Showing posts with label MANAJEMEN QALBU. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMEN QALBU. Show all posts

Wednesday, June 14, 2017

Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam

Dalam islam ada dikenal istilah penyakit hati, dimana penyakit ini mendapatkan fokus yang agak lebih karena hati memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter kepribadian seseorang sehingga. Banyak para ulama berpendapat jika penyakit itu sangat berbahaya karena memliki dampak yang sangat beruk bagi seseorang. 
Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam
Mengenal jenis Penyakit Hati dalam Islam
Bahaya yang terdapat dari penyakit hati tersebut adalah; Hidup tidak tenang dan merasa menderita, Berdosa, terancam siksa di Neraka, Bisa mendatangkan adzab, Merugikan diri dan membuat risih orang lain, Kadang bisa membuat fisik sendiri juga jadi sakit, dan bahkan dapat menyebabkan seseorang intu mejadi kafir, seperti firman Allah Swt berikut ini:
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125)
Oleh sebaba itu supaya kita tercegah dari hal-hal yang tersebut di atas maka sebaiknya anda mengenal janis-jenis penyakit hati yang dalam Islam yang sebagai pemaham diri kita sebagai prses perenungan diri ataupun pembenahan diri supaya selamat di dunia dan di akhirat. 
1. Sikap Riya’
Ria sceara umum dapat diartikan sebagai sikap dimanan seseorang akan memperlihatkan amalan kebajikan yang dilakukannya kapa orang lain baik dengan tujuan unruk mendapatkan pujian taupun tidak dengan buka semata mata karena Allah Swt. Rasanya jika kita sebagai hamba Allah Swt dan melakukan amalan ibadah hanya dengan tujuan menampakkan kepada manusia lainnya itu merupakan hal yang rugi dan sangat bodoh, karena kita tidak akan mendapatlkan balasan apa-apa dari Allah Swt ketika kita bribadah dengan tujuan menampakan kepa orang lain.  Untuk lebih jelasnya marilah kita lihat contoh-contoh ria berikut ini:
• Ada sebagian orang yang melakukan shalat dengan rajin secara berjamaah dengan tujuan untuk mendapatkan oujian dari oarang lain
• Mapaerbaiki ahklak dan perbuatan hanya karena igin mendapatkan pujian dari orang sekitat.
• Melalukan amal bakti baik berupa sedekah ataupun hadiah supaya dianggap orang kaya dan dermawan oleh orang lainnya
• Dan lain sebagianya, dengan titik uatma adalah kegiatan ibadah ataupun kegiatan baik lainya yang bukan semata mata karena Allah Swt..

Merujuk kepada pendapat Al-Hafidz Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari, Dia berkata: “sifat Riya itu adalah sikap dimana seseorang menampakkan ibadahnya dengan tujuan dilihat manusia lain, lalu mereka memuji oarnag yang malukan amalan tersebut”.
Menurut Imam Al-Ghazali, Riyaadalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.
Sikap riya ini bisa muncul kapan dan dimanapun. Boleh jadi saat sebelum melakukan amalan sahlih, ataupun saat seseorang sedang melakukan amalan kepada Allah Swt. Allah Swt, berfirman dalam Alquran yang maknanya:
“Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah: 264)
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya.” (QS. Al Maa’uun 4-6)

2. Sikap Ujub
Sikap Ujub adalah sikap dimana seseorang akan mengagumi diri mereka sendiri, karena merasa lebih dari orang lain.
Sekilas Mungkin sikap ini agak mirip dengan sikap takabbur. Namun kalau sikap ujub, belum tentu sambil berkeyakinan menolak kebenaran.
Merujuk pada pendapat ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, perasaan ujub adalah Perasaan kecintaan yang dimiliki seseorang pada suatu karunia Allah Swt kepada dirinya, dan merka merasa memilikinya sendiri karunia tersebut, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah swt.”
Meski tentu tidak selalu, namun bisa jadi seseorang itu menjadi ujub karena hal-hal berikut ini:
• Sering mendaptkan pujian-pujian dari orang lain
• Sering berhasil dalam usaha 
• Memmiliki kesempatan yang selalu mudah padahal sangat sulit bagi orang lain. 
• Hebat, Terkenal, dan kaya raya
• Cerdas dan memiliki banyak keahlian
• Meiki betuk phisisk yang indah dan menarik
• Dan lain sebagianya

Rasulullah Saw bersabda, “Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

3. Takabbur
Makna Takabbur itu adalah sombong. Allah swt sangat mebeci orang-orang yang sombong di muka bumi, karena sifat sombong tersebut adalah hanya milik Allah Swt semata, maka bagi orang yang memiliki sikap sombong berarti mereka telah menggunakan pakaian Allah Swt sebagai pencipta alam semesta ini beserta seluruh isinya. Larangan untuk tidak boleh sombong tersebut digamabrakan dalam firman Allah Swt berikut Ini:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS Al Isra :37)

Haru dipahami bahwa sikap sombong ini bisa jadi tanpa kita menyadari sama sekali dalam mengarungi hidup ini. Contohnya ketiak ada sabahat kita yang mencoba menasehati kita kita malah beranggapan jika merka mengurui kita sehingga kita langsung menolaknya mentah mentah. Terkadang Kita beranggapan jika diri kita sudah sangat benar, pintar, dan tidak ada kekurangan. Sehingga faktor tersebut membuat kita merasa tidak perlu lagi mendengarkan nasehat dari orang sekitar kita. 

Sombong prakteknya bisa bermacam-macam. Namun intinya sombong itu adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.
Beberapa contoh orang-orang sombong yang dimusnahkan oleh Allah diantaranya adalah: Firaun, Raja Namrud, Qarun, dan lain-lain. Nabi Muhammad Saw bersabda dalam gadist nya, 

Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada sikap sombong meski hanya sebesar biji sawi (sarrah).”

Sebenarnya Bagi orang yang memiliki penyakit hati jenis ini, ada cara mudah sebenarnya untuk mengobati nya. Adapun caranya adalah dengan cara ‘buka mata’ untuk melihat kenyataan hakikat hidup ini sehingga tidak menjadi lupa diri. Lumrah memang jika orang yang memiliki sifat sombong itu adalah orang yang dapat meilahta keadaan sebenarnya tenatang hakikat hiduonya, dimana mereka terlalu banyak di pengaruhi oleh jiwa cinta dunia yang sementara ini alias tidak abadi selamanya.

Sekian dulu kupasan singkat tentang jenis penyakit hati dalam agama islam, dan akan diteruskan lagi poin-poin ini pada tahap berkutnya sebagai poin tambahan dari penyakit hati ini. Sekian dan terimakasih. wassalam 

Friday, June 9, 2017

Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam

A. Pengertian Konsep Akal Pikiran
Sebagai makluk yang diciptakan Allah Swt dalam posisi yang paling sempurna dan diangkat sebagai khalifah oleh Allah Swt di permukaan bumi ini adalah menjadi alsan jika Pikiran yang Allah Swt berikan kepada munusia merupakan sebuah kelebihan yang sangat besar dari proses penciptaan yang lainnya. Akal pikiran manusia adalah laksana roda pengerak yang mampu menciptakan berbagai pemikiran dan materi yang dapat digunakan untuk kemaslahatan manusia di dunia. Namun harus diingat jika pikiran adan akal yang dititipkan oleh Allah Swt bukan hanya untuk mencari kebahagan di dunia saja akan tetapi juga sebagai sarana yang dapat digunakan sebagai jalan untuk mendapatkan kebahagian manusia dari Allah di akhirat kalak nantinya.
Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam
Konsep Akal Pikiran dan Hati Dalam Islam
Otak manusia merupakan media yang diciptakan oleh Allah Swt utuk beripikir dalam meneruskan keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Namun terkadang kebanyakan manusia hanya terlalu mengunakan pikiranya untuk mencari berbagai kebahagia  di dunia saja sehingga mereka membutakan hati mereka dengan menghalalkan berbagai macam cara untuk mewujudkan berbagai impian mereka. Jika kita sebagai orang islam mengunakan pola pikir yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepentingan pribadi, maka disini kita sendiri dapat mengolomgkan diri kita sama dengan pola binatang yang diciptkan Allah Swt walaupun hewan tersebut tidak memiliki akal pikiran seperti layaknya manusia. hewan diciptakan oleh Allah Swt dengan tidak diberikan akal dan pikiran layaknya Allah Swt menciptakan manusia, sehingga pola hidup mereka hanya untuk mengisi perut mereka saja ataupun boleh dikatan jika hewan itu hidupnya hanya untuk makan sehingga tidak ada berlaku hukum pencurian penjarahan dan lain sebagainya bagi para hewan tersebut. Jika ada manusia yang diciptakan oleh Allah Swt yang berperilaku sama dengan perilaku hewan ini jelas sekali mengidentifikasi jika manusia tersebut malah lebih hina dari hewan karena mereka mengunakan akal pikiran yang Allah swt ciptakan pada diri mereka hanya untuk berpikir untuk berperilaku layaknya perilaku hewan.

(Baca Pentingnya Memahami Kosep Kesadaran dalam Kehidupan)
(Baca Mengapa Allah Menciptakan Satu Mult dan Dua Telinga)

Maka untuk itu, sebagai manusia yang proses penciptaannya lebih dari makluk lain, ada baiknya kita mengunakan akal dan pikran yang Allah Swt, berikan untuk melakukan berbagai kebajikan yang bermanfaat untuk kemaslahatan manusia dan susuai dengan tuntunan Allah Swt dan Rasulnya sehingga kita akan selamat untuk hidup didunia dan di akhirat kalak nantinya. pola pikita natar hati dan otak (pikiran) memiliki pengaruh yang sangat erat, karena hati kita manusia diciftakan oleh Allah Swt untuk memfilter (Menyaring) pemikiran-pemikiran yang tidak sehat yang dihasilkan oleh otak sehingga hasil penyaringan ini sangat berpengaruh dengan pola hidup manusia tersebut. untuk lebih jelasnya mari kita lihat kupasan tentang makna dan peran hati di bawah ini.      

B. Pengertian dan Jenis-Jenis Hati nurani
Manusia merupakan makhluk yang mulia di muka bumi ini. Allah Swt telah meberikan Akal dan Pikiran, hawa nafsu, dan hati nurani pada diri manusia sendiri, sehingga derajat mereka ditinggikan melebihi makhluk ciptaan Allah lainnya di dunia ini. Berbeda dengan Malaikat yang selalu patuh, manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Antara yang benar dan buruk, keduanya dapat dibedakan bila seseorang memiliki hati nurani yang murni. Sebagian besar orang mengolongkan jika manusia pembunuh, pelaku korupsi, dan pencuri adalah jensi manusia yang tidak memiliki hati nurani (kasih sayang). Perbuatan para penjahat tersebut hanya didasari oleh nafsu duniawi tanpa diimbangi hati nurani. Nah, yang jadi pertanyaan sebenarnya apa sih hati nurani itu? Bagaimana islam memandang hati nurani? Berikut ini pengkajiannya secara mendalam. Kata dasar Hati nurani itu dirujuk dari bahasa Latin yaitu ‘Conscientia’ yang bermkna kesadaran/kepekaan. Hati nurani juga bisa diistilakan sebagai suara hati, suara batin, atau kata hati. Jika didefinisikan secara luas, hati nurani adalah kesadaran moral yang tumbuh di dalam hati manusia dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

Kita paham jika Hati nurani memiliki hubungan yang erat dengan kosep kesadaran diri manusia. dengan makna lain, jika seseorang yang memiliki  hati nurani yang sehat maka mereka termasuk orang yang memiliki konsep kesadaran untuk membedakan yang mana tindakan yang benar dan  yang mana tindakan yang salah samasekali. Pada keadaan normal,rasa hati nurani ini timbul  dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling terdalam dalam pirasat kebenaran..
Secara lebih khusus, jenis konsep hati nurani manusia dapat dibedakan dalam dua jesni yaitu sebagi berikut:

1. Hati nurani retrospektif
Jenis Hati nurani bersipat retrospektif adalah cara bagaimana seseorang menilai perbuatan/aktivitas  yang telah dilakukannya di masa lampau/lalu, jenis ini boleh dikatakan semacam seseoramng menghakimi diri sendiri akibat kehiatan tersebut. Bila ia berbuat kesalahan maka ia memiliki rasa cpenyesalan dan menyalahkan diri mereka. Sebagi contohnya, setelah kamu berbohong kepada orang tua mu. Kamu Pasti meresakan perasaan menyesal karena kamu tidak berlaku jujur pada mereka, walaupun sebenarnya jaiuh di hati nuranimu sudah memerintahkan untuk berkata apa adanya (jujur).

2. Hati nurani prospektif
Jenis Hati nurani yang prospektif adalah bagaimana seseorang menilai perbuataanya di masa yang akan datang atau yang sedang dilalui merka pada saat sekarang ini. Ini Biasanya ditandai dengan timbulnya nya penolakan-penolakan pada diri merka. Sebagi Contoh, ketika seorang pemimpin pengadilan (hakim) menerima suap untuk menyelasikan kasusnya, maka hati nurani hakim tersebut pasti cenderung menolak untuk menerima suap tersebut.
Sama halnya dengan budi pekerti pada manusia, hati nurani juga perlu siraman ilmu pengetahuan karena hati sangat berperan sebagai pemandu kehidupan manusia. Jika seseorang diajarkan tentang akhlak dan moral yang benar (sesuai syariat agama) sedari kecil merak, maka seseorang tersebut dapat tumbuh menjadi pribadi santun dalam kehidupan sehari-harinya. Walupun demikian, tidak selamanya jika hati memberikan bisikan benar, adakalanya seseorang memiliki isi hati kotor sehingga membuat hidupnya tidak tenang dan menderita karena selaalu berpikir negatif yang dipenuhi oleh kedengkian, iri hati dan lain sebaginya.

C. Hati Nurani Dalam Sudut Pandang Islam
Menurut gambaran dari kebanyak para pemukan ulama islam,mereka meyebutkan hati nurani disebut sebagai “Qalbu”.Kata Qalbu sendiri dirujuk dari bahasa arab “Qalb”, dimana kata Qalb sendiri merupakan bentuk dari kata bentuk mashdar dari dasar kata Qalaba, Qalban, Yaqlibu yang berarti membalikan atau memalingkan. Menurut iman Al-Ghazali, qalb dapat diartikan dalam 2 makna. Pertama qalb merupakan sepotong daging (Jantung) yang terletak di kiri dada manusia. Yang kedua, qalb merupakan Lathifah-Rabbaniyah- Ruhaniyyah yaitu sesuatu yang bersifat halus (tidak bisa dilihat dengan mata kepala namun hanya bisa dilihat oleh mata batin), berhubungan dengan Ketuhanan, dan bersifat ruhaniah. Qalbu dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu qalbu jasmaniah dan qalbu ruhaniah.

1. Qalbu jasmaniah
Qalbu jasmaniah berarti organ tubuh manusia yang tugasnya memompa darah, yakni jantung. Definisi ini berpacuan pada hadist populer yang dijelaskan oleh An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

2. Qalbu Ruhaniah
Jenis Qalbu ruhaniah ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan perasaan batin dan tidak kasat mata. Ini didasarkan pada hadist yang diriwayat oleh Ibnu Maja:
  إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ
“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.” (Hadist Riwayat Ibnu Majah)

Friday, March 31, 2017

Hal Yang Tersembunyi di Balik Bangunan Ka’abah

Yang tersembunyi di balik Ka’abah. Siapa yang tak menganal Ka’abah Baitullah? Jelas sekali jika orang yang beragama islam rasanya sangat tidak mungkin jka merea tidak kenal dengan Ka’abah Baitullah. Ini karena Ka,abah Batullah adalah tempat tujuan sebagian besar umat islam untuk melaksankan/menunaikan rukun islam yang kelima yaitu Melaksanakan Haji ke Baitullah.
Hal Yang Tersembunyi di Balik Bangunan Ka’abah
Hal Yang Tersembunyi di Balik Bangunan Ka’abah
Batullah ini dibangun rertama kali pada masa nabi Adam AS. Kemudian menurut pendapat sebagian ulama, Mekkah Baitullah ini mengalami kerusakan pada masa Nabi Nuh AS, dimana pada saat itu terjadi musibah banjir besar yang menenggelamkan hampir seluruh permukaan bumi. kemudian Allah memerintahkan untuk membangun kambali Ka'abah tersebut pada masa nabi Ibrahim, dan nabi Ibrahim AS membangun kembali Ka'abah tesebut untuk direnovasi kembali. Dan adapun proses renovasi tersebut terus berlangsung kemasa-masa seterusnya dengan berbagai perubahan dan perluasan di lakukan untuk mempermudah para jamaah haji seluruh dunia dalam menunaikan rukun islam yang ke-lima tersebut

Ka’abah Baitullah adalah rumah Allah yang terletak tepat di tengah-tengah Mesjidil Haram disamping Ka’abah ini merupakan arah kiblat yang harus di hadap oleh semua umat islam keltika menunaikan Shalat sebanyak lima kali sehari semalam. Ka’abah sekilas kita lhat adalah sebuah bangunan berbentuk kubus yang dibungkus/ditutupi dengan kain hitam dan dihiasa dengan tulisan Al-quran. Namaun adakah anda berpikir kira-kira seperti apakah isis didalam bangunan Ka’abah tersebut. Apakah bentuknya padat atau ada ruang-ruang tertentu di dalamnya. Untuk itu kali ini saya akan mengambarkan sedikit rahadia yang terkandung di dalam bangunan Ka’abah tersebut.

Sebagaimana diperlihatkan dokumenter kerajaan Arab Saudi, bagian dalam Ka’abah hanyalah ruangan kosong. Dimana bangunan tersebut hanya terdapat tiga pilar dari kayu Gaharu. Panjang per pilar hanya sekitar seperempat meter atau setangah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Katiga pilar ini berjejer dengan rapi dari utara keselatan.

Pada awal tahun 2000, bagian bawah ketiga pilar tersebut rusak karena terjadi keretakan pada bagian bawahnya, yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Gaharu ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair, sekitar tiga abad lalu. Meski sudah demikian lama, namun ketiganya masih tetap kokoh berdiri hingga sampai sekarang ini untuk menompang bangunan Ka’abah tersebut.

Adapun pada atap bagian dalam Ka’abah dipenuhi berbagai ukiran-ukiran yang mengagumkan, selain itu juga diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas murni dan dari perhisan-perhiasan indah lainnya sehingga lebih menambah keindahanya karena adanya penerangan dari lampu tersebut. Disampin itu, Lantai Ka’abah terbuat dari batu pualam putih yang sangat indah dan menarik sehingga lantai Ka’abah terlihat sangat indah dn mengkilap laksana kaca.

Pada bagian dinding Ka’abah, pada bagian dalamnya dibalut dengan batu pualam warna-warni dan dihiasi ukiran bergaya arab yang sangat menarik dan menawan mata bagi yang memandangnya, sehingga menhgadirkan rasa takjub yang tersendiri. Pada bagian diding dalama ini juga terdapat tujuh papan yang menempel pada dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang baru di didalam Ka’abah ataupun Mesjidil Haram tersebut.

Disamping itu, pada bagian didinding bagunan Ka’abah ini tepat pada bagiannya terdapat bnagunan kecil yang menepel pada bagian bawah didinding Ka’abah. Bagunan ini dinamakan Syadzawan. Ada Disebutkan bahwa tembok sydzarwan merupakan bangunan tambahan pada Ka’abah yang dikerjakan oleh kaum quraisy. Ada bebrbagai pendapat dari sebagain ulama mengenai bangunanan Syadzawan ini. Menurut mazhab Syafi’i dan Maliki, tembok syadzrwan bukan merupakan bagian dari Ka’abah. Mazhab Hambali memilih berada diantara dua pendapat itu. Menurut mereka, menjauhi tembok tersebut sangat di anjurkan, tetapi seandainya jamaah melakukan thawaf didalamnya, maka thawaf tetap sah dan tidak sampai rusak. Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok syadzawan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat itu disekitarnya juga dipugar. Yang pasti tembok syadzawan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H, 660 H, dan 1010 H.

Inilah sekilas gambaran rahasia yeng terkandung di dalam Ka’abah tersebut, memang tidak semua orang dapat masuk kedalam bangunan tersebut sebab ada larangan dari kerajaan Arab Saudi. Jadi karena kita tidak bisa masuk kedalam bangunan tersebut maka saya kira gambaran dari dalam bangunan Ka’abah yang mulia yang saya paparkan ini rasanya dapat merubah rasa penarasan kita terhadap keadaan di dalam bangunan Ka’abah tersebut. Semoga saja somoga kita mendpatkan rezeki yang dapat mengantarkan kita kesanan untuk menuikan rukun silam yang lima. Rasanya semua orang islam rindu sekali untuk melaksanakan shalat langsung mengahadap Ka’bah Baitullah yang mulia dan mencium batu Hajar Aswad. Disamping jyga melkasankan thawaf untuk memulikan Rumah Allah tersebut. Sungguh tergetar rasanya bathin ini ketika mendengar cerita dri orang-orang yang pernah berkunjung kesana dimana kebanyakan mereka merasakan nilai spritual yang tinggi ketika berkunjung kesana. Insyaalah kita semua diberikan kesempatan oleh Allah suatu hari nanti, terus berdoa dan berusaha untuk mewujudkan cita-cita suci tersebut, karena Allah maha mendengar setiap doa yang kita kirimkan kepadaNya. Amien ya rabbal ‘alamin.

Cukup Sekian saja kupasan/gambaran saya semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaatnya  bagi pembaca sekallian teutama bagi diri saya sendiri, dan terakhir say ucapkan terimakasih atas kunjungannya jumpa lagi di lain kesempatan. Wassalam

Monday, December 26, 2016

Pentingya Memperingati Hari Kelahiran Rasulullah Muhammad Saw.

Memperingati Hari Kelahiran Rasulullah Muhammad Saw. Menurut catatan sejarah yang telah banyak dikemukakan oleh para ulama bahwa rasulullah Saw lahirpada tahun 571 Masehi tepatnya pada tanggal 12 rabiul awal. Tahun tersebut juga dikenal dengan julukan tahun gajah, karena pada hari kelahiran baliau terjadinya periistiwa perencanaa perusakan Ka’bah Baitullah oleh pasukan raja Abbraham dengan mengunakan bala tentara yang mengendarai Gajah. Peristiwa pengrusakan Ka’bah Baitullah yang telah direncanakan oleh raja Abraham tersebut tidak terealisasi seperti yang direncanakan, karena Allah Swt mengirimkan segerombolan burung untuk menghalau pasukan gajah ketika hendak menghancurkan Ka’bah Baitullah. Segerombolan burung tersebut diperintahkan oleh Allah untuk mengambil batu kerikil dari dalam neraka untuk dijatuhkan tepat di atas pasukan tentara gajah tersebut, sehingga tubuh mereka hancur sepeti daun dimakan ulat. Kejadian ini juga ikut di abadikan dalam salah satu surah dalam al-quranul Karim yaitu surah al-fil, dan nama nurung tersebut disebutkan dengan nama abil. 
Memperingati Hari Kelahiran Rasulullah Muhammad Saw.
Maulid Nabi Muhammad Saw

Sedikit berulang kebelakang, beberapa jam sebelum kejadian penghancuran Ka’bah Baitullah, pada pagi harinya seorang rasul pilihan Allah atau lebih dikenal dengan sebutan habibullah lahir tepat pada pagi hari senin, dan kakeknya Abdul Muthaleb sangat gembiran dengan kelahiran cucunya yang yatim tersebut, dan sebagai penjaga Ka’bah Baitullah beliau menyempatkan diri hadir ke Baitullah dan beliau menyerahkan kepada Allah atas perencanaan pengahancuran Ka’bah oleh raja abraham sebab beliau tidak memiliki daya untuk mencegah rencana tersebut. Yang harus dipahami kakek nabi muhammad Saw, ini masih mengikuti ajaran agama Allah yang disampaiakan oleh nabi ibrahim, dan bukan penganut penyembah berhala.
Kelahiran nabi besar muhammad Saw, merupakan awal dari era perobahan akhlaq manusia dimana pada masa beliau lahir dinamakan masa zaman jahiliah, keadaan manusia saling bunuh membunuh, saling rampas merampas dan yang kuat menjadi raja yang lemah menjadi mangsa. Allah mengutus rasul yang akhir jaman ini adalah untuk menyempurkaan akhlaq manusia. seperti firman Allah dalam Alquran yang artinya” sesunggunya sudah ada pada diri rasulullah itu suri tauladan yang baik”. Selain itu Allah mengutus nabi Muhammad Saw, juga sebagai rahmat untuk sekalian alam, ini seperti tersebut dalam salah satu firman Allah dalam Al-quran yang artinya” tidak Aku utus engkau Hai Muhammad selain menjadi rahmat bagi sekalian Alam.

Dalam massa kehidupan beliau yang tidak begitu lama Nabi Muhammad Saw berhasil merobah peradaban manusia dari kehidupan yang jahiliyah ke kehidupan yang islamiah dan bertauhid kepada Allah yang maha Esa. Setelah beliau wafat, risalah beliaupun terus berkembang bahkan berbagai sejarah kegemilangan islampun bermunculan bukan hanya di daratan arab akan tetapi menyebar luas keseluruh belahan dunia. Coba kita bayangkan apakah ada sorang manuasia selain baginda Nabi Muhammad Saw yang mampu melakukan perobahan peradaban di dunia hanya dalam waktu 25 tahun (jika di hitung setelah beliau menjadi nabi dan rasul) sampai dengan sekarang dimana beliau masih sangat dicintai dan dijaga dari orang yang mencela baliau oleh para pengikut beliau termasuk saya dan anda yang islam. Begitulah janji Allah ayang akan terus menjaga kemurnian islam sampai akhir jaman sehingga tidak akan mampu di kotori oleh pihak-pihak yang ridak senang dengan islam. Sangking sintanya umat nabi muhammad Saw kepada baliau, sehingga perayaan hari kelahiran beliaupun masih di peringati sampai dengan hari ini. Melihat begitu besarnya pengaruh perobahan yang dilakukan oleh beliau terhadap dunia kehidupan maka tidak salah jika nabi Muhammad Saw, mendapat urutan orang nomor satu yang berpengaruh di dunia oleh seorang penulis yang nota benenya bukan orang islam. 

Jadi tidak salahnya jika kita sebagia umat dari nabi muhammad Saw untuk merayakan hari kelahiran beliau se-meriah dan seiklas mungkin dengan dilandasi oleh rasa kecintaan kita kepada beliau, sehingga dengan memperingati hari kelahiran beliau (Maulid Nabi Muhammad Saw) kita bisa menghadirkan jiwa beliau kedalam hati kita dan rasa keimanan kita semangkin bertambah. Kita sebagai salah satu umat yang lahir jauh setelah wafatnya nabi Muhammad Saw, rasanya peringatan maulid ini bisa menjadikan kita begitu dekat dengan baliau dan seolah-olah nabi muhammad masih sangat dekat dengan kita sehingga proses kelahiran beliau terasa masih baru saja terjadi walaupun sebenarnya beliau telah wafat sekitar empat ratusan tahun yang lalu. 

Dalam sebuah riwayat dikabarkan pernah rasululullah Nabi Muhammad Saw duduk dengan para sahabat kemudian beliau bertanya kepada para sahabat sekalian, Wahai para Sahabatku tahukah kalian siapa hamba Allah Swt yang mulia? Para sahabat terdiam, lalu kemudian salah seorang sahabat berkata ”para malaikat ya rasulullah merekalah yang mulia” kemudian baginda berkata “ya para malaikat itu mulia karena dekat dengan Allah dan mereka senantiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tapi bukan itu yang aku maksudkan”. Lalu kemudia para sahabat kembali terdiam, lalu salah salah soerang sahabat kembali berkata “ya rasulullah tentulah para nabi, merekalah yang mulia itu”  nabi Muhammad saw tersenyum dan berkata “para nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah Swt di muka bumi bagaimana mungkin mereka tidak mulia, tapi ada lagi yang lainnya”. Para sahabat nabi semua terdiam dan bertanya-tanya siapa lagi yang mulia, hingga kemudia salah seorang sahabat berkata  “ya Rasulullah, Apakah kami sahabat mu ya rasulullah yang mulia itu”. Kemudian baginda nabi memandang satu-persatu wajah sahabat-sahabatnya, beliau tersenyum baginda berkata “tentulah kalian mulia kalian dekat dengan ku, kalian membantu perjuangan ku bagaimana mungkin kalian tidak bahagia, tentulah kalian mulia. Tapi ada lagi yang lain yang mulia, para sahabat terdiam semuanya mereka tak mampu berkata apa-apa ;agi. Tiba-tiba baginda nabi Muhammad Saw menundukkan wajahnya dan menangis di depan para sahabatnya. Para sabahat bertanya mengapa engkau menangis ya rasulullah, kemudian rasulullah mengangkatkan wajahnya sehingga terlihat air mata yang membasahi pipi dan jangguntnya, lalu baginda berkata “wahai para sahabatku sekalian tahukah kalian siapa yang mulia itu, mereka adalah manusia-manusia yang akan lahir jauh setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah dan tahukan kalian mereka tak pernah memandangku  mereka tak pernah melihat wajahku mereka hidup tidak dekat dengan ku seperti kalian sekarang ini, tetapi mereka begitu rindu kepada ku dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya akupun sangat rindu kepada mereka, mereka yang mulia itu adalah umatku.    

Dari riwayat diatas kita bisa pahami bagaimana rindunya rasulullah kepada kita umatnya pada akhir zaman, tetapi coba kita bayangkan apakah kita yang sekarang ini juga merindukan beliau sebagaimana beliau merindukan kita. coba tanyakan para diri anda masing-masing sudah seberapa besarkah kecintaan kita kepada Allah dan rasulullah, apakah anak-anak kita sudah kita tanamkan kecintaan kepada rasululullah atau malah mereke sibuk mencintai ikon ikon para artis yang lagi ngetrend sekarang ini. 

Bertepatan dengan bulan maulid yang mulia ini marilah kita sisihkan sedkit harta kita untuk merayakan kenduri maulid di rumah kita ataupun di kampung kita kalau bisa semeriah mungkin untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada rasulullah. Apa lagi ada pendapat sebagain besar ulama jika bulan maulid itu terdiri dari tiga bulan sepuluh hari dengan dihitung dari hari pertama bulan rabiul awal.  
    
   

Saturday, December 10, 2016

Kesempatan tidak datang kedua kalinya dalam hidup ini

Kesempatan tidak datang kedua kalinya dalam hidup iniKesempatan itu adalah sebuah waktu yang sangat baik  yang berpihak kepada kita, baik yang mendatangkan rejeki ataupun lainnya yang jelas posisi kita pada saat tersebut berada dalam posisi yang sangat beruntung. Maka jika ada dari kita yang mendapatkan kesempatan maka jangan pernah menunda-nunda lagi apalagi mengabaikan kesempatan tersebut. 
Kesempatan tidak datang kedua kalinya dalam hidup ini
Kesempatan tidak datang kedua kalinya
Dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita mendapatkan kesempatan kepada kita, seperti misalnya seorang anak sekolah mendapatkan beasiwa karena mendapatkan rangking satu, jadi untuk mendapatkan beasiswa tersebut siswa tersebut harus melakukan pembuktian dengan cara melampirkan surat keterangan telah mendapatkan rangking satu dan melampirkan berbagai piagam penghargaan yang pernah dia peroleh. Jadi jika sang anak didik tersebut tidak melengkapi semua persyaratan yang diminta maka otomatis peluang ataupun kesempatan yang baik bagi dirinya untuk mendapatkan beasiswa tersebut belum tentu akan dia dapatkan untuk kedua kalinya pada saat lain. Maka dari itu gunakanlah kesempatan yang ada untuk dipergunakan semaksimal mungkin untuk mendatangkan manfaat yang kita inginkan. Terkadang kebanyakan pada diri kita sering mengabaikan kesempatan yang ada karena berbagai faktor, seperti malas, sepele, ataupun malah ingin mendapatkan manfaat yang lebih besar lagi dari kesempatan tersebut. 
Untuk lebih jelasnya bagaimana sikap mengharapkan keberuntungan yang lebih dengan mengabaikan kesempatan yang ada tesebut adalah seperti kisah berikut ini.

Pada suatu massa hiduplah seorang pengemis tua seorang diri,  dimana dalam keseharianya dia menghabiskan waktunya hanya untuk mengemis agar dapat memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Dalam menekuni profesinya layaknya orang yang lain dia selalu bercita-cita untuk mendapatkan uang yang banyak misalnya dengan menemukan benda yang berharga ataupun ada santunan uang yang banyak dari orang kaya yang iba dengan profesinya tersebut, disamping dia juga terus berdoa supaya mendapatkan rejeki yang dia impikan tersebut.   

Pada suatu hari pengemis tua tersebut melihat se-ekor kucing yang sangat cantik dan bersih, dia mencoba mendekati kucing tersebut dan ternyata kucing yang gemuk itu sangat jinak dan manja. Melihat gelagat kucing yang sangat menarik perhatiannya tersebut, kemudian timbul rasa ingin memelihara kuncing tersebut. Dengan hati-hati dan mengamati keadaan disekeliling kemudian pengemis itu membawa pulang kucing itu kerumahnya lalu mengikat supaya tidak keluar dan lari dari rumahnya. Selang dua hari kemudian dia mendapatkan kabar di helaian korang bekas di tempat dia sering menjalankan profesinya bahwa ternyata yang memiliki kucing tersebut adalah seorang saudagar kaya raya. Dan dia menyaksikan sendiri jika didalam korang tersebut dinyatakan bagi siapa saja yang menemukan anak kucing tersebut akan diberikan hadia sebesar dua puluh lima juta rupiah. Membaca berita tersebut pengemis tersebut sangat senang dan dia langsung memeutuskan untuk pulang kerumahnya. Setibanya dirumah dia langsung memutuskan untuk membawa kucing tersebut kepada saudagar kaya untuk mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan, dalam perjalanan menuju kerumah orang kaya sekitar 30 meter dari rumahnya tiba-tiba muncul pikiran lain di hatinya yang dipicu oleh rasa serakah. Dia memutuskan untuk membawa kembali kucing tersebut ke rumahnya dengan asumsi bahwa jika besok hari jumlah tawaran yang akan dibayarkan oleh saudagar kaya tersebut akan bertambah.  

Keesokan harinya, tebakan pengemis ini benar adanya, sewaktu dia melintasi sebuah warung dia mendengar berita di telivisi jika tawaran yang diberikan oleh suadagar kaya tersebut bagi yang menemukan kucing kesayangannya bertambah menjadi tiga puluh lima juta rupiah. Mendengar berita tersebut dia sangat kegirangan dan kembali muncul hasrat loba di hatinya ’kalu begitu saya akan menunggu sampai suadagar kaya raya tersebut memberikan hadiah sampai dengan lima puluh juta rupiah, mungkin paling ada sekitar 2 hari lagi pasti tawaran tersebut akan jadi lima puluh juta rupiah pikir pengemis tersebut’. Hari terus berlalu dan pada hari kedua tawaran yang diberikan meleset dari apa yang diprediksikan oleh pengemis tersebut ternyata tawarannya meningkat hanya empat puluh lima juta rupiah dan belum mencapai lima puluh juta seperti yang dia impikan. Kemudia pas selang satu hari berikutnya ternyata harapan dia kali ini menjadi kenyataan, dia menyaksikan sendiri selebaran-selebaran yang ditempel di tempat dia mengemis jika tawaran hadiah yang diberikan sudah mencapai lima puluh juta rupiah. Melihat selebaran tersebut dia langsung bergegas pulang menuju rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia mempercepat langkah kakinya karena sudah tidak sabar lagi ingin segera sampai dirumah dan mengembalikan kucing tersebut kepada pemiliknya. Setibanya di rumah, alangkan terkejutnya pengemis tua tersebut karena dia mendapatkan kucing itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi karena disebabkan oleh kelalaiaanya sendiri yang tidak memberikan makanan karena asik memikirkan uang yang besar sebagai imbalan yang akan dia terima. Penyesalan hanyalah penyesalan nasi sudah menjadi bubur, karena sikap tamaknya sehingga dia gagal memanfaatkan kesempatan yang ada untuk dapat merubah kehidupanya. Namun mimpi hanya mimpi, sehingga kesempatan emas berlalu dengan tidak dapat dimanfaatkan oleh pengemis itu. 

Itu hanya contoh kecil yang mungkin saja bisa terjadi dalam kehidupan kita, namun karena sikap kita yang tidak peka dengan itu malah peluang tersebut hilang dengan sendirinya, dan tidak dapat kembali lagi untuk kedua kalinya. Kalau dalam kehidupan agama islam penyesalan yang paling besar adalah ketika kita tidak bisa memanfaatkan waktu hidup kita dunia untuk mengabdi kepadan-Nya sehingga penyesalan ketika kita berada dipintu kubur tetap akan menjadi sebuah penyesalan terbesar yang tidak akan dapat kita perbaiki kembali setelah melewati kehidupan di dunia ini. Maka dari itu marilah kita memanfaatkan peluang yang ada semaksimal mungkin jangan sampai kita dikontrol oleh hawa nafsu dan sikap loba serakah dan tamak sehingga kita akan hancur dan menyesalinya tanpa bisa kita mengulanginya kembali untuk memperbaiki kesempatan yang telah kita lewati. 

Monday, December 5, 2016

Pentingnya Menanamkan Karakter Islami Kepada Anak-anak Kita.

Pentingnya Menanamkan Karakter Islami Kepada Anak-anak Kita. Sebelum membahas lebih jauh mengenai karakter islam ada baiknya terlebih dahulu kita memahami apa itu karakater. Secara kebahasaan, katarakter dapat di artikan  tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Jadi secara lebih sederhana dapat kita maknai karkater adalah sikap atau cara seseorang berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, dimana karakter ini mencakupi pola dan gaya hidup seseorang baik dalam berperilaku maupun dalam bertutur sapa. Seseorang akan bernilai dan berharga dimata masyarakat dikarenakan budi dan kesantunanan bahasanya. 
Pentingnya Menanamkan Karakter Islami Kepada Anak-anak Kita
Pentingnya Menanamkan Karakter Islami 

Jadi dari definisi ringkas di atas dapat kita maknai jika karakteristik islami adalah tata cara ataupun pola hidup seseorang yang selalau menjalankan nilai-nilai/hukum islam dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap, berperilaku ataupun dalam berbahasa. Dewasa ini kita sering mengamati jika nilai karakter islami sudah sangat pudar pada masyarakat kita sehingga sudah tidak asing lagi kita menyaksikan berbagai kejahatan yang terus terjadi di dalam kehidupan masyarakat kita sekarang. Dimana kita menyaksikan berbagai macam kejahatan seksual, kejahatan fisik masih terus berlangsung seolah-olah sudah tidak sanggup dibendung lagi dengan aturan aturan yang diterapkan baik oleh pemerintah maupun oleh lembaga adat yang ada di masyarakat. Di sisi lain pudarnya nilai nilai karakter islami ternyata tidak hanya merambah kehidupan masyarakat kecil saja, akan tetapi sudah merambah sampai kepada pejabat dan petinggi-petinggi negara dimana sebagian dari mereka sudah tidak sedikitpun lagi peduli dengan penderitaan rakyat kecil malah jangankan peduli mereka sebagian lebih suka memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi baik secara jamaah ataupun secara pribadi dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Mengapa semua itu bisa terjadi apakah atauran hukum yang telah ditentukan sudah tidak dapat menjadi ancaman lagi buat mereka untuk mencegah dari semua perilaku kejahatan tersebut, mungkin secara sekilas anda sendiri dapat menjawab sendiri dari pertanyaan diatas. 

Namun secara lebih mendalam jika kita merenungi lebih jauh maka kita dapat menemukan jawaban jika semua itu terjadi karena sudah kurangnya penerapan karater islami yang tertanam pada diri meraka, mereka sudah tidak lagi peduli dengan penderitaan orang lain, karena bagi mereka dunia ini adalah segala-galanya. Ancaman akan adanya hari akhirat mungkin hanya dimaknai sebagai sebuah patamorgana ataupun sebuah prediksi saja. Nilai-nilai islami sudah tidak menjadi patokan bagi mereka sebagai penuntun jalan kehidupan mereka. jika sudah demikian siapa yang mau disalahkan, apakah sistem, lingkungan ataupun keluarga dimana kita tahu jika ketiga faktor ini punya andil besar dalam membentuk karakter seseorang. Apakah kita akan terus membiarkan hal tersebut berlangsung secara terus menerus sampai kepada anak cucu kita kelak, siapa yang akan mampu menjawab pertanyaan anak cucu kita jika mereka bertanya apakah pola hidup sekarang memang sudah terbentuk dari dulunya seperti ini.

Jadi untuk menghentikan itu semua, ada baiknya mulai dari sekarang marilah kita tingkatkan penanaman nilai-nilai islami kepada anak-anak kita karena mereka semua adalah generasi penerus kehidupan untuk masa berikutnya. Sudah saatnya kita mulai menanamkan kembali nilai islami pada diri kita sendiri karena untuk menanamkan nilai karakter islami kepada ana-anak kita, kita tidak hanya cukup dengan mengajari mereka saja akan tetapi diperlukan sebuah contoh bagi mereka supaya mereka lebih memahami dan  memiliki nilai-nilai karakter tersebut. Jadi selaku orang tua mereka, kita tidak boleh hanya memaksakan kehendak kepada mereka sementara kita sendiri masih sangat jauh dari nilai-nilai karekater islami tersebut, itu sama halnya dengan serang dokter yang menjalaskan bahaya dari merokok kepada pasiennya sementara dia sendiri merokok di depan pasiennya, jangankan si pasien percaya malah sipasien yang akan langsung bertanya kepada dokter tersebut “klau tahu bahaya kenapa dokter masih merokok jangan-jangan buat nakutin kami aja ya he he he”. 

Sebenarnya sebagai orang tua kita adalah cerminan dari sebuah contoh perilaku bagi anak-anak kita, bukan malah menjadi bumerang buat mereka dengan menanamkan sikap-sikap yang jauh dari nilai-nilai dan tuntuanan islami. Karena kita tahu jika Allah akan meminta pertanggung jawaban kelak nantinya di hari akhir terhadap apa yang sudah kita lakukan dan berikan pada keluarga kita. satu hal yang harus di camkan, Jangan pernah berharap untuk dapat mencipatkan sebuah perubahan pada anak-anak kita sementara kita sendiri tidak pernah mau berubah.

Saturday, December 3, 2016

Pentingnya Memahami Konsep Kesadaran Dalam Kehidupan

Memahami Konsep Kesadaran. Secara sederhana kesadaran bisa diartikan sebagai sebuah dorongan dari dalam jiwa kita berupa rasa kepekaaan terhadap sesuatu yang didasari dari pencerminanan hati. Jika kita selami lebih jauh lagi konsep kesadaran ini pada intinya merupakan hasil dari penyatuan antara hati dengan otak terhadap kebenaran yang sebenarnya. Memang jika melihat dari segi arti kesadaran secara sepintas, maka maknanya mungkin hanya biasa-biasa saja. 
Pentingnya Memahami Sebuah Konsep Kesadaran
Memahami Konsep Kesadaran

Tetapi jika kita mau menyalaminya lebih dalam lagi tentang apa itu maknan yang sesungguh dari sebuah arti kesadaran maka kita akan tahu sendiri jika sesungguhnya makna dari kata kesadaran itu mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa bahkan bisa menyebabkan perubahan yang luar biasa pada diri seseorang baik dalam kehidupan beragama, bernegara, bermasyarakat maupun dalam dalam kehidupan berkeluarga. Jadi pertanyaan yang akan timbul timbul di benak kita adalah bagaimana bisa kesadaran itu memiliki sebuah kekuatan yang begitu besar pada perubahan diri seseorang?. Jawabanya mungkin sangat jelas jika kesadaran itu pada hakikatnya dapat melebihi dari kepandaian yang dimiliki oleh seorang manusia karena kesadaran itu merupakan sebuah dorongan pada seoerang yang dilatar belakangi oleh sebuah pemahaman terhadap perkara tertentu. 
Makanya saya jabarkan jika kesadaran itu melebihi dari kepandaai manusia. Disamping itu boleh juga dikatakan jika kesadaran itu merupakan hasil dari sebuah refleksi terhadap apa yang telah dipahami oleh seseorang yang boleh jadi memiliki hubungan dengan cara berperilaku (tanduk kita sehari-hari), cara hidup, cara menghambakan diri kepada sang khalik ataupun cara penerapan sebuah konsep tertentu yang sejalan dengan hati nurani. Logikanya begini kita tahu jika banyak sekali para ahli hukum yang paham dengan penerapan hukum yang telah ditentukan, malah hukum tersebut di permainkan dengan seenaknya, jadi boleh jadi orang seperti ini telah memiliki ilmu yang tinggi dalam bidang hukum tertentu namun tidak memiliki kesadaran untuk menerapkannya dengan benar seperti yang diharapkan oleh hukum tersebut. Inilah contoh yang mendasar mengapa kedudukan kesadaran itu lebih tinggi dari penguasaan ilmu.

Secara lebih jauh lagi sebenarnya kesadaran itu merupakan kata hati terhadap salah satu kebenaran yang datang dari logika yang sehat, akan tetapi cendrung diabaikan karena tingginya sikap ego seseorang untuk mengakui rasa sadar yang timbul didalam diri masing-masing. Bak kata bijak mengatakan jika hati yang dimiliki seseorang itu tidak dapat di bohongi akan tetapi rasa egolah (hawa nafsu) yang malah dapat menengelamkan sinar kebenaran yang datang dalam hati seseorang dimana sinar kebenaranya tersebut sebenarnya merupakan rahasia sang khaliq yang bertahta di hati kita masing-masing.  

Contoh lain yang lebih sederhana yang sering kita amati dalam kehidupan sehari-hari adalah perilaku orang merokok. Apakah mereka para perokok tersebut tidak tahu akan bahaya yang terkandung dari rerokok, pada hal sebagian  besar dari perokok itu juga termasuk dokter yang sangat paham dengan ilmu kesehatan dan jenis penyakit yang dapat ditimbulkan dari merokok tersebu. Lantas kalau mereka tahu mengapa mereka tetap juga merokok? Jawabanya adalah karena sebagian besar dari mereka belum memiliki sebuah kesadaran untuk mencegah bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh rokok pada diri mereka (belum sadar). Lantas melihat penomena ini, pakah kita bisa mengkatagorikan jika mereka para perokok itu tidak paham akan bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh rokok, tentu saja jawabanya tidak demikian.

Akibat dari kurangnya memiliki sikap kesadaran pada diri kita dewasa ini, maka pantaslah banyak sekali kita menyaksikan sebagian dari para wakil kita yang tidak sedikitpun berpihak kepada raknyat, dan para hakim yang tidak berpihak pada orang tertidas. Sebenarnya kejadian diatas tersebut tidak perlu terjadi kalau saja semua wakil dan pemimpim kita mempunyai kesadaran tentang apa fungsi dia dan apa yang akan dia lakukan berkenanan dengan tugas yang di embankan oleh raknyat kepadanya. Tetapi kayaknya akhir-akhir ini kita melihat jika konsep kesadaran itu sudah mulai agak jauh dari dalam kehidupan sehari-hari dalam negara kita, padahal klau kita sadari labih lauh sebenarnya kesadaran itu juga yang membedakan antara manusia dan binatang, sebab hanya manusia saja yang dibekali kesadaran ini yang direfleksikan melaui hati oleh sang pencipta. Klau kondisinya sudah seperti ini, apa lagi yang bisa kita banggakan selaku makluk yang paling mulia di muka bumi ini, subhanallah Sebenarnya konsep kesadaran itu tidak akan mudah datang dengan sendirinya dalam kehidupan kita, karena kesadaran ini mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan perilaku kita sehari-hari, dimana apa dan bagaimana kita akan terefleksi dengan sendirinya dibawah pengendalian hati kita masing-masing. 

Contohnya lain koruptor tentu paham korupsi itu tidak baik dan berdosa, tetapi mengapa dia tetap melakukanya? Jadi jawabanya karena perbuataanya itu telah membutakan hatinya untuk melihat kebenaran sehingga rasa kesadranya telah hilang dari hatinya. Jadi marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing seberapa besarkah kita memiliki rasa kesadaran tesebut? Itulah contoh kecil saja yang dapat saya berikan, contoh lebih jauh dapat anda pahami sendiri. 

Melhat situasi yang seperti yang saya gambarkan di atas, siapa yang harus disalahkan apakah keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat ataupun sistem yang tidak jelas, dimana kita tahu keempat hal yang saya sebutkan tersebut memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk pola kehidupan yang sudah demikian suram sekarang ini. Maka untuk itu mulaikanlah menanamkan sikap jujur untuk tidak berbohong pada diri kita masing dengan dengan peningkatan nilai keimanan pada diri kita masing-masing. Disamping itu lakukanlah refleksi tentang hakikat dari kehidupan di dunia ini, karena dengan adanya sikap refleksi pada diri kita masing-masing, saya yakin konsep kesadaran yang dimulai pada diri pribadi masing-masing akan mampu membuahkan hasil dalam mendorong tumbuhnya rasa kesadaran nasional yang akan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju tanpa dipenuhi oleh kebohongan yang nyata-nyata akan diminta pertanggung jawaban kelak nantinya di yaumil mahsyar.