Monday, December 26, 2016

Pentingya Memperingati Hari Kelahiran Rasulullah Muhammad Saw.

Memperingati Hari Kelahiran Rasulullah Muhammad Saw. Menurut catatan sejarah yang telah banyak dikemukakan oleh para ulama bahwa rasulullah Saw lahirpada tahun 571 Masehi tepatnya pada tanggal 12 rabiul awal. Tahun tersebut juga dikenal dengan julukan tahun gajah, karena pada hari kelahiran baliau terjadinya periistiwa perencanaa perusakan Ka’bah Baitullah oleh pasukan raja Abbraham dengan mengunakan bala tentara yang mengendarai Gajah. Peristiwa pengrusakan Ka’bah Baitullah yang telah direncanakan oleh raja Abraham tersebut tidak terealisasi seperti yang direncanakan, karena Allah Swt mengirimkan segerombolan burung untuk menghalau pasukan gajah ketika hendak menghancurkan Ka’bah Baitullah. Segerombolan burung tersebut diperintahkan oleh Allah untuk mengambil batu kerikil dari dalam neraka untuk dijatuhkan tepat di atas pasukan tentara gajah tersebut, sehingga tubuh mereka hancur sepeti daun dimakan ulat. Kejadian ini juga ikut di abadikan dalam salah satu surah dalam al-quranul Karim yaitu surah al-fil, dan nama nurung tersebut disebutkan dengan nama abil. 
Memperingati Hari Kelahiran Rasulullah Muhammad Saw.
Maulid Nabi Muhammad Saw

Sedikit berulang kebelakang, beberapa jam sebelum kejadian penghancuran Ka’bah Baitullah, pada pagi harinya seorang rasul pilihan Allah atau lebih dikenal dengan sebutan habibullah lahir tepat pada pagi hari senin, dan kakeknya Abdul Muthaleb sangat gembiran dengan kelahiran cucunya yang yatim tersebut, dan sebagai penjaga Ka’bah Baitullah beliau menyempatkan diri hadir ke Baitullah dan beliau menyerahkan kepada Allah atas perencanaan pengahancuran Ka’bah oleh raja abraham sebab beliau tidak memiliki daya untuk mencegah rencana tersebut. Yang harus dipahami kakek nabi muhammad Saw, ini masih mengikuti ajaran agama Allah yang disampaiakan oleh nabi ibrahim, dan bukan penganut penyembah berhala.
Kelahiran nabi besar muhammad Saw, merupakan awal dari era perobahan akhlaq manusia dimana pada masa beliau lahir dinamakan masa zaman jahiliah, keadaan manusia saling bunuh membunuh, saling rampas merampas dan yang kuat menjadi raja yang lemah menjadi mangsa. Allah mengutus rasul yang akhir jaman ini adalah untuk menyempurkaan akhlaq manusia. seperti firman Allah dalam Alquran yang artinya” sesunggunya sudah ada pada diri rasulullah itu suri tauladan yang baik”. Selain itu Allah mengutus nabi Muhammad Saw, juga sebagai rahmat untuk sekalian alam, ini seperti tersebut dalam salah satu firman Allah dalam Al-quran yang artinya” tidak Aku utus engkau Hai Muhammad selain menjadi rahmat bagi sekalian Alam.

Dalam massa kehidupan beliau yang tidak begitu lama Nabi Muhammad Saw berhasil merobah peradaban manusia dari kehidupan yang jahiliyah ke kehidupan yang islamiah dan bertauhid kepada Allah yang maha Esa. Setelah beliau wafat, risalah beliaupun terus berkembang bahkan berbagai sejarah kegemilangan islampun bermunculan bukan hanya di daratan arab akan tetapi menyebar luas keseluruh belahan dunia. Coba kita bayangkan apakah ada sorang manuasia selain baginda Nabi Muhammad Saw yang mampu melakukan perobahan peradaban di dunia hanya dalam waktu 25 tahun (jika di hitung setelah beliau menjadi nabi dan rasul) sampai dengan sekarang dimana beliau masih sangat dicintai dan dijaga dari orang yang mencela baliau oleh para pengikut beliau termasuk saya dan anda yang islam. Begitulah janji Allah ayang akan terus menjaga kemurnian islam sampai akhir jaman sehingga tidak akan mampu di kotori oleh pihak-pihak yang ridak senang dengan islam. Sangking sintanya umat nabi muhammad Saw kepada baliau, sehingga perayaan hari kelahiran beliaupun masih di peringati sampai dengan hari ini. Melihat begitu besarnya pengaruh perobahan yang dilakukan oleh beliau terhadap dunia kehidupan maka tidak salah jika nabi Muhammad Saw, mendapat urutan orang nomor satu yang berpengaruh di dunia oleh seorang penulis yang nota benenya bukan orang islam. 

Jadi tidak salahnya jika kita sebagia umat dari nabi muhammad Saw untuk merayakan hari kelahiran beliau se-meriah dan seiklas mungkin dengan dilandasi oleh rasa kecintaan kita kepada beliau, sehingga dengan memperingati hari kelahiran beliau (Maulid Nabi Muhammad Saw) kita bisa menghadirkan jiwa beliau kedalam hati kita dan rasa keimanan kita semangkin bertambah. Kita sebagai salah satu umat yang lahir jauh setelah wafatnya nabi Muhammad Saw, rasanya peringatan maulid ini bisa menjadikan kita begitu dekat dengan baliau dan seolah-olah nabi muhammad masih sangat dekat dengan kita sehingga proses kelahiran beliau terasa masih baru saja terjadi walaupun sebenarnya beliau telah wafat sekitar empat ratusan tahun yang lalu. 

Dalam sebuah riwayat dikabarkan pernah rasululullah Nabi Muhammad Saw duduk dengan para sahabat kemudian beliau bertanya kepada para sahabat sekalian, Wahai para Sahabatku tahukah kalian siapa hamba Allah Swt yang mulia? Para sahabat terdiam, lalu kemudian salah seorang sahabat berkata ”para malaikat ya rasulullah merekalah yang mulia” kemudian baginda berkata “ya para malaikat itu mulia karena dekat dengan Allah dan mereka senantiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tapi bukan itu yang aku maksudkan”. Lalu kemudia para sahabat kembali terdiam, lalu salah salah soerang sahabat kembali berkata “ya rasulullah tentulah para nabi, merekalah yang mulia itu”  nabi Muhammad saw tersenyum dan berkata “para nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah Swt di muka bumi bagaimana mungkin mereka tidak mulia, tapi ada lagi yang lainnya”. Para sahabat nabi semua terdiam dan bertanya-tanya siapa lagi yang mulia, hingga kemudia salah seorang sahabat berkata  “ya Rasulullah, Apakah kami sahabat mu ya rasulullah yang mulia itu”. Kemudian baginda nabi memandang satu-persatu wajah sahabat-sahabatnya, beliau tersenyum baginda berkata “tentulah kalian mulia kalian dekat dengan ku, kalian membantu perjuangan ku bagaimana mungkin kalian tidak bahagia, tentulah kalian mulia. Tapi ada lagi yang lain yang mulia, para sahabat terdiam semuanya mereka tak mampu berkata apa-apa ;agi. Tiba-tiba baginda nabi Muhammad Saw menundukkan wajahnya dan menangis di depan para sahabatnya. Para sabahat bertanya mengapa engkau menangis ya rasulullah, kemudian rasulullah mengangkatkan wajahnya sehingga terlihat air mata yang membasahi pipi dan jangguntnya, lalu baginda berkata “wahai para sahabatku sekalian tahukah kalian siapa yang mulia itu, mereka adalah manusia-manusia yang akan lahir jauh setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah dan tahukan kalian mereka tak pernah memandangku  mereka tak pernah melihat wajahku mereka hidup tidak dekat dengan ku seperti kalian sekarang ini, tetapi mereka begitu rindu kepada ku dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya akupun sangat rindu kepada mereka, mereka yang mulia itu adalah umatku.    

Dari riwayat diatas kita bisa pahami bagaimana rindunya rasulullah kepada kita umatnya pada akhir zaman, tetapi coba kita bayangkan apakah kita yang sekarang ini juga merindukan beliau sebagaimana beliau merindukan kita. coba tanyakan para diri anda masing-masing sudah seberapa besarkah kecintaan kita kepada Allah dan rasulullah, apakah anak-anak kita sudah kita tanamkan kecintaan kepada rasululullah atau malah mereke sibuk mencintai ikon ikon para artis yang lagi ngetrend sekarang ini. 

Bertepatan dengan bulan maulid yang mulia ini marilah kita sisihkan sedkit harta kita untuk merayakan kenduri maulid di rumah kita ataupun di kampung kita kalau bisa semeriah mungkin untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada rasulullah. Apa lagi ada pendapat sebagain besar ulama jika bulan maulid itu terdiri dari tiga bulan sepuluh hari dengan dihitung dari hari pertama bulan rabiul awal.  
    
   

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon