Saturday, October 15, 2016

Penyesalan Di Pintu Kubur (Sebuah Refleksi Hakikat Kehidupan)

Tags
PENYESALAN DI PINTU KUBUR (SEBUAH REFLEKSI HAKIKAT KEHIDUPAN). Penyesalan biasanya terlalu datang terlambat, tapi jika sendainya penyesalan tersebut masih bisa kita perbaiki maka itu tidak begitu terpengaruh pada diri kita, apalagi jika kita memiliki sikap qanaah. Namun lain halnya jika sebuah penyesalan itu datang ketika kita berada di-pintu kubur, maka penyesalan itu sudah tidak berarti sama sekali, sebab kita tidak akan pernah bisa memperbaikinya lagi apa lagi untuk minta di-hidupkan kedua kali didunia ini. 


Penyesalan di-pintu Kuburan
Pintu Menuju Alam Barzah
Penyesalan dipintu kubur merupakan penyesalan yang amat mendalam dirasakan bagi jiwa-jiwa yang selama ini hidupnya tidak pernah menjalani tuntunanan/aturan Allah dan rasul-Nya. Penyesalan itu tidak akan membawa sebuah perubahan apa-apa pada diri kita terhadap balasan yang akan kita terima selama di alam kubur sebagai refleksi/cerminanan dari tindak-tanduk kita kita selama hidup di dunia. Lain halnya bagi jiwa-jiwa yang berbahagia (yang dalam hidupnya melakukan semua tuntunanan Allah dan rasul-Nya) mereka akan sangat bahagia dan gembira berada di alam kubur karena penuh dengan berbagai kenikmatan yang diterima sebagai balasan dari amal baiknya selama hidup didunia. Tapi disini saya hanya akan mengambarkan sebuah penyesalan bagi jiwa-jiwa yang hidupnya tidak melakukan tuntunan Allah dan Rasulnya selama hidup didunia.

Jenis penderitaan yang akan kita jalani/terima di-alam kubur semua itu tergantung dari apa yang telah kita lakukan selama didunia ini, coba bayangkan penderitaan itu akan terus berlangsung sampai hari kiamat. Makanya banyak ulama mengatakan jika orang yang tersiksa di alam kubur akan meminta supaya qiamat dipercepat oleh Allah, ini semua merupakan sebuah permintaan yang didasarkan oleh ketidak mampuan mereka dalam menerima balasan/azab di alam kubur. Kita tahu sebenarnya azab di-alam kubur merupakan sebuah permulaan dari azab yang lebih sadis lagi di yaumil akhirat. Dan salah satu hadist dari Baginda Rasulullah Saw, beliau mengatakan jika kuburan itu adalah sebuah lobang dari lobang neraka, dan juga sebuah lobang dari sebuah lobang syurga. Pederitaan dikubur itu digambarkan masih merupakan sebuah lobang coba bayangkan jika yang sebenarya di neraka nanti, Na’uzubillahi minzalik

Maka dari itu cobalah untuk sedikit merenungi tetantang hakikat hidup kita sebagai orang islam hidup didunia ini, selama masih ada waktu yang tersedia untuk memperbaiki diri kita dari kelemahan-kelemahan yang kita lakukan. Kita harus menyakini jika dunia ini adalah sebuah persinggahan dari sebuah perjalanan yang sangat panjang. Jadi sebagai sebuah persinggahan jelas kita akan melewti beberapa tahapan lagi supaya kita bisa sampai di tujuan perjalan kita yaitu yaumil akhir. Jangan pernah mencintai dunia ini dengan berlebihan sehingga membuat kita terlanan dan terpana dan melupakan akan adanya alam kubur dan yaumil mahsyar. Disini bukan berarti kita tidak boleh boleh hidup senang dan mewah tetapi buatlah kemewahan itu sebagai salah satu amalan kita diakhirat nanati dengan menyantuni dan membatu orang lain. Kita melihat jika terkadang kita sebagi manusia melupakan segala yang sudah Allah tetapakan bagi orang islam sebagai tuntunan hidupnya, dimana sebahagian dari kita akan malakukan segala hal untuk memenuhi ambisi dunianya sehingga mengabaikan semua tuntunan Allah dan rasul-Nya. Bahkan pada tingkatan yang lebih tinggi lagi mereka tidak segan-segan melakukan tindakan tercela dan berpura-pura baik dihadapan umat padahal mereka lebih bejat dari yang lainnya. 

Kalau kita berpikir logis sebagai manusia kita akan diminta pertanggung jawaban oleh yang maha pencipta nantinya, jadi untuk apa kita melakukan semua hal tersebut apakah kita berpikir jika masalah akhirat bisa kita urus nanti [seperti kita mengurus pembebasan hukum kita pada hakim ketika bersalah], he he he, jangan berpernah berpikir demikian karena untuk ukuran kecanggihan teknolohi yang ada diduia ini belum seberapa jika dibadingkan dengan kecanggihan teknologi yang dimiki oleh Allah Swt. Yang jelas apapun yang kita lakukan selama kita hidup di-dunia ini akan diminta pertanggung jawabanya meskipun sebesar zarrah (atom).

Maka dari itu, diwaktu yang masih tersisa ini marilah kita melakukan yang terbaik, dengan menyantuni anak yatim, fakir miskin, tingkatkan nilai keimanan dan amal ibadah kita, carilah rezeki yang halal semoga itu semua akan membawa kita merasa senang dan bahagia ketikan kita menuju keperjalan yang berikutnya (alam Barzah) dengan tidak membawa penyesalan yang mendalam.
Wallahua’lam.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon