Saturday, March 18, 2017

Pengertian dan Jenis Ragam Puisi dalam Pembelajaran

Tags
A. Pengertian Puisi
Puisi merupakan salah satu genre atau jenis sastra yang seringkali disamakan dengan “sajak”. Akan tetapi, sebenarnya kedua istilah itu tidak sama, puisi merupakan jenis sastra yang melingkupi sajak, sedangkan sajak adalah bagian atau individu dari puisi. Secara etimologi istilah puisi berasal dari bahasa Yunani poeima ‘membuat’ atau poesis ‘pembuatan’, dan dalam bahasa Inggris berasal dari kata  poem atau poetry akan tetapi arti dasar ini lama kelamaan semakin berubah (dipersempit ruang lingkupnya) menjadi ‘hasil seni sastra’, yang kat a-katanya disusun menurut syarat -syarat yang tertentu dengan menggunakan irama, sajak, dan kadang-kadang kata-kata kiasan.

Pengertian dan Jenis Ragam Puisi dalam Pembelajaran
Pengertian dan Jenis Ragam Puisi dalam Pembelajaran
Pada hakikatnya puisi merupakan sebuah karya sastra yang mengungkapkan perasaan para penyair secara imajinatif (hayalan). Wujud karya sastra tersebut muncul karena puisi merupakan karya seni yang puitis. Dikatakan puitis karena membangkitkan perasaan, menarik perhatian, bahkan memancing timbulnya tanggapan pembaca. Herman J. Waluyo (1987: 25) memberikan beberapa batasan tentang pengertian puisi yaitu:
a) Dalam puisi terjadi pengkonsentrasian atau pemadatan segala unsur kekuatan bahasa;
b) sistem penyusunannya, unsur -unsur bahasa itu diperbagus, dirapikan, diatur sebaik-baiknya dengan memperhatikan irama dan bunyi;
c) Puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan pe nyair yang berdasarkan mood atau pengalaman jiwa dan bersifat imajinatif;
d) Bahasa yang dipergunakan bersifat konotatif, hal ini ditandai dengan kata konkret lewat pengimajian, pengiasan,  dan pelambangan, atau dengan kata lain dengan kata konkret dan bahasa figuratif tertentu;
e) Bentuk fisik dan bentuk batin puisi merupakan kesatuan yang bulat dan menyatu raga (utuh), tidak dapat dipisahkan, dan merupakan sebuah kesatuan yang padu (erat). 

Bentuk fisik dan bentuk batin itu dapat ditelaah unsur -unsurnya hanya dalam kaitannya dengan keselu ruhan. Lebih lanjut Herman J. Waluyo (2003: 1) mendefinisikan puisi sebagai karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata yang kias (imajinatif). Kata -kata betul-betul dipilih aga r memiliki kekuatan pengucapan. Salah satu cara agar puisi memiliki kekuatan pengucapan yaitu dengan memilih kata -kata yang memiliki persamaan bunyi (rima).
Menurut Hudson (dalam Sutedjo dan Kasnadi, 2008: 2) puisi adalah salah satu cabang sastra yang meng gunakan kata -kata sebagai medium penyampaian untuk membuahkan iimajinai dan ilusi, contohnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasanide pelukis dari gambar tersebut. Sedangkan 
menurut Sutedjo dan Kasnadi (2008: 2) pengertian puisi menyiratkan beberapa hal penting yaitu:
a) Puisi merupakan ungkapan pemikiran, gagasan, ide, dan ekspresi penyairnya.
b) Bahasa puisi bersifat konotatif, simbolis, dan lambang karena itu penuh dengan imaji, metafora, kias, dengan bahasa figuratif yang estetis.
c) Penyusunan la rik-larik puisi mempertimbangkan bunyi dan rima semaksimalnya.
d) Dalam penulisan puisi terjadi pemadatan kata dengan berbagai bentuk kekuatan bahasa yang ada.
e) Sedang unsur pembangun puisi yang mencakup unsur lahir dan batin .
puisi membangun kekuatan yang padu
f) Bahasa puisi tidak diikat oleh kaidah kebahasaan pada umumnya, karena kata puisi memiliki kebebasan untuk menyimpang dari kaidah kebahasaan yang ada, biasanya disebut dengan licensia poetica.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa puisi adalah ragam sastra yang merupakan ungkapan pemikiran, gagasan, ide, dan ekspresi penyairnya. Keindahan puisi terletak pada persamaan bunyi dan iramanya. Hasil cipta manusia yang terdiri atas beberapa baris dan memperlihatkan pertalian makna yang membentuk bait. Dan puisi lahir dari hasil imajinasi seseorang dari lubuk hati yang paling dalam yang dituangkan ke dalam tulisan dan terdiri dari rangkaian kata-kata yang indah dan mempunyai sejuta rasa dan penuh arti.

B. Ragam Puisi
Sutedjo dan Kasnadi (2008: 3) mengatakan bahwa ragam puisi itu bermacam-macam. Jika dilihat dari bentuk maupun isinya, maka beberapa ragam puisi dapat dikemukakan sebagai berikut.
a) Puisi elegi, puisi jenis ini hakikatnya merupakan puisi yang berisi tentang ratapan dan kepedihan penyair.
b) Puisi romance, jenis puisi ini merupakan luapan batin penyair (seseorang) terhadap sang pujaan atau kekasihnya.
c) Puisi dramatik, puisi ini merupakan penggambaran dari perilaku seseorang, baik lewat perlakuan, dialog, maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran tentang kisah tertentu.
d) Puisi satirik yaitu merupakan puisi yang mengandung kritikan atau sindiran tentang kepincangan yang terjadi di keadaan tertentu.
e) Puisi didaktik, puisi ini merupakan puisi yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil oleh pembaca, atau memang penyair ingin menyampaikan nilai-nilai edukatif yang penting untuk dipahami pembaca.
f) Puisi naratif (balada), puisi ini merupakan puisi yang berisi tentang cerita dengan pelaku, perwatakan, setting maupun rangkaian peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita.
g) Puisi kamar, puisi jenis ini biasanya merupakan puisi yang hanya menarik ketika dibaca sendiri dalam kamar, artinya puisi ini kurang menarik jika dipanggungkan.
h) Puisi konkret, merupakan puisi dalam kategori puisi kontemporer, biasanya mengandalkan visualisasi konkret, bentuk tipografisnya sebagai sarana dalam menyampaikan pesan di dalamnya.
i) Puisi pamflet, jenis puisi ini biasanya banyak digunakan untuk kepentingan demonstrasi.
j) Hymne, puisi ini berisi tentang pujian kepada Tuhan atau kepada tanah air, puisi ini bernada agung, khidmat, dan penuh kemuliaan.
k) Ode, puisi ini berisi pujian terhadap seorang pahlawan atau seorang tokoh yang dikagumi penyair.
l) Epigrampuisi ini termasuk puisi lirik yang berisi ajaran kehidupan, sifatnya mengajar dan menggurui, bentuknya pendek dan bergaya ironis.
m) Puisi humor, puisi ini adalah puisi yang mencari efek humor, baik dalam isi maupun teknik sajaknya.
n) Parodi, merupakan puisi lirik yang bersifat ejekan (mirip dengan satire) tetapi ditujukan kepada karya seni.
o) Pastoral, merupakan puisi lirik yang berisi penggambaran kehidupan kaum gembala atau petani di sawah-sawah.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon