Tuesday, October 4, 2016

Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kauntitatif

Tags


Disini saya akan menjelaskan sedikit perbedaan penelitian kaulitatif dan kuantitatif secara sederhana yang biasa kita tentukan/gunakan dalam kiat penyiapan penulisan karya ilmiah dan thesis dan Disertasi. Namun sebelum menjelaskan kedua item tersebut ada baiknya kita pahami dulu definisi dari kedua jenis penelitian diatas.
Pebedaan Kualitatif dan Kauntitatif
Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif


Pendekatan kualitatif menekankan pada sebuah makna, penalaran, definisi dari suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal yang berhubungan dengan aktivitas/kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan perolehan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi/situasi dan banyaknya gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian kaulitatif biasanya berkaitan dengan hal-hal yang  praktis.

Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya penggunaan variabel-variabel sebagai obyek dalam sebuah penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi dari variable masing-masing.  Reliabilitas dan validitas merupakan syarat utama yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena dari kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas dari hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan langkah-langkah berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran nilai angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.

Dasar teori Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif.
Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, maka yang menjadi dasar teori sebagai pijakan adalah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala tertentu dengan gejala lain yang dapat ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala gejala yang sedang diteliti. Pada awalnya teori-teori kualitatif ini muncul dari beragam penelitian antropologi , etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan terbuka maka ilmu social lainnya mengadopsi sebagai sarana/wadah dari penelitiannya.

pendekatan kuantitatif, maka dasar teori dari pendekatan ini berpijak pada Fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme beserta empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata

dari kedua gambaran diatas maka kita dapat menyimpulkan jika pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang didalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, situasional deskriptif, interview mendalam, analisis isi, bola salju dan story.
Sebaliknya Penelitian kuantitatif adalah pendekatan yang didalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik.

Perbedaaan Penelitian Kualitatif dengan kuantitatif
Perbedaaan Penelitian Kualitatif dengan kuantitatif adalah Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi dari suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan  kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah bergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis. Sedangkan Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing.  Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.

Sedangkan tujuan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah mengembangkan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi sebuah teori, tahap ini dikenal sebagai “grounded theory”. Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan  hasilnya. Adapun yang menjadi dasar dari keduan teori ini adalah: Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, maka dasar teori sebagai pijakan adalah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti. Pada mulanya teori-teori kualitatif muncul dari penelitian-penelitian antropologi ,etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan terbuka maka ilmu social lainnya mengadopsi sebagai sarana penelitiannya.. Lain halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata.

jenis-jenis penyelidikan Kualitatif
Adapun jenis-jenis dari penelitian kuantitative adalah: Grounded Theory, Ethnography, Phenomenology. Biography dan Penelitian Kes (study kasus).

Penelitian Ethnography adalah: penelitian yang mengkaji tentang kebudayaan masyrakat tertentu, biasanya penelitian ini merujuk kepada kepercayaan, nilai dan sikap manuasia yang berlandaskan pada pola tingkah laku sekelompok manusia,
Grounded theory adalah: penyelidikan yang mengunakan teori-teori terdahalu didalam melakukan suatu penelitian yang betujuan untuk melahirkan suatu konsep atau theory baru.

Phenomenology adalah suatu penelitian yang mengkaji tentang suatu penomena kehidupan yang biasanya merujuk pada pengalaman harian.

Penelitian Biography adalah penelitian yang merujuk pada pada sejarah hidup seseorang yang di kaji secara baik langsung pada orang tersebut atau melalui dokumen-dikumen tertentu yang merujuk pada gambaran kehidupan orang yang kita ceritakan baik orang tersebut  masih hidup atau telah meninggal.

Sedangkan penelitian studi kasus (case study) adalah; penelitian yang merujuk pada studi kasus tertentu yang ingin kita teliti, penelitian kes ini bisa mengunakan methode kualitatif atau kuantitatif. Bisanya penelitian kes ini banyak menyelidiki suatu kejadian yang unik tentang suatu bentuk penelitian serta pengalaman dan hasil belajar yang diperoleh dari penelitian tersebut.   
                   







terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon