Friday, August 25, 2017

Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib

Konsep Rukun Agama Islam 
Islam merupakan salah satu agama yang diturukan Allah Swt kepada nabi besar Muhammad Saw. Sebagai orang yang beriman dan beragama islam maka kita diwajibkan untuk melakukan/menunaikan semua rukun islam yang telah ditetapkan tersebut. tidak akan sempurna islam seseorang seandainya mereka tidak memahami dan melaksanakan rukun islam. Sudah menjadi kewajiban dasar jika sebagai orang islam kita harus mengetahui jika rukun islam itu dikelmpokkan kedalam lima bagian, sebagaimana yang telah anda pelajari sendiri sejak kecil dulu baik dipengajian kampung ataupun di TPA TPA yang ada di linkungan anda sendiri.

Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib
Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib 

untuk mengulangi kempali disini saya jabarkan dulu aspek aspek rukun islam tersebut sebagai dasar untuk menjelaskan konsep kerugian dan ancaman Allah Swt kepada orang yang meninggalkan perintah kewajaiban untuk melaksanakan shalat tersebut. Sebagiamana yang sudah lumrah dan umum diketahui dan dipelajari jika rukun Islam itu dibagi dalam lima bagian yaitu, adapun lima bagian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengucap dua kalimah syahadat 
2. Melaksanakan shalat wajib lima waktu sehari semalam, 
3. mengeluarkan zakat jika sudah sampai nisabnya,
4. Melaksankan puasa pada bulan Ramadhan
5. Melaksanakan Haji ke Baitullah bagi orang orang yang memiliki kemampuan baik kemapuan secara ekonomi maupun kesehatan.

Itu gambaran hukum islam yang wajib diketahui oleh semua orang mukmin karena ini merupakan kosep dasar agaman islam. Soserang tidak akan dikatagorikan sebagai orang yang beragama islam jika tidak memahami konsep hukum islam ini. dalam bagian ini saya ahanya akan membahas masalah Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Perintah Shalat Wajib saja sebagaiman yang telah saya tentukan pada tipok pembahasa di atas sehngga tidak mencakup semua aspek rukun islam.  

Dasar Perintah malaksanakan Shalat
Setalah mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat sebagi pondasi dasar agama islam. Adapun kewajiban melaksankan shalat ini sebenarnya banyak sekali disebutkan oleh nabi Muhammad dalam hadistnya disamping juga terdapa dalam firman Allah Swt dalam Al-quran. Shalat merupakan salah satu ibadah yang hukunya wajib untu kita tunaikan sebanyak 5 waktu (Shalat Fardhu) satu hari satu malam, sebenarnya jika kita bandingkan dengan nikmat Allah Swt berikan kepada kita dari mulai kita membuka mata di pagi hari samapi dengan malam hari maka semua itu tidak akan sebanding dengan kewajiban menunaikan shalat sebanyak lima waktu tersebut sehari semalam. Lantas alasan apa lagi yang dapat kita jadikan sebagai alasan untuk tidak menunaikan shalat tersebut. Adapun berikut perintah-perintah shalat di dalam Al-Quran:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya: ‘(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,‘(QS.al Baqarah(2) : 3)

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: ‘Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.‘ (QS.al Baqarah(2) : 43)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: ‘Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,‘ (QS.al Baqarah(2):45)

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
Artinya: ‘Peliharalah segala sholat (mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk.‘  (QS.al Baqarah(2):238)

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ
Artinya: ‘Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) telah sujud (telah selesai sholat), maka hendaklah datang golongan yang kedua yang belum sholat, lalu sholatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata…‘. (QS.an-Nisa’(4):102)
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Artinya: ‘Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.‘ (QS.an Nisa’(4):103)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
Artinya: ‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah.‘ (QS.al-Maidah(5):6)

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلا يَأْتُونَ الصَّلاةَ إِلا وَهُمْ كُسَالَى وَلا يُنْفِقُونَ إِلا وَهُمْ كَارِهُونَ
Artinya: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta)mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS.at-Taubah(9):54)

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
Artinya: ‘Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.‘ (QS.Hud(11):114)

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
Artinya:‘Apakah yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka saqor, mereka menjawab, kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.‘  (QS.al-Mudatsir(74):42-43)

Sebenarnya masih banyak lagi dasar kewajiban shalat ini baik dari ayat ayat Allah Swt mauapun dari Hadit Nabi Muhammad Saw. 

Kerugian Meninggalkan Sholat Wajib
1. Shalat Shubuh: Cahaya wajah akan pudar. Sesorang yang meningalkan shalat Subuh maka cahaya wajah mereka kan hilang
2. Shalat Dzuhur: Hilangan keberkahan rezeki.
3. Shalat Ashar: mengalami masalah dengan kesehatan.
4. Shalat Maghrib: mereka tidak mendapatkan Pertolongan dari anak mereka di hari akhirat kelak.
5. ShalatIsya: hilangan kedamaian dalam tidur mereka.

Ancaman Meninggalkan Sholat Wajib 5 Waktu
1. Shalat Subuh  = Mereka akan disiksa selama 60 tahun di dalam Neraka
2. Shalat Zuhur  = Dosa mereka  sama dengan membunuh 1000jiwa orang islam
3. Shalat Asar = Dosa merek sama dengan meruntuhkan Ka'bah.
4. Shalat Magrib = Dosa mereka sama dengan dosa berzina dengan orang tuanya.
5. Shalat 'Isa = tidak ada keredhaan Allah bagi mereka untuk hidup di bumi Allah dan disegerakan agar ia mencari tempat lain selain dunia ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda  'Barang Siapa yang mengingatkan ini kepada orang lain. Akan aku buatkan tempat di surga baginya pada hari penghakiman kelak '

Sekian penjelasan singkat ini tentang Kerugian Dan Ancaman Meninggalkan Sholat Wajib orang islam semoga kita termasuk dalam katogori orang yang selalau menunaikan shalat pada waktunya sehingga kita akan mendapatkan semua kemudahan di hari akhirat kelak nantinya, dimana pada saat itu tidak ada pertolongan yang akan kita dapatkan salain dari pertolongan Allah Swt dan Rasulnya Nabi Muhammad Saw, amien ya rabbal ‘alamin. 


terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon