Thursday, March 16, 2017

Unsur-Unsur Pembangun dan Karakteristik Puisi Anak

Unsur-Unsur Pembangun dan Karakteristik Puisi Anak
Menurut Dick Hartoko (dalam Arief Sudibyo, 2008: 4) unsur-unsur puisi yang paling penting terdiri dari dua, yaitu unsur sintaksis dan unsur tematik atau unsur semantik puisi. Unsur tematik atau unsur semantik puisi menuju ke arah struktur batin sedangkan unsur sintaksis mengarah pada struktur fisik puisi. Struktur batin adalah makna yang terkandung dalam puisi yang tidak secara langsung dapat dihayati. Sedangkan struktur fisik adalah struktur yang bisa kita lihat melalui bahasanya yang tampak. Adapun unsur-unsur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Unsur-Unsur Pembangun dan Karakteristik Puisi Anak
Unsur-Unsur Pembangun dan Karakteristik Puisi Anak
a) Struktur Batin Puisi

(1) Tema
Tema Adalah suatu pokok persoalan yang dikemukakan/disam;iakan oleh penyair, setiap puisi pasti memiliki tema, walaupun penyair menyembunyikan tema tersebut (puisi).
(2) Rasa
Rasa Adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terdapat dalam puisi yang dibuatnya. Setiap orang mempunyai pandangan, sikap, dan watak tertentu dalam menghadapi sesuatu hal.

(3) Nada
Nda Adalah sikap penyair terhadap pembacanya, atau penikmat karya puisinya tersebut. Bagaimanakah penyair itu memandang sesuatu dengan nada angkuh, Agresif atau rendah hati. Semua itu dapat diketahui oleh pembacanya, setelah menikmati karyanya itu. Keras dan Lembutnya makna yang dikumandangkan penyair melalui karyanya tersebut, hal ini banyak dipengaruhi oleh sifat dan watak dari diri penyair itu.

(4) Tujuan
Tujuan Adalah amanat yang disampaikan penyair melalui karya yang dihasilkan. Tujuan penyair dalam karyanya, banyaknya dipengaruhi oleh pekerjaan, cita-cita, dan pandangan hidup serta keyakinan agama.

b) Struktur Fisik Puisi

(1)Diksi
Seorang penyair harus cermat memilih kata-kata sebab kata-kata yang ditulis harus dipertimbangkan maknanya, adapun komposisi bunyi dalam rima dan irama, posisi/kedudukan kata itu di tengah konteks kata lain, dan juga kedudukan kata dalam keseluruhan puisi tersebut. Kata-kata dalam puisi tidak tunduk pada aturan-aturan logis sebuah kalimat, tetapi tunduk pada ritma larik puisi.

(2) Pengimajian
Pengimajian merupakan kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti pendengaran, penglihatan, dan perasaan. Baris atau bait puisi sering kali mengandung gema suara (imaji auditif), benda yang nampak (imaji visual), atau sesuatu yang dapat di rasakan, sentuh atau raba (imaji taktil).

(3) Kata Konkret
Untuk membangkitkan imaji pembaca maka kata-kata dalam puisi perlu diperkonkret. Jika seorang penyair mahir memperkonkret kata-kata, maka pembaca seolah-olah mendengar, melihat, atau merasa apa yang dilukiskan penyair dalam karyanya.

(4) Bahasa Figuratif (Majas)
Penyair biasanya mengunakan bahasa yang bersusun-susun atau berfigura sehingga disebut bahasa figuratif. Bahasa figuratif membuat puisi menjadi prismatis atau memancarkan banyak makna. Bahasa figuratif digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang tidak seperti biasa, yaitu dengan cara tidak langsung mengungkapkan makna tersebut.

(5) Verifikasi (Rima dan Ritma)
Sebuah Bunyi dalam puisi dapat menghasilkan ritma dan rima. Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Sedangkan ritma sangat berhubungan dengan bunyi dan berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat.

(6) Tipografi Puisi
Tipografi merupakan pembeda yang penting antara puisi dengan prosa dan drama.
Sedangkan I. A. Richard (dalam Sutedjo dan Kasnadi, 2008: 47) menjelaskan bahwa puisi itu mengandung unsur sebagai berikut.

a) Sense
Sense hakikatnya merupakan sesuatu yang diciptakan penyair lewat dunia puisi yang digambarkannya. Di sinilah, maka sence ini menyarankan akan pentingnya pemahaman dari gambaran puisi itu secara umum. Sekilas, siratan puisi tertentu dapat dilihat dari apa yang disampaikan penyair puisinya. Inilah hakikat dari apa yang disebut sence.

b) Subject matter
Subject matter sesungguhnya merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam bait-bait puisi atau pokok pikiran yang ditemukan dalam bangunan puisi.

c) Feeling
Feeling berkaitan dengan sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkan di dalam puisi. Objektivitas penyair dalam puisi, seringkali memang sulit, sebaliknya subjektivitas inilah yang melatarbelakangi sikap penyair terhadap pokok-pokok pikiran dalam puisi yang ditulisnya.

d) Tone
Tone berkaitan dengan sikap dan perasaan penyair kepada pembaca. Untuk mengetahui sikap penyair kepada pembaca, maka yang perlu dipahami adalah sikap penyair terhadap pokok masalah yang dikemukakannya.

e) Theme
Theme (tema) ini dapat diturunkan sebagai sebuah konsep ide dasar apakah yang melatarbelakangi puisi itu tercipta. Masalah yang melatarbelakangi dan hal yang membingkai tentu merupakan hal penting dalam menemukan tema dalam puisi.

Karakteristik Puisi Anak

Karakteristik puisi anak memang berbeda dengan karakteristik penyair dewasa. Dengan mengadaptasi pendapat Djojosuroto (dalam Alfiah dan Yunarko Budi Santosa, 2009: 26), ciri-ciri kebahasaan puisi anak dapat disimpulkan sebagai berikut.

a) Unsur Ekstrinsik
(1) Diksi atau dikenal dengan pilihan kata, pada puisi anak masih termasuk agak mudah untuk dipahami, karena belum begitu menggunakan makna kiasan.
(2) Baris dan bait dalam puisi anak biasanya tidak terlalu banyak, satu bait memiliki 3 sampai 4 baris dalam setiap puisi yang ada.
(3) Interpolasi (penyisipan kata pada kalimat dalam sebuah puisi untuk memperjelas makna) pada puisi anak jarang dipakai.
(4) Kata nyata pada puisi anak sangat dominan. Bentuk kata nyata itu berupa kata konkret dan khusus, bukan kata abstrak.
(5) Rima, yaitu sajak atau persamaan bunyi atau pengulangan bunyi merupakan ciri yang dominan pada puisi anak.

b) Unsur Intrinsik
(1) Tema puisi, adalah gagasan pokok (subject-matter) yang dikemukakan oleh penyair. Dalam pembelajaran siswa harus mampu menuliskan
sebuah puisi dengan tema yang mudah, seperti: alam, kemanusiaan, cinta kasih kepada orang tua, dan lain-lain.
(2) Intention atau tujuan dan amanat, yaitu hal-hal yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca melalui puisinya. Sebenarnya, dalam puisi anak, tujuan dan amanat yang akan disampaikan adalah perasaan duka, suka, benci, kagum, amarah, dan kasih sayang, dalam penulisan puisi yang disampiakan.
(3) Gagasan pokok dalam penulisan puisi anak tidak jauh berbeda dengan setiap larik pada baitnya. Anak-Anak dalam menuliskan sebuah puisi, biasanya setelah menemukan tema dan topik dilanjutkan dengan menuliskan gagasan pokok yang ada. Dari itulah anak akan dapat membuat puisi sendiri setelah menemukan gagasan pokok.
(4) Majas, yaitu penggunaan gaya bahasa oleh penyair untuk melukiskan, mengungkapkan dan mengeluarkan, perasaan maupun pikiran dalam menulis puisi tersebut. Pada puisi anak, gaya bahasa yang digunakan tidak terlalu sulit karena penggunaan gaya bahasanya termasuk sedikit, penerapan kata pada puisi dalam setiap barisnya lebih ke makna denotasi.
(5) Bahasa puisi, bahasa yang diguna kan dalam puisi anak masih termasuk lugu dan kebanyakan bermakna denotasi, belum berani menggunakan makna kias.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon