jadi dengan semangat Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 64 ini semoga pemerintah kita dibawah kepemimpinan SBY bisa lebih mampu dan lebih bijak dalam menangani berbagai permasalah yang ada dinegara kita sehingga jiwa kemerdekaan itu bukan saja hanya sekedar bebas dari penjajahan tetapi juga mencakup dalam segala aspek persoalan kehidupan yang ada sekarang ini, sehingga Negara Indonesia tercinta bisa lebih bermartabat dan diperhitungkan dalam setiap kebijakan dunia.


DILEMA DUNIA PENDIDIKAN KITA

Bila kita menyikapi kemajuan pendidikan di aceh dari tahun-ketahun mungkin kita akan merasa sedikit senang dan sedikit merasa tersinggung. Kita merasa sedikit senang karena lulusan anak SMA diaceh tiap tahun terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi kita merasa tersinggung karena anak yang lulus ujian masuk perguruan tinggi tahun ini lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya meskipun tingkat kelulusan tahun lalu lebih rendah dari pada tahun ini tetapi persentase untuk lulus Perguruan tinggi lebih tinggi dari tahun ini.
Dilema Dunia Pendidikan Kita
Dilema Dunia Pendidikan Kita

Jadi satu pertanyaan besar yang ternggiang di hati kita kok bisa jumlah yang lulus perguruan tinggi lebih rendah tahun ini dibandingkan tahun lalu padahal tingkat kelulusan SMA tahun ini lebih besar persentasinya dibandingkan tahun lalu. Jelas disini menimbulkan seribu tanda tanya, dugaannya tentu akan mengarah kepada sistem pengelolaan pendidikan baik di daerah tingkat I ataupun tingkat dua. Ironis memang jika kita melihat hal ini kita merasa sedikit malu dengan daerah lain yang persentase kelulusannya rendah tetapi tingkat kelulusannya keperguruan tinggi lebih tinggi dari pada kita. Jadi disini siapa yang harus disalahkan. Tetapi kita tidak perlu mencari siapa yang harus disalahkan dan dibenarkan.

Bila kita mengamati proses jalannya Ujian Nasional dengan jeli mungkin kita akan dapat menemukan jawaban dari ini semua. Tidak heran lagi selama ini kita mengamati anak aceh yang ikut UN merasa tidak takut dan gundah bahkan mereka kita temui lagi santai dengan teman mereka dimalam Ujian Nasional berlangsung. Jadi kalau kita melihat fenomena ini mungkin akan tersisa sedikit pertanyaan dengan kejanggalan ini seperti apakah mereka memang udah siap untuk ikut UN besok atau mereka memang gak mau tau sama sekali dengan ujian tersebut.
jadi kalau kita mau menelusuri ini semua mungkin kita tidak akan mudah mendapat jawaban dari pertanyaan ini, karena siswa dan guru akan memilih diam ketika kita menanyakan hal ini. Tetapi kalau saja ada terjadi kecurangan ketika UN berlangsung dimana guru akan berjuang mati-matian untuk meluluskan siswanya mungkin ini akan menjadi suatu bumerang yang sangat besar terhadap pendidikan kita, ini akan menjadi tahap awal dimana harga diri guru akan terhina di mata siswa-siswanya. Memang hal ini tidak berdampak langsung pada waktu itu juga, akan tetapi lama kelamaan harga diri guru akan rendah dimata siswa, karena tiap lulusan yang telah mengikuti UN akan memberitahukan pada adek-adeknya yang akan UN jika guru akan membantu mereka nanti waktu UN. Jadi disini anak-anak akan merasa tidak perlu lagi belajar dan akan sering bolos sehingga apa yang diajarkan guru tidak ada yang dipelari kembali dirumah. Mudah mudahan saja hal seperti ini tidak terjadi selama ini sehingga guru tetap menjadi figure yang mulia di masyarakat dan siwa-siswanya.

Jadi untuk menemukan jawaban dari kejanggalan ini ada baiknya Pemda Aceh mengadakan satu penelitian pendidikan (educational research) untuk mendapatkan jawaban dari ini semua. Tetapai penelitian ini harus melibatkankan paling tidak 50% sekolah yang ada di aceh dan penelitian ini harus independent sehingga hasil yang didapatkan lebih optimal. Data yang didapatkan dari semua sample harus benar dengan menekankan jika penelitian ini bukan untuk mencari kesalahan akan tetapi lebih menitik beratkan pada peningkatan mutu pendidikan dan juga sebagai masukan bagi pemeritah dalam menjalankan sistem pendidikan kedepan.

Alasan saya kenapa penelitian ini diperlukan karena sangat tidak mungkin masuk logika jika sekolah yang tidak ada guru kimia dan bahasa ingris memperoleh nilai yang sangat bagus pada hasil UN. Ini bukan omong kosong tetapi begitulah realita yang ada sekarang.
Catatan kecil dari saya ini bukan bermaksud menyalahkan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan tetapi hanya menitik beratkan pada perbaikan sistim saja, sebab kalau hal ini tidak mendapat perhatian kusus dari pihak terkait apa yang akan kita lakukan untuk aceh kedepan? Akan dikemanakan mereka semua? Sebab mereka adalah generasi kita kedepan untuk mengisi setiap posisi sentral di aceh dalam menjalankan roda pemerintah.


DILEMA PKA V

PKA merupakan ajang pertunjukan seni yang paling bergensi di daerah Aceh karena PKA merupakan moment yang sangat di tunggu oleh tiap-tiap daerah di Aceh untuk mempromosikan segala potensi-potensi seni yang dimiliki tiap daerah di tingkat provinsi, Nasional bahkan Dunia. dimana setiap daerah akan saling berpacu untuk menampilakan segala kekayaan seni yang dimiliki untuk menjadi yang terbaik dalam event ini. Namun apa yang terjadi di PKA V kali ini, ketika tim dari Aceh Selatan Walk out dari pementasan seni ini, pertanyaannya adalah siapa yang bertanggung jawab dengan kondisi ini, dan kenapa hal ini bisa terjadi?
Pekan Kebudyaan Aceh Tahun 2009
Pekan Kebudayaan Aceh

Jika kita sedikit mengulang kembali kejadian ini mungkin kita masih bisa menangkap asal permasalahan Aceh selatan walk out dari Aceh Selatan, disini saya tidak membenarkan jika wall out itu jalan terbaik meskipun saya notabenenya Anak Aceh Selatan. Akan tetapi apa yang ingin kita liat disini adalah rasa kebersamaan dan tanggung jawab Panitia PKA V itu terkesan tidak ada, ini bisa kita buktikan dengan peryataan orang nomor satu Aceh Selatan Husen Yusuf seprti yang dimuat serambi 2 hari lalu “kalau seandaian ada kata maaf dari Panitia PKA V mungkin keputusan yang kami ambil tidak akan seperti ini”.

Disini jelas sekali terlihat jika bupati Aceh Selatan masih menunjukan sikap cooperatifnya dengan pihak Provinsi sebagai panitia PKA V. namun sangat disayangkan pihak Panitia PKA malah kecolongan dalam menyingkapi hal ini dan terkesan cuek. Kita tau dengan predikat juara umum yang pernah daraih Aceh Selatan pada PKA IV lalu, dan rasanya sangat tidak hilang harga diri panitia PKA V ini untuk minta maaf dengan kesalahan yang terjadi saat kunjungan presiden batal ke Anjongan Aceh Selatan untuk menunjukan jiwa besarnya, tetapi apakah rasa jiwa besar ini telah hilang pada panitia PKA V ini khususnya dan pejabat Provinsi umumnya? Nah klau ini yang terjadi maka sangat jelas dengan PKA V ini telah terjadi sedikit pergeseran nilai dimana jiwa besar yangdulu sangat dimiliki oleh orang Aceh kini pupus adanya karena saling menjaga gengsi masing. Apakah sikap ini perlu dipertahankan? Apakah dengan walk outnya aceh selatan tidak membuat kesan yang kurang baik bagi pengunjung dari luar aceh dan luar negri? Apakah tidak muncul kesan jika panitia PKA kurang professional dalam menangapai masalah?

Sebenanya hal seperti ini tidak akan terjadi jika saja masing-masing pihak bisa mengedalikan diri dan mau duduk berdampingan untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi dengan mengedepankan sikap terbuka dan lapang dada yang telah tertanan pada diri kita masing-masing. Dan pemda aceh selatan seharusnya harus lebih bijak dalam menangapi ini semua karena masih banyak jalan yang harus ditempuh dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Apakah dengan hengkang dari PKA itu bisa membuat aceh selatan terhormat, kalau seandainya demikian saya sangat setuju dengan keputusan walk out nya aceh selatan dari PKA. Tetapi kita juga harus mencermati setiap sudut pandangan masyarakat karena masyarakat kita sudah sangat jeli dalam menangapi setiap permasalah yang ada. Okey sajalah seandainya sebagian masyarakat mendukung keputusan tersebut, bagaimana jika opini kebanyakan masyarakat itu tidak sependapat dengan kita apakah itu tidak mebuat gambaran aceh selatan semangkin buruk. Masyarakat Aceh selatan sebagai orang pesisir yang dikenal sebagai masyarakat yang tegar dalam mengahdapi segala rintangan malah berkecil hati dengan ketidak adilan yang dilakukan oleh panitia PKA. Apakah ini tidak terkesan kita masih kurang mengunakan kepala dingin dalam menghapi apa yang menimpa kita di arena PKA pada masyrakat aceh kususnya dan Indonesia umumnya?

Ajang pementasan seni ini sebernaya bukan saja moment untuk menampilkan seni yang ada di aceh, tetapi ajang ini juga merupakan cara memperkenalakan watak dan karakter masyarakat aceh yang sudah diwarisi oleh indatu kiat kepada para pengunjung luar, tetapi kesan yang terjadi malah kita telah menampakkan sikap yang kurang terpuji kepada orang luar dalam menyingkapai setiap permasalahn termasuk dengan kejadian hengkangnya team aceh selatan dari arena PKA.


Panitia PKA V yang merupakan penanggung jawab kesuksesan PKA V harus memberikan rasa nyaman kepada semua pihak dengan mengkalifikasi setiap permasalah yang muncul. Bukan malah memilih untuk diam. Klarifikasi dari Panitia Provinsi sebenanya sangat diperkukan pada saat kejadian itu terjadi, sehingga dapat mengecilkan masalah yang dihadapi. Dimana masyarakat ramai bisa memahami kejadian yang sebenanya tentang apa sebenarnya yang tejadi. Bungkamnya Panitia Provinsi untuk tidak memberikan klarifikasi yang jelas malah membuat sebagian orang berpikir ini disebabkan oleh karena kurangnya profesinalnya kinerja panitia PKA V. atau malah sebalinkya penyebab panitia tidak peduli dengan anjongan aceh selatan dikarenakan Panitia kesal dengan pengusiran Wakil Gubernur dari Anjongan Aceh Selatan?. Sebenanrnya kalau dikarena hal tersebut Panitia PKA V bungkam, itu merupakan satu kesalah besar. Kita bisa merasakan sendiri jika orang yang ada dianjongan aceh selatan mengusir wagub itu bukan bermaksud untuk menghinanya, cuman cara wagub saja yang sedikit terburu dan kurang cermat dengan situasi, dimana beliau datang pada waktu orang Aceh Selatan lagi marah besar dan karena tak tau harus ditumpahkan kemana akhirnya menumpahkannya pada wagub wagub memang telah berusah untuk memperbaikinya tetapi waktunya ja yang belum tepat seharusnya beliau harus tunggu sampai suasan dingin sehingga semua orang bisa menaggapinya dengan kepala dingin. jadi apa yang ingin diharapkan disini adalah kedepan jangan terulang lagi hal seperti ini, sehingga kesan aceh itu kompak dan bersatu itu benar adanya, sebab apa yang telah terjadi hari ini bisa dijadikan sebagai cerminan untuk memperbaiki system kedepan sehingga tidak ada yang merasa di anak tirikan dan aceh bisa lebih kaya dengan seni dan ilmu dimasa PKA selanjutnya sebagai warisan dari indatu kita semua.