Tuesday, May 16, 2017

Supervisi Guru dan Tahapan pelaksanaanya

Tags
Supervisi Guru dan Tahapan pelaksanaanya
Supervisi guru merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah ataupun oleh guru senior yang di tunjuk oleh kepala sekolah dalam sekolah tersebut. Sisitem superviai ini sebaiknya dilakukan secara bertahapan ataupun secara berkelanjutan dengan terprogram dan terarah supaya mencapai apa yang ditergetkan oleh sekolah tersebut. 
Pelaksanaan Supervisi di Sekolah
Supervisi Guru dan Tahapan pelaksanaanya
Sebagaimana yang kita pahami bersama, Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik yang berguna membantu guru dalam mengembangkan kemampuan pengelola pembelajaran. Sebaiknya, program Supervisi akademik disekolah harus menjadi sebuah kegiatan yang terencana, terpola dan terprogram, yang bertujuan untuk merubah prilaku guru baik pola pikirnya ataupun kebiasannya dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan disekolah tersebut. Secara umum kita dapat golongkan tujuan Supervisi akademik dilakukan kepala sekolah ataupun yang senior yang ditunjuk adalah antara lain untuk: 

  • Membimbing guru untuk dapat memilih menggunakan strategi/metoda/teknik yang dapat mengembangkan berbagai potensi yang ada.
  • Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran bimbingan di dalam kelas.
  • Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan pasilitas pembelajaran baik merupa media ataupunpun alat bantu lainnya supay lebih terarah dan terampil.
  • Memotifasi guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan terperinci dan terarah sesuai dengan kopetensi yang telah di tentukan.
  • Melatih kemampuan mengidentifikasi permasalah guru, dalam rangka meningkatkan mutu proses hasil pembelajaran.
  • Membantu guru dalam mengambangkan kompetensi guru meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Membantu guru junior mengembangkan kurikulum silabus dan RPP.


Selain hal diatas, Sasaran umum dari proses supervisi akademik ini adalah untuk meningkatkan kemapuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, Menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, dan memanfaatkan sumber dan media pembelajaran pembelajaran yang ada dilingkungan sekolah. 

Tahapan Pelaksanaan Supervisi Guru

1. Siklus 1
Dalam tahapan pelaksanaan ini biasanya dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus pertama dan suklus kedua, setia siklus tersebut memiliki lingkupan yang sama yaitu Pertencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut.

a. Perencanaan
Sebelum melaksanakan kegiatan observasi guru, kepala sekolah melakukan hal-hal berikut :
  1. Meningkatkan pengetahuan supervisi akademik; dengan membaca modul tentang sipervisi akademik.
  2. Melakukan wawancara dengan guru yang akan disupervisi tentang jadwal, KD dan kesiapan guru yang akan disupervisi akademik. Ini bertujuan suapaya guru yang akan di supervisi akan memiliki kesiapan yang matang, misalnya dengan mendalami KD yang akan di supervisi oleh kepala sekolah.
  3. Menyusun program, membuat jadwal, membuat istrumen perencanaan kegiatan pembelajaran, instrumen observasi kelas, daftar pernyataan setelah observasi, dan instrumen tindak lanjut supervisi akademik. Dalam tahapn penyususnan instrumen penilaia sebaiknya kepala sekolah harus membuatnya dengan sebiak mungkin yang meliputi ospek-aspek yang perlu untuk di nilai, bukan hanya dengan melakukan kopy paste lembaran observasi yang ada. Disamping menentukan jenis instrumen penilaian, kepala sekolah juga hsrus medalami kembali semua aspek pengetahuan yang melinkupi pengetahuan pedagogik dan lain sebagianya,

b. Pelaksanaan
Kegiatan supervisi akademik meliputi tiga tahapan kegiatan yaitu : Pra Observasi, Observasi, dan Paska Observasi.

1). Pra observasi 
Dalam tahapan pra observasi ini, guru diberitahu dan dinyatakan kesiapannya untuk disupervisi oleh kepala sekolah atau guru senior serta menenentukan SK dan KD yang akan disupervisi, setelah ada kesepakatan jadwal, guru diminta untuk mengisi format pra observasi yang harus diisi, dan memberikan RPP yang akan digunakan pada saat disupervisi. Supervisor dalam hal ini kepala sekolah atau guru senior menelaah RPP yang telah diberikan oleh guru yang akan disupervisi. Dan memberikan sedikit catatan terhadap kelemahan-kelemahan penyususnanannya untuk digunakan sebagai acuan dasar dalam pelksanaan prose tahapan selanjutnya yaitu observasi. 

2). Observasi, 
Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati kegiatan supervisipun dilakukan. Kepala sekolah ataoun guru senior yang ditunjuk melakukan supervisi terhadap guru dikelas. Dalam tahapan ini, kepala sekolah ataupun guru senior tidak boleh melakukan peguatan yang lain seperti melakukan interupsi dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang disupervisi, tugas supervisi adalah mengamati dan menilai sebagai poin dasar yang digunakan pada tahapan selanjutnya. 
Adapun tahapan obsevasi yang dilakukan pada tahapan onservasi kelas ini mencakupi hal-hal berikut:
  • Pendahuluan pembelajaran diawali dengan mengucapkan salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai, lalu guru mengabsen kehadiran siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran dan hal lain sebaginya yang masih tergolong dalam katagori pendahuluan
  • Kegiatan inti menyampaikan informasi yang akan dipelajari. Dalam tahapan ini banyak sekali aspek yang harus diamati seperti penguasan kelas, penggunaan methode dan pendekatan dan juga kesuaian materi ajar dengan pncapaian materi yang telah ditentukan (diharapkan).
  • Kegiatan penutup diakhiri dengan menyimpulkan materi yang telah disampaikan.

3). Pasca observasi, 
setelah observasi dilakukan, dilanjutkan dengan kegiatan refleksi singkat dengan guru junior terhadap apa yang telah dilakukan pada tahapan observasi. Pertanyaan yang ditanyakan berkaiatan dengan bagaimana perasaan/kesan guru yang disupervisi tersebut setelah melakukan proses pembelajaran yang diamati oleh kepala sekolah ataupun guru senior yang ditunjuk.. Kemudian kepala sekolah ataupun guru senior yang ditunjuk memberikan pujian terhadap hal-hal yang sudah baik yang dilakukan oleh guru junior selama proses pembelajaran, dismaping juga penguatan terhadap hal0-hal yang belum sesuai dengan apa yang dilakukan pada saat pelaksanaan observasi di kelas. Poin penguatan ataupun masukan ini sangat diperlukan seklali disampaikan kepada guru yang disupervisi, dimana acuan ataupun catatan ini akan diperbaiki lagi oleh guru tersebut pada tahapan observasi siklus kedua. dengan adanya perbaikan ini, maka kelemahan pada siklus pertama dapat tertutupi pada siklus kedua sehingga penilaiannya akan menjadi baik dan seperti diharapkan oleh kedua belah pihak (Supervisor dan guru yang disupervisi) 

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon