Wednesday, October 12, 2016

Ini Dia Jenis Philosopi Dari Kehidupan Semut


JENIS PHILOSOPI DARI KEHIDUPAN SEMUT. Sebagaimana kita ketahui bersama, jika semut merupakan binantang yang paling sosial dari binatang laniay, mereka hidup secara berkelompok dan membangun sarang secara bersama-sama tanpa menghitung-hitung tenaga. Permulaan dari Kehidupan semut pasti jelas dimulai dari telur. Secara ilmu pengetahuan kita bisa pahami jika indung semut telur dibuahi (progeni) maka akan menjadi semut betina [diploid], dan jika tidak dibuahi, maka telur tersebut akan menghasilkan semut yang berkelamin jantan [haploid]. itu berdasarkan ilmu bologi.



Philosofi dari Kehidupan Semut
Philosofi dari Kehidupan Semut
Perkembangan semut secara metamorfosis memiliki lengkap dengan tahapan-tahapannya masing-masing, dimana larva melewati tahap pupa sebelum menjadi semut dewasa. Yang uniknya larva tersebut secara umum bergerak dirawat dan diberikan makanan oleh semut pekerja.
Makanan larva diberikan secara trophallaxis, sebuah proses dimana semut regurgitates memakan cairan yang di peroleh dari tanaman. Semut pekerja menghabiskan sampai beberapa hari untuk mengurus dan merawat kehidupan semut dewasa, ratu dan semut muda. Kemudian setelah semut muda menjadi semut dewasa semut tersebut akan bertugas bertugas untuk menggali sarang lain untuk mereka tempati, disamping mempertahankan sarangnya, mereka juga mencari makanan.

Jika salah satu semut menemukan makanan disuatu tempat, maka semut tersebut akan memberitahukan kepada semut yang lainnya untuk membantu membawa makanan tersebut secara bersama-sama kesarangnya. Mereka akan terus bahu membahu dalam melakukan tugas masing-masing dalam mempertahankan keberlangsungan kehidupan mereka. bahkan terkadang kita melihat jika sekumpulan semut sedang mengangkat sebuah bangkai dari sebuah bangunan dimana ukuran bangkai tersebut puluhan kali lebih besar dari ukuran badannya, akan tetepi mereka mampu mengangkat bangkai tersebut, sungguh luar biasa. Dan yang lebih menakjubkan jika ada se-ekor semut yang sakit atau mati maka semut yang lain akan membawa kembali semut tersebut ke sarangnya. 

Jika kita amati nilai moral buat kita selaku manusia dari prilaku kehidupan semut tersebut, maka kita akan merasa paling malu sebab dalam kehidupan sekarang ini nilai gotong royong sudah sangat semakin terkikis dalam aspek kehidupan kita. kita sudah sangat kurang peduli dengan kehidupan orang disekitar kita karena kita disibukkan dengan kegiatan masing-masing, bahkan lebih ironisnya kebersamaan kita dengan keluargapun kadang terabaikan oleh karena aktifitas kita sehari-hari. 

Sungguh ironis memang, semut yang notabenanya adalah binatang dimana kesempurnaannya sangat jauh bila dibandingkan dengan proses penciptaan manusia yang dilengkapi dengan ilmu pengetahuan, akan tetapi semut masih memiliki sikap kebersamaan dan kepedulian yang sangat besar dalam kehidupannya, apakah keunikan dari prilaku kehidupan semut tersebut bisa menjadi sebuah inspirasi buat kita dalam mengarungi kehidupan ini minimal paling jauh kita bisa menerapkannya dalam kehidupan disekitar lingkungan keluarga kita. jadi tidak salahnya kita sebagai kepala keluarga selalu mencoba menyisihkan sedikit waktu untuk berkumpul dengan anak-anak kita supaya mereka akan mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kita sehingga di waktu hari tua kelak mereka akan juga mengurus dan menyisihkan waktu mereka dalam mengurus kita. jangan jadikan alasan karena aktifitas sehingga kita tidak ada waktu untuk berbagi kapada sesama.  

Begitulah adanya, perilaku kehidupan semuat akan terus berlangsung setiap harinya mungkin sampai akhri akhir nanti, mereka telah diciptakan oleh Allah dengan perilaku yang sangat luar biasa. Sehingga manusia yang sempurna yang diciptakann-Nya akan mengamati dan mengambil sedikit pelajaran dari keunikan proses penciptaanya perilaku semut tersebut.


terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon