Wednesday, November 16, 2016

Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian Bagian 2

PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN Bagian 2. Pada penulisan sebelumnya saya sudah menjabarkan ulasan tentang petunjuk penulisan bab I dan II, kali ini akan melanjukan pada usalsan Bab III sampai Tuntas. Berikut ini saya akan menyajikan lanjutannya. 

PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN
PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN

Bab 3 METODOLOGI

Bab ini biasanya menjelaskan dengan rinci prosedur menjalankan penelitian yang diusulkan. Ada beberpa sub-bagian yang biasa digunakan:

>> Baca Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian Bagian 1

1. Pendahuluan:
Biasanya dimulai dengan menyatakan kembali dengan singkat tujuan penelitian. Selanjutnya mencantumkan sub-bagian yang selanjutnya dalam bab itu.

contoh:
Tujuan penelitian yang diusulkan ini adalah untuk menentukan dampak tindak-kritik spesifik guru pada kemampuan menulis anak-anak prasekolah. Bab ini akan menjelaskan metodologi yang akan digunakan untuk melaksanakan penelitian. Ini dibagi menjadi sub-bagian berikut: (1) desain penelitian (2) subyek penelitian (3) instrumentasi (4) pengobatan (bagi penelitian eksperimental) (5) prosedur pengumpulan data (6) prosedur analisis data; dan (7) Batasan penelitian

2. Desain Ulasan:
Sesuatu penelitian itu dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan penelitian. Metodologi yang digunakan ditentukan oleh bentuk dan situasi permasalahan penelitian.

Sub-topik ini akan menjelaskan desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian dengan menjelaskan paradigma yang menjadi dasar desain penelitian, serta variabel yang akan diteliti. Bagi penelitian berbentuk eksperimental dan perbandingan sebab-akibat, variabel independen dan variabel dependen juga dibahas.

Harus diberikan pertimbangan dan justifikasi yang kuat mengapa sesuatu desain penelitian itu digunakan dalam penelitian yang diusulkan. Perlu dijelaskan yang desain yang dipilih adalah sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat memaksimalkan potensi penelitian.

Jenis-jenis penelitian yang biasanya dilakukan adalah seperti berikut:

i. Penelitian eksperimental
Peneliti memanipulasi variabel perawatan untuk membentuk hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih variabel. Untuk menguji teori terkait dengan hubungan sebab / penyebab dan akibat (causal relationships)

ii. Penelitian Perbandingan Sebab-Akibat (Ex-post Facto)
Mempelajari kemungkinan penyebab fenomena yang dikaji dengan membandingkan subjek yang memiliki karakteristik tertentu dengan subjek yang sama yang tidak memiliki fitur-fitur tersebut atau jika ada, harga / derajat nya rendah / sedikit

iii. Penelitian korelasi
Mengkaji dan menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variabel dengan menggunakan koefisien korelasi

iv. Penelitian Survei
Menggunakan metode tinjauan untuk menjelaskan fitur-fitur atau perspektif kelompok studi yang besar

v. Penelitian Pengamatan
Menggunakan observasi naturalistik untuk menjelaskan sesuatu fenomena

vi. Penelitian Pensejarahan
Peneliti meneliti dan memeriksa secara sistematis dokumen dan lain-lain sumber untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sesuatu institusi, praktek atau masalah

3. Subjek Ulasan:
Dalam sub-bagian ini harus dijelaskan:

1) Populasi di mana sampel akan diperoleh
2) Sampelan yang akan dikaji
3) Prosedur sampling yang digunakan untuk memilih sampelan
Dalam membuat sampelan penelitian, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan yaitu 'kecukupan' (sufficient) dan 'perwakilan' (representative). Kecukupan terkait dengan apakah sampel yang dipilih cukup untuk membuat generalisasi. Ini terkait juga dengan ukuran sampel yang sesuai. Perwakilan pula terkait dengan apakah jumlah sampel benar-benar mewakili populasi yang diteliti.

Langkah pertama dalam memillih sampelan adalah dengan mendefinisikan populasi penelitian. Kemudian pilih sampelan berdasarkan dua kategori berikut:

i. Sampling non-probabiliti (Nonprobability sampling) - tidak dapat dijamin, diprediksi dan diperkirakan setiap individu dalam populasi akan diwakili dalam sampelan. Ada dua jenis non-probability sampling yaitu convenience atau accidental sampling dan quota sampling. Kedua sampling ini tidak dapat memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk dipilh sebagai sampelan penelitian. Tidak ada upaya untuk mengontrol bias.

ii. Sampling probability (Probability sampling) - ditentukan yang setiap individu memiliki peluang untuk terpilih sebagai sampelan penelitian. Jenis yang biasa adalah sampling acak sederhana - prosedur yang menentukan setiap individu memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Leedy (1993) mengatakan prosedur memilih secara acak berarti memilih sampelan dari keseluruhan populasi dengan cara karakteristik setiap unit sampelan memperkirakan karakteristik populasi. Lain-lain bentuk probability sampling termasuk sampling sistematis (memilih dari daftar yang disediakan); stratified sampling (sampling acak berlapis - seleksi yang dibuat untuk memastikan sub kelompok tertentu dalam populasi diwakili dalam sampelan berdasarkan proportion jumlahnya dalam populasi); cluster sampling (sampling berkelompok) pemilihan kelompok individu, bukan pemilihan individu)

Dari segi ukuran sampel, prinsip dasarnya adalah 'lebih besar, lebih baik' (Leedy, 1993). Ukuran sample tergantung pada derajat di mana sampel memperkirakan kualitas dan karakteristik populasi. Leedy menyatakan, tiga faktor harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan tentang ukuran sample:

a) Apakah derajat akurasi yang diperlukan antara sampel dan populasi?
b) Apakah variability populasi?
c) Apakah metode sampling yang patut digunakan?

Borg & Gall (1989) juga menyatakan sebagai peraturan umum, sampel yang besar adalah sesuai di bawah situasi-situasi berikut:

ketika banyak variabel yang tidak dapat dikontrol ada
a) Ketika efek dari ukuran kecil diharapkan
b) Ketika kelompok dipecah menjadi subkelompok
c) Ketika putus sekolah subjek yang tinggi diharapkan
d) Ketika tingkat signifikan statistik yang tinggi, kekuatan statistik atau kedua-duanya dibutuhkan
e) Ketika populasi adalah terlalu heterogenous


4. Instrumentasi:
Menyediakan deskripsi tentang instrumen atau instrumen-instrumen yang akan digunakan oleh penelitian yang diusulkan untuk mengukur variabel yang diteliti. Subdivisi ini harus:
a) Menyediakan deskripsi yang lengkap tentang instrumen yang dipilih dan menjelaskan yang instrumen adalah sesuai bagi sample yang dipilih
b) Menjelaskan validitas dan keandalan tentang instrumen yang dipilih

Jika instrumen yang digunakan akan dibangun oleh peneliti atau pun dimodifikasi dari instrumen yang ada, maka perlu di jelaskan bagaimana proses mevalidatekan dilakukan yaitu menjelaskan secara rinci bagaimana proses validitas dan keandalan instrumen dilakukan.

5. Prosedur Pengumpulan Data
Menyediakan penjelasan detail tentang prosedur yang digunakan dalam mengumpulkan data yang diperlukan sebagaimana yang diusulkan oleh penelitian. Biasanya prosedur pengumpulan data akan menyajikan secara kronologis tentang langkah-langkah yang peneliti akan ambil untuk mengumpulkan data yang sesuai.

6. Prosedur Analisis Data
Menjelaskan tentang prosedur analisis data yang akan digunakan dalam penelitian. Biasanya akan diserahkan tes-tes statistik yang akan digunakan pada data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis tes. Jika sesuai, sub-topik ini juga akan menyatakan tingkat kepercayaan (confidence level) atau kadang-kadang disebut tingkat "alpha" (alpha level ""), tingkat kriteria atau tingkat kesignifikanan yang akan digunakan untuk menentukan kesignifikanan statistik. Tingkat kriteria biasanya ditentukan pada tingkat 95% tingkat keyakinan (p 05).

7. Batasan Ulasan
Menjelaskan aspek-aspek penelitian yang mungkin membatasi legalitas dan / atau generalisasi temuan penelitian. Menjelaskan tentang batasan-batasan penelitian untuk menginformasikan pembaca yang peneliti menyadari tentang batasan-batasan tersebut.

Misalnya, karena kondisi-kondisi tertentu, peneliti hanya mampu menggunakan desain quasi-experimental dari desain experimental nyata (true experimental).

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon