Monday, October 2, 2017

Definisi dan Karakteristik Pembelajaran Tematik

A. Pengertian Pembelajaran Tematik
Kata Pembelajaran Tematik berasal dari Bahasa Inggis integrated teaching and learning/integrated curriculum yang dikemukakan oleh Jhon Dewey adalah sebagai usaha mengintegrasikan pertumbuhan/perkembangan phisik perserta didik dengan pertumbuhan kemampuan intelensinya (pengetahuan). Konsep Pembelajaran tematik merupakan suatu konsep pendekatan untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, kebutuhan dunia usah disamping juga tuntutan lingkungan sosial masyarakat dan keluarga. Pada poin mengaitkan atau memadukan Materi ajar ini, sebenarnya kita bisa juga mengacu pada tahapan pengembangan silabus dimana salah satu poin dari pengembangan silabus adalah Artikulasi. Artikulasi berarti hubungan berbagai aspek kurikulum. Biasanya hubungan aspek ini terbagi menjadi dua kategori, vertikal dan horizontal. 

Definisi dan Karakteristik Pembelajaran Tematik
Definisi dan Karakteristik Pembelajaran Tematik 

Menurut Ornstein & Hunkins (2004: 244), Articulation means the relationship the various aspects of the curriculum. Normally the relationship of this aspect is divided into two categories, vertical and horizontal.  According to Ornstein & Hunkins (2004:244), vertical articulation shows the relationships of certain aspect in the curriculum sequences to lesson, topics, or courses appearing later in the program’s sequence. Horizontal articulation refers to association between or among elements occurring simultaneously. (Artikulasi vertikal menunjukkan hubungan aspek tertentu dalam rangkaian kurikulum pelajaran, topik, atau kursus yang muncul kemudian dalam urutan program. Artikulasi horisontal mengacu pada hubungan antara atau antar elemen yang terjadi secara bersamaan)

Disamping itu, pendekatan Pembelajaran Tematik ini dapat diartikan sebagai  pendekatan holistic, dimana pendekatan ini mengkombinasikan aspek aspek epistemology, aspek social, psikologi, dan aspek pendekatan pedagogic dalam menididk peserta didik. Kombinasi ini menghubungkan antara otak dan raga, antara pribadi dan pribadi, antara individu dan komunitas, dan antara aspek domain-domain pengetahuan (intelegensi). Menurut Wolfinger ( 1994:133 ) dia menyampaikan dua istilah yang secara teoritis memiliki hubungan yang sangat erat, yaitu integrated curriculum (kurikulum tematik) dan intregated learning (pembelajaran tematik). Kurikulum tematik adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan isi (content), ketrampilan (skill), dan sikap (Psikomotor).
Adapun perbedaan yang mendasar dari konsepsi kurikulum tematik dan pembelajaran tematik ini hanya terdapat pada aspek perencanaan dan pelaksanaannya saja. Pada keadaan Ideal, pembelajaran tematik seharusnya berasakan/terikat dengan kurikulum tematik, namun pada kenyataan pelaksanaanya menunjukan bahwa banyak kurikulum yang memisahkan mata pelajaran yang satu dengan lainnya (separated subject curriculum) padahal jika kita melihat pemisahan mata pelajaran tersebut sebenarnya masih bersifat Tematik (integrated learning).

Pembelajaran Tematik sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaranuntuk memberikanpangalaman yang bermakna bagi siswa. Dikatakan bermakna karena jenis pendekatan pembelajaran tematik ini siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami sebelumnya.

Pembelajaran Tematik merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Dasar dari Pembelajaran tematik ini sebenarnya berangakat dari teori pembelajaran yang menolak proses latihan/hafalan (drill) yang dijadikan sebagai kerangka dasar dalam pembentukan pengetahuan dan struktur intelegensi peserta didik. Adapun tokoh tokoh yang berada dibalik konsep pendekatan pembelajaran ini adalah Gestalt, (termasuk teori Piaget) yang menekankan bahwa pembelajaran itu haruslah bermakna dan menekankan juga pentingnya program pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak.

B. Karakteristik Pembelajaran Tematik
Dibawah ini adalah Beberapa jenis karakteristik Pmebelajaran Tematik yang harus a dipahami, dinatarnya adalah sebagi berikut:

1. Azas pembelajaran tematik ini merupakan jenis pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Jenis pendekatan student center ini sebemnarnya merujuk pada konsep curriculum student center, dan jenis ini sangat coco digunakan pada pola pendekatan belajar dijaman sekarang ini. Alsananya karena jenis pendektan ini lebih banyak memeposisikan peserta didik sebagai subjek belajar. Sedangkan pendidik lebih berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. Namun harus dipahami jika posisi siswa disini bukanlah sebagai penentu objeck (materi) ajar, melaikan pembelajaran dikembangkan lebih kepada minat siswa sehingga kelebihan (talent) yang dimiliki oleh siswa tersebut dapat dikembangkan. 

2. (Direct experience) jenis Pembelajaran tematik ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik ketika melakukan proses pembelajaran. Salah satu kelebihan dangan adanya direct experience ini peserta didik akan mendapatkan berbagai pengalaman ajar yang mereka pelajari karena peserta didik langsung dihadapkan pada konsidi pembelajarn yang real (konkrit) disamping itu pengalaman yang real ini juga dapat digunakan sebagai pokok utama dalam mamahami hal-hal yang bersifat abstrak baik berupa konsep atapun kerangka tertentu.

3. Dalam penyajiannya, konsep Pembelajaran tematik ini menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran (antar mata pelajaran). Ini bertujuan supaya peserta didik mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh, sehingga konsep ini dapat membenatu peserta didik untuk memecahkan berbagai permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Salah satu ciri khas dari konsep Pembelajaran tematik ini adalah bersifat fleksible. Anologi bersifat fleksible ini karena pendidik (guru) memiliki kebebasan dalam mengaitkan materi ajar anatr mata pelajaran (dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya), disampimng itu pendidik huga dapat mengaitkan materi ajar tersebut dengan kehidupan peserta didik baik dengan keadaan lingkungan sekilah ataupun lingkungan sekitar mereka..

5. Tujuan pembelajaran dengan kata lain hasil yang diperoleh oleh peserta didik  dapat dicapai sesuai dengan minat dan kebutuhan Peserta didik. Sehingga konsep ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberdayakan segala jenis potensi yang mereka miliki (talent) sehingga tidak terjadi pembunuhan potensi yang dimiliki oleh peserta didik tersebut. 

6. Kalau kita amati lebih jauh, sistem pembelajaran tematik ini kelihatan jika pemisahan antar mata pelajaran tidak begitu jelas, terutama pada tahapan pembelajaran dasar, dimana pada tingkat pembelaran dasar ini (SD) fokus pembelajaran materi ajar banyak diarahkan pada tema-tema yang paling dekat dan berkaitan dengan kehidupan peserta baik baik lingkungan atapun kehidupan sosialnya.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon