Showing posts with label CERITA NARASI. Show all posts
Showing posts with label CERITA NARASI. Show all posts

Monday, February 27, 2017

Mengapa Begitu Cepat Ayah Berlalu

Mengapa Begitu CepatMengapa hari-hariku selalu seperti ini, diliputi dengan rasa iri dan juga sedih. Ratapanku kepadamu seperti tiada gunanya. Sama saja hari-hariku selalu melihat, mendengar, bersedih dan tak tahu harus berbuat apa hingga aku berkata “Mengapa terlalu cepat”. Inilah sekelumit cerita yang ingin aku sampaikan kepada mu, kisah yang semestinya tak kuceritakan tetapi inilah adanya. Seperti mimpi buruk yang berlari dihamparan gurun sahara.  
Tak henti-hentinya aku bersedih ketika melihat mereka, mereka dan anak-anak se usiaku yang bersalaman, berpelukan dan melepaskan rindu ketika ayahnya pergi untuk bekerja ataupun pulang dari bekerja.  Itu hanyalah sekitar jarak dan waktu yang tak dapat ditempuh dengan transportasi. Sedangkan aku hanya bisa menyaksikan aktifitas orang orang tersebut. 
Mengapa Begitu Cepat Ayah Berlalu
Mengapa Begitu Cepat Ayah Berlalu
Tetapi bagaimana dengan diriku sendiri, seorang gadis yang berusia sekitar 17 tahun yang takkan dapat lagi menyaksikan dan melihat bagaimana sosok ayah yang tegar, dermawan, berwibawa dan peduli tarhadap anak-anaknya seperti yang teman-temanku yang bercerita terhadap sosok kepribadian ayah mereka masing-masing yang selalu mereka idolakan. Pernah sekali aku tidak peduli dengan omongan teman-temanku tentang sosok ayah mereka karena aku terbawa oleh perasaan iri kepada mereka yang masih memiliki sorang ayah sedangkan aku sendiri sudah lama tidak melihat apa lagi mendengar kabarnya. Aku sadar bahawa sang yang maha khlaiq lebih menyanyangi ayahku sehingga beliau lebih dahulu dipanggil kepangkuanNya. 
Sekarang ini yang masih sering mengaung dalam ingatanku adalah sebuah kisah tragis tentang kematian ayahku yang diceritakan oleh ibuku kepada kami semua. Waktu itu aku baru saja mamasuki usia 17 tahun, sedangkan adikku yang juga seorang perempuan sudah memasuki usia 15 tahun, kami hanya terpaut usia 2 tahu. Aku memaksa ibuku bercerita tentang bagaimana ayahku dipanggil oleh illahi. Ibuku memulai ceritanya dengan mengatakan jka aku sudah berunsia 17 tahun dan sudah sangat dewasa untuk mencermati cerita dari ibuk ini. Aku hanya menduk lesu mendengar cerita ibuku. “ayahmu adalah seorang suami yang sangat hebat, dia tidak pernah mengeluh dengan apa yang dia peroleh dari usahanya. Kelahiran anak pertamnya yaitu dirimu adalah anugrah Allah yang sangat besr baginya. Tapi Allah berkehendak lain ayahmu tidak akan pernah dapat melihat kamu tunbuh dewasa sebagaimana orang lain. Ucap ibuku dengan pilu. Kemudian aku bertanya kepada ibuku, “apa yang menyebabkan ayah meninggal bu, apakah ayah sakit atau mengalami kecelakaan?”. Ibuku menjawab “ ibu tidak tahu pasti kejaidian yang sesungguhnya, yang jelas ayahmu adalah seorang kombatan GAM waktuNegeri ini dilanda konflik, sebelum ayahmu hendak pergi bergabung dengan GAM, ayahmu menyempatkan untuk memandikanmu dan adik mu dan tidak lupa juga menandani kalian berdua. Ayahmu kelihatan sangat baagian waktu menandani kalian berdua, dan beliau sempat berpesan kepada ibu untuk tolong jaga anak kita, semoga mereka kelak tumbuh dewasa dan hidup dengan bahagia. Itulah kata terkhir ayahmu sebelum belalu pergi ayahmu masih sempat mencium keniang kalian berdua. Kemudian ibu melanjutkan ceritanya, setelah kepergian ayahmu ibu tetap bekerja seperti biasa, hingga suatu hari ibu mendengar kabar jika ayahmu meninggal dalam kontak senjata di bakongan dan di makamkan disana. Ibuku meneteskan air mata ketika mencerutakan kejadian itu, kemudian melanjutkan katanya “ jika senadainya ibu dapat mengubah masa, maka terusterang ibukatakan bu tidak akan memilih untuk hidup dimasa itu, dimana keadaan warga selalu diliputi oleh rasa ketakutan, dan selalu dibayangi oleh rasa cemas dan kengerian. Pada masa itu setiap hari orang menyaksikan perang, kematian dan berbagai tindakan kejahatan yang sangat jauh dari nilai perikemanusian, masa yang sangat kelabu dan menakutkan semua orang. Namun ibu berharap cerita ibu ini bukanlah untuk menanamkan benih kebencian kepada pihak manapun, ibu hanya ingin bercerita kepada kalian supaya kalian tahu tentang sejarah kehidupan ayah kalian. Dan kamu yang sudah menjelang dewasa ini harus dapat menyikapi dengan bijak cerita ibu ini, karena selaku orang islam yang beriman tentang untung baik dan untung jahat kita harus tabah menerima semua apa yang telah menimpa kita. Kamu tahu jika semua kejadian itu merupakan sebuah perencanaan Allah, karena hidup ini adalah fana. Disamping itu ibu juga berharap jangan pernah kamu merasa iri dengan teman-temanmu yang masih memiliki ayah, nikmati saja kedamaaian yang sudah terwuud ini sehingga sampai ke anak cucumu kelak. 

Aku hanya terdiam membisu mendengarkan kata ibuku, rasa kagumku tumbuh dihatiku, ibu begitu tegar dan tidak sedikitpun terbesit di kata-katanya untuk sakit hati pada pihak tertentu, malah beliau memberikan dorongan yang luar biasa kepada kami untuk menatap hidup kedepan sebagai bekal hidup kami nantinya.        

Sebuah Pengorbanan dan Penantian Yang Panjang Untuk Mendapatkan Cinta Sejati

Sebuah Pengorbanan dan Penantian Yang Panjang Untuk Mendapatkan Cinta Sejati. Sinar mentari telah tersenyum melihat kicauan burung yang sedang menri-nari di hamparan sawah yang tertiup udara pengunungan yang sejuk dan penuh dengan warna kehidupan yang menjadi saksi lahirnya dua insan. Disekolah yang tidak jauh dari kota mega, dimana awal mula terkisah kehidupan remaja-remaja yang melukiskan sebuah cerita masa remaja “SMA” adalah masa yang mebuat seorang gadis lembut dan cerdas berparas cantik menghabiskan waktu indahnya bersama sahabat-sahabatnya, gadis itu bernama Mia. Mia adalah gadis remaja yang selalu ceria dan tidak membeda-bedakan siapapun yang ingin dekat dengannya untuk menjadi temannya. Setiap waktu luangnya, Mia selalu mengisinya dengan membaca buku sambil mendengarkan musik. Sikap yang lembut dan gaya bicaranya yang cerdas membuat teman-temannya ingin bersahabat dengannya. Salah satunya adalah Hafid salah seorang cowok remaja yang cerdas, sopan dan ramah yang menjadi sahabat dekat Mia di sekolah. 
Sebuah Pengorbanan dan Penantian Yang Panjang Untuk Mendapatkan Cinta Sejati
Cerpen Pengorbanan dan Penantian Yang Panjang

Mia dan Hafid selalu bertukar pikiran dan saling membantu satu sama lain terutama dalam hal mata pelajaran disekolah. Ketika hafid mengalami kendala dalam memahami materi pelajaran tertentu, Mia lah yang selalau menjelaskannya kepada Hafid, dan begitu juga sebaliknya. Persahabatan adalah sebuag harapan yang tidak akan pernah pudar tetap entah mengapa getaran itu kini mulai terasa berbeda, gejolak di hati Hafid kini sudah mulai berubah dari rasa bersahabat menjadi cinta. Perasaan tersebut sebenrnya ingin dipatahkan oleh hafid, namun Hafid sudah tidak bisa lagi mengontrol perasaan tersebut karena sudah terlanjur terbuai oleh perasaan tersebut, dan meski harus dia luahkan kepada Mia. Suatu hari hafid memutuskan untuk menemui Mia, dengan gugupny Hafid menyapa Mia “Mia” dengan penuh senyum mia membalas sapaan Hafid “ya hafid ada apa?”. Hafid boleh ngomong sesuatu ngak sama Mia” Tanya hafid. Mia menjawab “ ngomong aja Fid ada apa memangnya kelihatan serius banget”.  Mia sebenrnya hafid ngak mau lagi kita bersahabat!” kata hafid. Dengan terkejut mia merespon “maksud Hafid apa?” Hafid mulai menerangkan gejolak hatinya. “begini mia maksud Hafid, Hafid ingin kita berhubungan lebih dari sekedar teman ya itulah Hafid suka pada Mia, mau gak Mia jadi pacar Hafid?”. Mia menjawab “ ah Hafid ada ada aja, kita ini masih anak-anak mana boleh gituan, udah deh, Mia pergi dulu ya. Mia langsung berlalu dengan tidak sedikitpun mempertimbangkan perasaan hati Hafid kepadanya. 
Waktu terus berlalu dari heri kehari bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Hingga tibalah masa dimana Ma dan Hafid telah menamatkan pendidikan SMA. Kali ini Hafid kembali memburu cinta Mia karena Hfid berpikir jika dulu alasan mia karena masih anak-anak kali ini mungkin akan diterima karena Mia sudah menamtkan sekolah SMA. Hafid datanf berkunjung kerumah Mia dengan mebawakan bunga sebagai pelengkap ungkapan cintanya kali ini kepada Mia. “Mia skarang kita sudah menamatkan jenjang sekolah SMA, apakah kamu sudah siap menerima Hafid sebagai pacar kamu?” tanya Hafid dengan serius. Mia menjawab dengan bersahaja“maaf Fit, Mia rasa sekarang ini juga belum waktu kita berpacaran, Mia belum siap karena ingin fokus dulu untuk melanjutkan ke jenjang pedidikan selanjutmya” hafid hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa apa lagi karena dia sangat menghargai keputusan Mia, lagian Hafid berpikir jika Mia bukan menolaknya tetapi belum masanya saja untuk menerima Hafid. Kemudian hafit pamitan untuk pulang. 

Masa kuliah mereka jalani, kebetulan Hafid diterima di fakultas Kedokteran disalah satu kampus di pusat Ibukota Provinsi di daerahnya, sedangkan Mia melanjutkan studinya di kota lain di fakultas Ekonomi. Waktu terus belalu hingga akhirnya mereka sama-sama akan meyelesaiakan studi mereka, ketika mereka sudah melaksanakan wisuda, Hafid mendatangi Mia di kota tempat dia Kuliah dulu dimanan sekarang ini Mia sedang meniti karirnya bekerja di salah satu perusahaan ternama di Ibukota tersebut. Hafid yang telah terlebih dahalu menayakan alamat Mia kepada orang tuanya dikampung mendatangi tempat keidaman Mia. Mai agak terkejut dengan kehadiran hafid. Setelah mereka berbicara seadanya mengenai kegiatan masing-masing dimana Mia bekerja sebagai Bendahara Perusahaan dan Hafid sedang Menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis tibalah masanya kembali Hafid mengutarakan pesaraananya kembali kepada Mia yang sudah lama dia harapkan sewaktu mereka masih duduk di bangku SMA. “Mia bagaimana dengan sekarang ini, apakah wakgtu sekarang sudah tepat buat mia meberima pinanganku, aku serius mia, kali ini aku bukan hanya ingin menerima cintamu, akan tetapi saya ingin langsung menikahi mu jika kamu siap untuk menerima saya” kata Hafid. Mia tidak bisa berkata matanya berkaca-kaca mendengar ucapak Hafid tersebut, terbsit rasa kagum di hatinya akan kesetian Hafid yang selalu mengarapkan cintanya daro dulu. Dengan terbata-bata Mia menjawab” Fit kamu itu adlah sahabat aku yang terbaik yang pernah ada, dan saat ini aku sangat tidak beralasan untuk menolak ponangan kamu, sebenarnya jujur saja aku juga punya perasaan ang sam pada kamu ketika kita sama-sama di bangku SMA, akan tetapi aku menolak perasaan tersebut karena bagiku pacaran itu bukanlah hal yang bagus, karena saya hanya ingin berpacaran setalah menikah, sehingga segalanya akan terasa sangat indah. Teimakasih telah sudi untuk menunggu cintaku dalam waktu yang sangat lama, dan sekarang aku siap untuk kamu pinang menjadi itri mu” , mendengar jawaban tersebut hafid sangat bahagai kerana dia akan mendapatkan perempuan yang salam ini selalu menyita ruang hatinya semenjak dia di SMA. 

Taklama kemuaid merekanpun menikah, dan hidup dengan bahagia dan dikarunia satu putra dan 2 putri, mereka hidup dengan lebih dari ukuran berkeculupan, Hfaid yang berprofesi sebagai dokter spesialis dan Mia kini mulai meniti perusahan sendiri dengan dukungan baik moril ataupun materil dari sang auaminya.        

Sunday, February 26, 2017

Pahlawan Hati yang Hilang untuk selamanya

Pahlawan hati yang Hilang untuk selamanyaSurya mulai menjingga, azan magrib berkumandang diseluruh mesjid, hati ibu mulai gelisah karena ayah tidak pulang sejak dua hari yang lalu. Sekumpulan orang yang entah dari mana datangnya berseragam loreng dengan muka garang menyeret ayah entah kemana. Aku dan ibu hanya bisa menangis di sudut rumah, semenjak itu kami tidak lagi mendengar kabarnya apalagi melihat ayah. Akhirnya ibuku bangkit dari tempat duduknya dan pergi kekamar mandi mengambil handuk untuk menunaikan shalat magrib, dari raut wajahnya terlihat jelas kecemasan akan keadaan ayah, namun dia tetap berusaha tetap tegar dan menyembunyikannya dari ku.     

Diluar rumah terdengar letusan-letusan senjata, ibu cepat-cepat membereskan mukenanya dan segera berrgegas menemuiku dikamar yang lagi sendirian. Ibu memelukku dengan erat disertai air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya. Mulutnya tidak henti-hentinya beristughfar menyebut nama Allah sambilan menyelipkan doa untuk keselamatan ayah, sementara aku hanya terdiam membisu menyaksikan semua itu. 
Pahlawan hati yang Hilang untuk selamanya
Cerpen Pahlawan hati yang Hilang
Ayahku adalah seorang pedagang yang lumayan sukses dikampungku, ayah juga tergolong salah seorang yang terpandang dan disegani oleh semua orang di desaku karena kebaikan budinya. Ayahku juga dipercaya oleh semua masyarakat untuk menjual semua hasil bumi di desa kami untuk dijual ke pusat kota kecamatan di daerah kami. Namun tidak semua orang berpandangan positif atas kepercayaan yang diterima oleh ayahku dari masyarakat kampung tersebut. mungkin ada satu atau dua orang yang merasa iri dengan kepercayaan yang dimiliki oleh ayahku tersebut. Dimana pada akhirnya ada salah seorang yang merasa iri dengan ayahkau dan tega menfitnah beliau jika ayahku adalah salah satu orang yang memberikan makanan untuk Kombatan GAM kapada aparat kemananan yang sedang nge pos di desa tetangga.
Suara letusan senjata kini sudah mulai reda, tiba-tiba terdenbgar suara ketukan pintu di rumah kami, kami semua terdiam dan tidak berani membukan pintu. “ini aku adam, ani” terdengar suara di balik pintu. Wajah ibu seketika berubah menjadi berseri-seri, tanpa dikomando ibuku langsung bergegas membuka pintu, ibu menangis melihat kondisi ayah yang terluka, lemah dan tak berdaya, ibu memapah tubuh ayah untuk duduk dan menyuruhku untuk tidur. Setelah seminggu berlalu, kondisi ayahku kini sudah mulai membaik, ayah memutuskan untuk berdagang ke kota ibu melarang tetapi ayah tetap bersisikeras dengan keputusannya. 

Hari sudah mulai petang, ibu merasa cemas karena ayah belum juga pulang, ibu berusaha menpis hayalan yang tidak-tidak tentang ayah karena yah belum ke,bali, malam itu ibu menghabiskan malam dengan hati yang gelisah. Sayup-sayup sinar sang surya perlahan menjulurkan lidah kehidupanya untuk menerngi setiap lereng-lereng pegunungan menghidupkan semangat penduduk desa untuk menjalani pekerjaan dipagi hari yang cerah itu. Begitu juga dengan ibuku yang sedari tadi sibuk membersihkan perkarangan rumah dengan begitu bersemangat dan di iringin oleh riyuh-riang celotehan anak-anak yang bermain di halamn rumahku.  Akupun tak ketingggalan meluapkan kegembiraan dipagi itu dengan bermain diperkarangan rumahku, aku berlri kesan-kemari untuk mencari seteka tanah yang cocok untuk aku coret-coret dengan kayu kecil ditngganku. Kemudian aku mencot=ret-coret di atas tanah tersebut yang kemudian terbentuk gambar yang aku anggap sebagai gambar ayah dan diriku. Aku terpukau dan tak henti-hentinya memnadang mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah sebuah coret moret yang tidak berbentuk apa-apa namun bagiku itu adalah sudah sangat luar biasa bagi ku. Tanpa  kusadari ternyata gambar ayah yang kugambarkan tadi terhapus oleh jejak kaki anak yang lewat, namun akau tetap memandang lukisan wajah ayah dengan lekat-lekat ternyata ada bagian gambar yang rusak, seketika itu akupun kesal dan hendak memarahi anak tersebut namun suaraku tertahan. Seketika itupun ibu datang meyurukuhku untuk segara masuk kedalam rumah. 

Kemudian ibu langsung mengunci pintu dan semua jendela dan memelukku dengan erat. Entah apa yang kurasa pagi itu, yang jelas hanya suara letusan senjata yang terdengar oleh ku. Ibu memelaukku semakin erat sambil memanjatkan doa, sementara aku hanya bungkam dan tak atu apa yang terjadi, kulihat mata ibuku yang berkaca-kaca dan tetesan bening itupun mengalir membasahi keuda pipinya. Kami sangat ketakutan, peristiwa itu berlangsung sekitar dua puluh lima menit. Selama itupula ibuk memelukku dengan erat. Tak lama kemudia keadaan kembali normal, semua kebisingan senjata itu sudah tudak terdengar lagi yang tertinggal hanyalah hanyalah ketakutan yang medalam, dengan tidak melepaskan puelukannya, iu berusa mengintip dari celah-celah dinding rumah untuk memastikan jika keadaan sudah benar-benar normal namun tuba-tiba seseorang mengetuk pitu rumah kami, dengan perasaan was-was ibu mencob berpikir sejenak membuka pintu atau tidak. Namun pintu itu terus diketuk yang harus mau tidak mau ibu harus membukanya. Ibu membuka pintu rumah kami dan dia melihat pak rahmat dan penduduk kampung yang datang kerunahnya. Kemudian ibu bertanya” ada perlu apa pak?”. Heran tak biasanya pak rahmat datang kerumah. Kemudian pak rahmat kenjelaskan segala sesuatu yang terjadi kepada ayahku, sontak ibu terhenyak dan membisu, ibu belum bisa menerima semua kenyataan bahwa ayah telah tiada menghilang dimabil sibaju lorenga ketika pulang dari berdngan di kota semalam.  
Karya Anak MA Darul Aitami  


Saturday, February 25, 2017

Dihari Kepergian Sang Ibunda Tercinta

Suasana anak-anak sebayaku membuat suasana menjadi semakin damai. Semua pada lagi asiknya bermain, suasana sangat menyenangkan sekali, dan mentari terasa sangat-sangat terik seolah-olah memarahiku agar aku segera kembali kerumah.
Di rumah banyak sekali orang-orang pada berdatangan, aku sama sekali tidak tahu apa yang sebenrnya sedang terjadi di rumahku. Aku terdiam seketika disusul ayah yang kenudian menarik tangganku dengan mata berbinar.
Dihari Kepergian Sang Ibunda Tercinta
Kepergian Sang Ibunda Tercinta

Ayah... mengapa rumah kita menjadi ramai? Tanyaku kebingungan. “ayo nak ikut ayah” ayah membawa ku ke dalam ruma, lalu aku bertanya lagi “apa yang terjadi ayah?” dan jangan katakan jika yang sedang terbaring itu ibu” ujar ku, namun  keadaan berkata lain. 
Isak tangis ku tersedu-sedu melihat kabut-kabut nakal begitu cepat merenggut nyawa ibuku, wanita yang  sangat ku kasihi, tempat dimana aku mencari syurga illahi. Mengapa semua terasa berlalu begitu cepat, bagaikan petir disiang bolong keluh ku.
Ayah ku berujar “ayah juga tidak menginginkan ibu mu pergi begitu cepat, namun ajal telah datang menjemputnya disaat kamu dan ayah mesih sangat membutuhkannya.  Kemudian ayah menjelaskan kejaidian yang terjadi kepada ibu ssat di menghembuskan nafas terakhirya. “ayah juga tidak tahu secara pasti tetapi yang jelas itu semua disebabkan oleh penyakit ibu yang sudah terun temurun dari kakek mu sampai kepada almarhum ibu mu” memang ibu sakit apa? Dan mengapa beliua tidak penah menceritakannya kepada ku” tanya ku. Suasana senyap seketika auah menunduk entah apa yang sedang ayah pikirkan akupun tidak tahu. 

Kemudian ayah melanjutkan katanya “ sebenarnya ibu kamu mau memberitahu mu tentang penyakitnya ini, akan tetapi ibu kamu takut jika itu akan menjadi beban pikiran mu’ kemudian aku melanjutkan ucapanku “bagaimana bisa ibu terlihat begitu sehat selama ini? Ayah tidak bisa berkata apa-apa lagi dan meninggalkan ku sendiri yang masih terisak isak. 

Ditengah perjalanan menuju pemakaman ibu, aku tidak menoleh kemanapun, mataku hanya tertuju pada kerenda yang sedang di susung oleh orang-orang untuk mengantarkan ibundaku tercinta ke tempat pembaringannya yang terakhir. Bathinku sangat pilu ketika melihat ibuku benar-benar memejamkan matanya ketika kain kapan dibuka talinya saat tubuh terbujur tersebut dibaringkan di liang lahat sebagi tenpat istirahat yang terakhir. “doakan ibumu semoga bahagia di alam sanan” ucap ayahku sambil terisak. 
Sebelum aku dan ayahku meninglkan pusara, aku sempat memanjatkan doa dengan tulus supaya ibuku di tempatkan di tempat syurga firdaus oleh sanga yang maha khaliq. Dan aku berharap semoga kelak kami dipertemukan kembali di alam syurga. 
Rasanya aku sangat berat meningalkan pusara ibuku, namun aku tidak dapat merbuat apa-apa karena semua orang sudah berlalu yang tinggal kini hanya aku dan ayahlku saja, dan ayah mengajakku untuk kembali kerumah untuk mendoakan ibu.

Dalam senja aku berharap akan ada bianglala-binaglala menggodaku dengan warnanya yang idah. Aku yakin dibalik indahnya bianglala ada ibu yang telah menjadi bidadari-bidadari syurga untuk ayah. Aku tersenyum kecil membayangkan jika itu benar-benar menjadi kenyataan.
Aku melirik ke ayah, ternyata ayah sedang diam membisu menatap lukisan-lukisan fana tentang ibu. “ayah sedang memikirkan ibu ya?” tanyaku memecahkan keheninggan. 

Eh kamu ada ada aja sergah ayah. “Tetapi benrkan ayah lagi memikitkan ibu?” godaku. Namun ayah hanya diam membisu saja. 
Pagi ini mendung datang kembali menggantung di atas atap rumah ku, gerimis mulai turun semua sayu dan membisu. Tanpa aku tahu makna dari itu aku malah membatin “mungkin ini adalah sebuah pertanda jika ibu ku sedang sedih karena sedang meridui aku dan ayahku”. Ah bukankah tidak ada yang abdi di dubia ini semua fana dimana semua akan punah ditelah massa. 
Malam yang dingin membuat aku terbawa dalam mimpi yang ditemani bintang-bintang dan bulan. Aku melihat ibuku berpakaian serba putih wajah ibuku bersinar-sinar dan aku malah terus melangkah mendekati ibuku. “ kau terlihat sangat cantik ibu” ucapku. Ibuku hanya tersenyum dan tidak menjawab satu patah katapun. Aku dan ayah disini sangat merindukan ibu maukah ibu kembali bersama kami lagi disini” tanyaku. “Ayolah ibu aku mohon” pintu ku lagi. Kemudian ibuku menjawab maaf nak ibu tidak bisa dan agar kamu tahu saja jika ibu sangat bahagia disini, dan ibu juga selalu merindukan mu dan ayahmu”, jawab ibuku sambl terus berlalu. 

Karya Siswi MA darul Itami 
   
   

    
   

Thursday, November 24, 2016

Kisah Legenda Putri Naga (Legenda Kota Tapaktuan)

Kisah Legenda Putri Naga Kota Tapaktuan. Suatu masa dahulu kala, hiduplah dua ekor naga di sebuah gua dekat laut, mereka sangat mengahrapkan dikarunia seorang anak namun sayang tuhan belum menjawab doa mereka.’Ooh suamiku saya tidak tahu kenapa tuhan belum mengkarunia kita anak’ ucap naga betina kepada suaminya. “Oh istriku jangan berkata demikian karena saya sangat yakin Tuhan pasti akan mengkarunia kita anak dalam waktu dekat jika saja kita terus berusaha dan berdoa dan jangan pernah putus asa. kata naga jantan dengan bijak. 


Pada suatu hari, sebuah bot kecil berhenti di tepi pantai berhampiran dengan gua tempat naga tinggal. Naga jantan melihat bayi mungil dengan orang tuanya di dalam boat tersebut. Oh istriku lihatlah kesana di atas boat itu ada anak bayi yang sangat mungil di pangkuan orang tuannya, sungguh bahagianya mereka memiliki bayi semungil itu, ah bagaimana jika kita mangambil bayi tersebut dan mengadopsinya sebagai anak kita sehingga tidak ada lagi kesunyian di tempat kita ini’. Kata naga jantan. “Oooohh itu idea bagus suamiku, bagaimana jika kamu menyerang kedua orang tuanya semetara aku merampas bayi mereka dan melarikannya ke gua“. Kata naga betina. Tak lama kemudian naga jantan menyerang kedua orang tua bayi tersebut hingga tewas, sementara naga betina mengambil bayi mereka dan menyembunyikan di dalam gua, dan hari itu merupakan hari yang terakhir kalinya bayi itu melihat kedua orang tuanya. 

Hari demi hari, bayi tersebut tumbuh menjadi seorang gadis jelita, tetapi dia tidak mengetahui jika kedua naga tersebut bukanlah orang tua kandungnya. Suatu hari ketika kedua ekor naga tersebut sedang mancari makanan di hutan, gadis tersebut keluar dari gua dan berjalan-jalan menyusuri pantai, “ooh aku merasa bebas hari ini untuk melihat keindahan panorama tepi pantai ini, wow itu sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan dimana lautannya biru dan bersih dan pepohonan yang rimbun’. Ketika gadis itu menyesuri pantai dengan tidak disengaja dia melihat makluk lain yang mirip dengan dirinya, dia mengguman“ siapa mereka dan mengapa mereka kelihatan sama dengan diriku, dan mengapa aku sangat berbeda dengan kedua orang tuaku, saya ingin tahu mengapa aku sama dengan mereka’. Kemudian dia melamun dan berpikir di tepi pantai mengapa dia sangat berbeda dengan orang tua nya yang selama ini dia kenal. 

Setelah mempertimbangkan dengan matang, dia memutuskan untuk meninggal gua dan pergi ke desa yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal nya, saya pikir saya harus meninggalkan gua ini dan hidup dengan makluk disana yang lebih mirip dengan aku siapa tahu aku bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan orang tuaku yang sebenarnya. Tak lama kemdian dia berjumpa dengan orang kampuang itu dan dia mereasa sangat nyaman dengan masyarakat desa tersebut sampai dia melupakan kedua naga tersebut yangdia kenal sebagai orang tuanya.

Ketika kedua naga tersebut kembali ke gua dan mendpati putri mereka sudah hilang, kedua naga tersebut menyerit sekeras-kerasnya sampai suara mereka terdengar kekampung tadi. Adakah yang mau memberitahukan keberadaan putri kami? Atau kalian semua akan saya makan hidup-hidup. Kata naga jantan. Mendengar ancaman tersebut orang kampung menjadi takut dan melarikan diri untuk mencari pertolongan kepada sorang batapa sakti yang sedang bersemedi di dalam sebuah gua.. “Oh betapa sakti kami mohon maaf yang sebesarnya karena telah mengganggu persemedian mu, kami kesini ingin meminta bantuan mu untuk membunuh naga karena mereka akan memakan kami. 

Kemudian betapa sakti berkata “baiklah wahai para penduduk akau akan mencoba membantu kalian semua’. Kedua naga tersebut terus mengejar para penduduk hingga sampai ketempat betapa sakti itu, melihat bepata sakti yang menunjukan sikap menantang naga jantan berkata “ ha ha ha ha kamu mau menjadi pahlawan kesiangan buat mereka, kamu harus beroikir ulang untuk menentang kami atau kasian nanti jika seorang betapa sakti mati kami telan hidup-hidup ha ha ha ah ejak sang naga jantan. Tak lama kemudian kedua naga tersebut terlibat pertarungan seru dengan betapa sakti tersebut sampai kedua naga tersebut mati. Sampai sekarang tempat dimana naga dan betapa sakti itu bertarung di namakan guliran naga. Sementara bekas tapak kaki betapa sakti tersebut dikenal dengan tapaktuan yang sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. 


Saturday, October 22, 2016

KISAH ANAK DURHAKA AHMAD RAMANYANG


KISAH ANAK DURHAKA AHMAD RAMANYANG . Pada masa dahulu kala, didalam sebuah desa di Aceh, yang teletak di sekitar Krueng raya, hiduplah seorang pemuda yang tampan, bijak, pandai, rajin dan berbakti kepada orang tua. Dia bernama Ahmat (Ahmad Ramanyang). Pada saat itu pemuda tersebut sedang menginjak usia remajanya. Pekerjaan yang dilakukan saban harinya oleh pemuda tersebut hanyalah mengarap kebunya karena dia berprofesi sebagai seorang buruh tani. Dalam menjalani kehidupan sehari-harinya dia tidak pernah putus asa karena dia termasuk seorang pemuda yang pandai ilmu agama. Walaupun dalam keseharianya dia terkadang makan satu hari bahkan dua hari sekali tetapi dia tidak pernah mengeluh karena baginya itu adalah rezki yang telah ditetapkan oleh Allah kepadanya.

Ahmad Ramanyang
Kapal Ahmad Ramanyang Yang Sudah Menjadi Batu
Hari demi hari terus berlalu seiring terus berputarnya roda kehidupan, sehingga pada suatu hari terbisit keingginan pada pemuda ini untuk pergi meratau karena ingin merubah garis kehidupannya. Siapa tahu dia akan mendapat kehidupan yang layak diperantauannya nanti. Namun keinginan tesebut agak berat dia lakukan karena dia sangat berat untuk meninggalkan ibunya seorang diri di kampung ini, mana kondisi ibunya yang sudah semakin senja.

Pada suatu hari, dia malamun sepanjang hari di kebun dan tidak melakukan aktivitas apapun karena dia asik larut dengan rencananya untuk pergi merantau kenegeri orang supaya kehidupannya bisa berubah. Namun dalam lamunananya kali ini dia mendapatkan sedikit solusi tentang perencanaannya tersebut, mengapa aku tidak coba tanyakan dulu pada ibuku, sipa tahu aja beliau menyetujuinya. Setelah mendapat pemikiran seperti itu dia langsung bergegas pulang kerumanhya dan langsung menjumpai ibunya.'Mak, Amad mau bilang sesuatu pada mak, Ahmad berencana mau pergi merantau kenegeri seberang untuk merubah nasib hidup Ahmad’ kata Ahmad . ‘siapa yang akan menjaga mak disini nanti setelah kamu pergi merantau,’kata ibu Ahmad ‘iya mak tapi Ahmad berjanji untuk tidak akan lama kok mak, jika nanti Ahmad sudah kaya Ahmad akan kembali untuk menjemput mak tinggal dengan Ahmad disana’ kata Ahmad. Melihat keinginan anaknya yang begitu tinggi, akhirnya ibu si Ahmad menyetujui permintaan anaknya tersebut. Ya sudah kalau begitu berangkat saja lah, pesan mak jangan berbuat kejahatan di negeri orang, jadilah orang baik, dan selalu mengingat Allah. Ucap Ibu Ahmad sambil membelai rambut anaknya. 

Keesokan harinya Ahmad langsung berangkat dengan dengan diantar oleh ibunya di Pelabuhan Krueng raya. Kemudian sebelum Ahmad berangkat menuju kapal, ibunya berpesan kepada Ahmad, Ahmad rajin-rajinlah beribadah kepada Allah, berdoa dan berusaha supaya Allah akan memberikan kehidupan yang layak buat kamu, dan satu hal yang harus kamu ingat jaga akhlak kamu ketika berada di negeri orang supaya orang senang dan mudah membantu kamu kata ibunya. Ahmad hanya mengangu-angukkan kepalanya ketika mendengarkan semua pesan ibunya. Mak jaga diri mak baik-baik ya, dan insyaalh Ahmad akan mengingat semua pesan mak, semoga pesan emak ini bisa menjadi sebuah motivasi buat Ahmad, mak Ahmad pergi dulu ya. Ucap Ahmad sambil mencium kedua tanggan ibunya. 

Setelah menempuh perjalanan yang lumayang lama dan melelahkan akhirnya Ahmad tiba di negeri perantauan yang ditunjunya, dan mendapatkan pekerjaan pada seorang saudagar kaya raya. Singkat cerita akhirnya Amad tiba dinegeri seberang dan bekerja pada seorang saudagar kaya untuk menambat tali kapal yang singgah  di dermaga milik orang kaya tersebut. Hari demi hari terus berlalu, dan sekarang Ahmad telah berada sekitar 1o tahun lebih di negeri orang, Ahmad berhasil menjalani hidupmya di negeri orang dan menjadi kepercayaan tuanya, bahkan dia diberikan penghargaan oleh tuannya tersebut untuk mempersunting puteri satu-satunya yang dimiliki oleh saudagar kaya tersebut.. itu semua diperoleh oleh Ahmand karena dia selalu menjalankan semua nasehat ibunya ketika ia berangkat dulu.

Setelah mempersunting puteri saudagar kaya tersebut maka secara otomatis Ahmad menjadi orang kaya karena dia yang akan menjadi pewaris tunggal dari semua kekayaan mertuanya. Kondisi Ahmad yang sekarang sudah tidak lagi seperti dulu lagi karena kesibukan yang terlalu padat dalam mengelola usaha mertuanya tersebut membuat dia sudah jarang beribadah seperti dulu. Bahkan amanah ibunyapun sudah banyak yang diaabaikan karena terbawa oleh kenikmatan dan kemewahan dunia.

Pada suatu hari, istri Ahmad mengajak Ahmad untuk mengunjungi ibunya di kampaung halaman yang jauh berada di sebang lauatan. Bang Ahmad apakah abang tidak meridukan ibu mu yang telah melahirakan dan membesarkan mu? Kata istrinya. Mendengar pertanyaan itu Ahmad agak terkejut dan balik bartanya kepada istrinya. Mengapa kamu bertanya demikian, apakah kamu ingin kita berkunjung kesana yang jauh berhari-hari memngarungi lauatan? Tanya Ahmad. Istrinya menjawab, ya bang saya ingin sekali melihat dan berjumpa dengan orang yang telah mendidik seorang laki-laki dengan penuh ketaatan dan kesopanan’ jawab istri Ahmad. 
Okey lah jika begitu besok kita akan berangkat kesana ujar Ahmad. 

Keesokan harinya, merekapun memulai pelayaran untuk menuju ke kampung halaman Ahmad, setelah mengarungi lautan yang berhari-hari lamanya. Akhirnya merekanpun akan segera tiba di pelabuhan krueng raya Aceh besar. setelah sampai di krueng raya, Ahmad beserta istri dan semua kru kapal langsung turun dari kapal dan mereka agak takjub dengan keindahan alamnya yang masih sangat alami dan segar. Semua penduduk berduyun berdatangan menyambut saudagar kaya yang dulunya adalah salah seorang pemuda desa mereka. Sayup-sayup kabar kedatangan Ahmadpun sampai ketelinga ibunya, dan ibunya segera bergegas menuju ke pelabuhan kreung raya sambil membawa sebungkus nasi untuk sarapan anaknya.      

Setibanya di dermaga Krueng ibu Ahmad langsung mamangil Ahmad, anak ku ini mak mu nak, dan mak bawakan sebungkus nasi untuk sarapan mu, panggil ibunya. Mendengar suara tersebut istri Ahmad berujar kepada suaminya, suami ku, lihat itu ada perempuan tua yang memangi-mangil namamu katanya dia ibu mu, Kemudian Ahmad berkata, aku tidak kenal dengan perempuan tua itu, aneh masak dia berani mengaku sebagai ibu ku, apa dia tidak tahu jika ibuku adalah saudagar kaya disni, ucap Ahmad dengan lantang untuk menutupi rasa malunya kepada istri dan anak buah kapalnya. Mendengar ucapan Ahmad tersebut, ibunya berujar, Ahmad ini betul mak mu, apakah kau sudah tidak kenal lagi dengan mak mu ini’ ucap ibunya sambil menangis. 
Aku tidak lupa akan mak ku, tetapi saya masih ingat  mak ku bukan seperti mu, mak ku adalah oarang kaya raya seperti ku. Kata Ahmad. Kemudian Ahmad menyuruh awak kapalnya untuk menyeret perempuan tua tersebut jauh dari hadapanya. Mendapat perlakuaan seperti itu, ibu Ahmad berseru dengan lantang, Ya Allah jika laki-laki yang menyuruh menyeretku itu benar-benar darah daging ku, maka kutuklah dia beserta semua orang-oragnya menjadi bukit. Tak lama kemudian kejadian anehpun terjadi hujan disertai petir dan badai melanda di tempat tersebut dan yang aneh lagi setelah kondisi membaik seperti sedia kala malah terlihat sebuah bukit di dalam lautan  yang agak berhampiran dengan daratan, selidik punya selidik ternyata itu adalah kapal dan semua oarang yang ada di dalam kapal Ahmad tersebut.  
Sampai saat ini anda bisa menyaksikan bukit tersebut di sekiitar Krueng Raya aceh besar. Orang orang menyebut nya dengan Glee Kapai [bukit Kapal]. Danm kemudian orang-oarang manimai kisah ini dengan kisah Ahmad Ramanyang. Maksud kata ramanyang adlah anak yang tidak tahu membalas jasa budi orang tuanya. 

Thursday, October 20, 2016

NILAI MORAL DARI CERITA KANCIL DAN KURA-KURA


NILAI MORAL DARI CERITA KANCIL DAN KURA-KURA. Cerita kancil dan kura-kura rasanya tidak asing lagi ditelinga para pembaca, karena cerita ini merupakan jenis cerita yang sering kita dengar dari kakek kita dulu dimasa kita kecil. Kita tahu bahwa masa dulu ketika televisi tidak ada dan jaringan listrik negara (PLN) belum menjangkau seluruh wilayah di Indonesia rasanya yang sering dilakukan oleh anak-anak kecil diwaktu pada malam hanya mendengarkan cerita dari kakek ataupun nenek mereka, dan kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi di waktu itu. Tujuan bercerita disitu adalah untuk menanamakan nilai moral yang ada dari cerita tersebut kepada anak cucu mereka sehingga diharapkan dapat menjadi sebuah inspirasi bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sungguh indah masa itu walaupun tidak ada televisi namun kehidupan anak-anak pada masa itu sangat senang menikmati masa kecilnya dimana mereka terus dipupuk dengan nilai agama dan tradisi yang ada di lingkungan mereka.

Nilai Moral dari Cerita Kancil dan Kura-Kura
Cerita Kancil dan Kura-Kura


Dibawah ini saya akan menyajikan sedikit cerita dari perlombaan lari antara kancil dan kura-kura dimana nilai moral yang ada dalam cerita tersebut dapat menjadi sebuah ispirasi buat kita dalam mengarungi hidup di masa sekarang.   

Disuatu tempat di dalam hutan dan jauh dari perkampungan, terlihalah seekor kancil yang sedang menuruni sebuah bukit. Ketika sedang asik-asiknya menuruni bukit tersebut, tiba-tiba terlintaslah sebuah benda yang seperti kelihatan mengelinding dengan cepat, melihat benda tersebut kancil merasa ingin tahu “kira-kira benda apa itu tadi yang melaju begitu cepat”. Kancil mencoba terus mengajar benda tersebut yang terus mengarah turun kebawah bukit. Ketika asik mengejar benda tersebut kancil dikejutkan oleh sekumpulan suara binatang yang berada di samping kencil ”horee kancil kalah, horee kancil kalah”. Rupanya sekelompok binatang tadi mengira jika kancil sedang mengadakan lomba lari dengan binatang yang sedang dikejarnya tersebut. Kancil tidak menghiraukan celotehan mereka dia terus mengejar benda tersebut hingga sampai di bawah bukit. 

Begitu kancil tiba di bawah bukit tersebut, dia menyaksikan seokor kura-kura yang sedang merangkak. “Eh ternyata kamu ya yang beguling-guling tadi?” Tanya kancil. “Iya kebiasaan saya jika menuruni bukit lebih suka mengulingkan diri supaya cepat tiba di bawah” jawab kura-kura. Ketika mereka sedang asik berbicara tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sekumpulan binatang tadi “haaaa haaa haaa rupanya kancil lomba lari dengan kura-kura ya, masak kancil bisa kalah” kata salah satu dari kawanan binatang tersebut. Kancil langsung membalas, “siapa yang belomba saya hanya mengejar saja tadi karena saya penasaran dengan benda yang memgelinding dengan cepat tersebut” ucap kancil. “Masak, pokoknya kami gak percaya” kata binatang lain tersebut. Mendengar ucapan tersebut sang kancil jadi terpancing rasa keegoannya, sehingga mengucapkan kata “jika kalian gak percaya coba suruh kura-kura bertanding lari dengan aku” kata kancil. Mendengar kata tersebut sekumpulan binatang tadi mengajak kura-kura untuk menerima tantangan kancil, kura-kura menyetujui ajakan tersebut. Tak lama kemudian kancil membuat sketsa arena perlombaan tersebut, dan perlobaan akan diadakan besok hari.

Setelah waktu yang disepakati tiba, kancil dan kura-kura mengikuti perlombaan, kancil berlari dengan cepat sehingga menyebabkan kura-kura jauh tertinggal dibelakang. Melihat kura-kura tidak kunjung kelihatan dibelakangnya, kancil berpikir dalam hatinya, “ngapain saya harus lari dengan cepat mending saya istirahat dulu untuk melepaskan penat”. Kemudian kancil beritirahat dibawah pohon, karena dinginnya suasana di bawah pohon ditambah lagi dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat kancil mengantuk dan tertidur pulas. Kura-kura terus belari dengan lambatnya hingga akhirnya mencapai garis finish. Sekumpulan binatang yang mendapati kura-kura memenangi pertandingan jadi curiga apa yang terjadi pada sang kancil sehingga tidak mencapai finish. Mereka mencari dimana posisi kancil berada. Setelah melakukan pencarian yang relatif lama akhirnya mereka mendapati sang kancil sedang tertidur pulas. Melihat hal tersebut mereka membangunkan sang kancil dan memberitahukan jika kura-kura sudah memenangi perlombaan lari. Mendengar hal tersebut sang kancil tidak terima dan mengatakan akan diadakan perlombaan ulang, sementara kura-kura tidak komentar apa-apa dan menyangggupi permohonan sang kancil. 

Besok harinya mereka berlomba lagi dan apa kali ini sang kancil memenangkan perlomabaan lari, dengan senangnya dia mengatakan “lihat dulu siapa pemenangnya, jelas-jelaslah sang kancil mana bisa kura-kura yang lemot itu kalahin saya ha ahahahaha” ucap sang kancil dengan sombongnya. Mendengar ucapan sang kancil yang begitu angkuh, kura-kura berkata, “ini kan masih satu sama kemarin saya yang menangin perlombaan hari ini kamu, jadi masih ada satu perlombaan lagi baru boleh kamu katakan kamu pemenangnya jika kamu bisa menangin pertandingan besok”. Sementara kawan binatang lain mengiyakan ucapan kura-kura. Tiba-tiba sang kancil berkata “oke saya terima tantangan kamu”. Kemudian kura-kura malanjutkan ucapanya, “untuk pertandingan besok pagi saya yang akan menentukan arena perlombaan, kamu cuma mengikuti apa yang saya katakan”. Setelah menetukan arena pertandingan maka mereka pergi meninggalkan tempat tersebut, pulang ketempat tinggal masing-masing. 

Ke-esokan harinya pertandinganpun dimulai, sang kacil berlari dengan cepatnya untuk mengejar garis finish, namun ketika tiba di tengah perlombaan antara garis finish dan garis start, kancil harus menghentikan larinya karena ada sungai didepanya, kancil tidak mampu berbuat apa-apa dia hanya terpaku disitu karena dia tidak bisa berenang, dan lama-kelamaan terlihatlah kura-kura datang menghampiri sang kancil dan berkata, “kenapa bengong disitu gak mau mencapai garis finih ya, ya udah kalau begitu, saya duluan ya” ucap kura-kura sambil berenang melewati sungai dan tak lama kemudian sang kura-kura menang, sedangkan sang kancil langsung pulang kerumahnya karena merasa tertipu oleh kepicikan kura-kura untuk mengimbangan kesombangan dirinya. 

Nilai moral

Kalau kita memiliki kepandaian jangan pernah terlena dengan hanya merasa cukup dengan apa yang kita miliki, akan tetapi teruslah berusaha untuk memperbanyak lagi pengetahuan kita sehingga pola pikir kita jadi semakin luas, dan tidak pernah mengukur kepandaian kita dengan orang lain
Kita sebagai manusia ada kalanya memiliki daya tangkap yang tinggi dan pandai, terkadang kita sering memandang rendah pada orang yang memiliki kemampuan yang rendah. Tapi cobalah untuk lebih giat lagi, sehingga kita tidak pernah mengukur apa yang kita ketahui dengan apa yang orang lain tidak ketahui. Disamping itu jika kita terus giat mengasah semua potensi yang ada pada diri kita, kedepan kita pasti akan memiliki apa yang kita cita-citakan.  
Kemampuan yang kita miliki mungkin tidak pernah sempurna, karena selaku manusia kita hanya akan memiliki sebuah keahlian saja, jadi tetap fokus pada keahlian apa kita miliki disamping juga mengunakan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Misalnya kita hanya bisa membuat program komputer, tetapi kita tidak akan bisa memperbaiki mobil kita yang rusak dirumah sehingga kita akan membutuhkan batuan dari ahli mekanik perbengkelan. 

   



Thursday, October 6, 2016

THE LEGEND OF TAPAKTUAN


Long long time ago, there lived two big dragons in the cave by the seashore they had been hoping to have a baby, but God hasn’t answered their prayer yet.”Ooh my lovely wife I don’t know why the God has not  answered our praying yet to give us a baby “ said the dragon to his wife. “Oh my husband never said so, because I’m pretty sure the God will give us a baby  in near future as long as we keep traying to have it and never be miserable” said his wife wisely. 
The Story of Tapaktuan
The Story of Tapaktuan
One day, a small boat stopped on the bank of the sea next two dragons cave. The dragon saw a cute baby with her parent on the boat. Oh my wife look at there on the boat,  it is a baby and her parent and I want to take their baby and adopt it as our baby, is there any idea what to do my wife” said the dragon. “Oooohh yes my husband it is really a cute baby that I have ever seen, I think you have to attack her parent and I’ll take the baby out of the baot, what do you think my husband said his wife.  Yup I think it’s a good idea honey, okey let’s get it done “said the dragon to his wife. and then the male dragon attacked the parent of the baby meanwhile the female dragon took the baby to the cave when her parent were fighting and died eventually. That day was the last day the baby saw her parent. 

Day by day, the baby grew into a young girl, but she never knew that the dragons weren’t her parent, one day while the dragon looking for food, she came out of the cave and walked down to the beach, “ooh I fell free today because I have time to look arroud while my parents looking for food, wow it ‘s a really great scenery the beach is clean and the wave of the sea is so fantastic”. While she is going along the seashore she saw other creatures that seem the same as her, she maoned “who are they, why do they look like me, and why do I look different to my parents, I wonder why do I look the same with them”. Then she daydreamed at the seashore to realized that she was defferent to her parent that she had always known. 

After much consideration, she decided to leave the cave and went to the small village, I think I have to leave the cave and live with the people in the village said the dragon daughter”. Then She felt comfortable living with the people and started to find many friends overtime forgot her parent (the dragon). 

When the dragon going back to the cave they were mad after finding that their daughter disappears. They screamed until the villagers heard their voices, “where is my daughter, can anyone tell me where she is, or I will kill and eat you all”, said the male dragon. Hearing that threatening the villagers were afraid and ran to get help from the ascetic in the cave. “Oh ascetic help us the dragon want to kill us and we have no power to fight him ”said the villagers.  The ascetic said “okey I will help you”. Then the dragon came to see the ascetic and dragon said hahahahaha you want to be the hero for them I think you should think it again or you wil die”. The dragon and the ascetic fought until the dragon dead eventually. Then the place where the dragon and the man fought was called dragon cannel. While the footprint of the ascetic knows as tapaktuan. Tapak means footprint tuan (petapa) means the ascetic. 

Sunday, September 18, 2016

Cinderella



Once upon a time there was a girl named Cinderella. She lived with her bad step mother and two step sisters. She had to do all the household chores. One day, a king invited all the ladies in the kingdom to go to the ball in the palace. He wanted to find the crown prince a wife. The step sisters went to ball that night with their mother. Cinderella was left alone. She cried because actually wanted to go to the ball too.
The Narrative text of Cinderella
Cinderella get meried
Oh my god I don’t know why my mother do not allow me to go to the ball, actually I want to be as my step sisters as well to go the ball too hik hik hik
Just then the fairy godmother came with her magic wand, Hi Cinderella why do you look so sad, I am a fairy godmother come to help you tonight, said fairy godmother, oooh my fairy please help me actually I want to go to the ball tonight, but my mom do not allow me to get there, said Cinderella. Ok Cinderella just relax I will help you to go there, but you have to close your eyes, then Cinderella closed her eyes and the fairy godmother said “sin salabin abrakatabra”. When Cinderella opened her eyes she got a coach, two horses, and footmen. Fairy godmother also gave Cinderella a lovely dress to wear to the ball and a pair of glass slippers. She told Cinderella to get back before midnight.
“Cinderella I already given you everything you need to go to the ball, but promise me you must be back before midnight” said the fairy godmother. “Thank you so much for helping me my fairy, you may keep my word I’ll be back before midnight” said Cinderella.

At a ball, Cinderella danced all night with the prince. The prince felt in love with her. At midnight, “I’m sorry my lord I have to go home right away” said Cinderella, “ Cinderella the ball is not finish yet why do you want to go home now” said the prince, “sorry my lord I have no time to answer it”, said Cinderella. Then Cinderella run home unfortunately one of her glass slipper slipped at the door. She didnot have time to put it back on. The prince was sad as he could not find the Cinderella again that night. “Oh I do not know who her is, she is so cute but she left me here alone without having time to ask her address, can I meet her again? Oh it is her galss slipper I think I can find her again” sadi the prince.

The nexy day the prince and his men brought along the glass slipper. After searching for a long time, finally they came to Cinderella’s house. Oh my lord, it is a really great honerst for me you came to my house, is there any thing I can help you, said Cinderella’s step mother. Yeah actually we want to find the owner of this silpper said the prince, I have to daughters I think this slipper belong to one of them, said her step mother. Then her daughter tries to wear the glass slipper but it does not fit them, suddenly Cinderella came and ask the prince to allow her to try it. I’m so sorry my lord, can I have a try said Cinderella. Ha ha hahaha Cinderella I think that’s’ better you do not try it because it is impossible, it will fit you, you did not come to ball did you? Then cinderrella try to wear the galls slipper and fortunatelly it fits her. Then they got married and live happily everafter.