Tuesday, October 4, 2016

Keistimewaan Bulan Muharram dalam ajaran Islam



Tepat tanggal 2 Oktober tahun ini, dimana umat Islam di seluruh dunia sedang memperingati masuknya tahun baru Islam, di Aceh Pemerintah Kota Banda Aceh Menyelenggarakan pawai Akbar Anak sekolah dari tingkat SD/MI sampai Tingak SMA/MA.  Kebetulan tahun baru islam tahun ini tepat berada pa tanggal 2 Oktober awal tahun dalam kalender umat Islam atu lebih dikenal dengan istilah 1 Muharram 1438. Jadi untuk mendapatkan hikmah bulan Muharram, saya akan mendeskripsikan sedikit gambaran tetang keistimewaan bulan ini sebagai renungan untuk lebih memperdalam amal sebagai bekal kita menuju alam akhirat. Adapun kelebihan bulan muharram itu adalah sebagi berikut:
Bulan Muharram dan Kelebihannya
Keutamaan Bulan Muharram
1. Bulan Muharran Termasuk salah satu dari Empat Bulan Haram (Suci)

Bulan muharram termasuk salah satu dari 4 bulan yang disucikan allah, Yang dimaksud dengan empat bulan haram (suci)  adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Ini berdasarkan firman Allah Swt
Allah berfirman, yang artinya 
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah itu ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36).
Pada masa rasulullah dan para sahabat, masyarakat  Arab dilarang berperang pada bulan ke-empat bulan tersebut dikarenakan bulan disucikannya keempat bulan tersebut. Dimana pada massa itu keempat bulan ini dikenal dengan julukan Syahrullah Asham yang artinya Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang itu.
Kesucian keempat bulan ini juga ditegaskan oleh rasulullah Saw dalam hadistnya sebagai berikut:
Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

“Sesungguhnya zaman/masa itu berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. dalam Satu tahun ada dua belas bulan. dan dalam satu tahun tersebut ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Bulan Muharram dinamakan Bulan Allah (Syahrullah)

Seperti yang sudah umum dipahami oleh umat islam jika bulan yang istimewa itu ada beberapa bagian diantaranya bulan allah (Muharram), bulan nabi (Ra’jab) dan Bulan ummat (Ramadhan)
Tentang keistimewaan bulan muharram sebagai bulan Allah dapat kita lihat dari keterangan Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda artinya:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (bulan Muharram) (HR. Muslim)
Seperti yang telah ditajih/syarah oleh Imam An Nawawi dalam kitab Shahih Muslim, beliau menyebutkan bahwa bahwa, “Hadits diatas menekankan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.”

3. Bulan Muharram sebagai bulan Kemenangan Musa atas Firaun
Seperti yang banyak diceritan oleh para ulama tentang pertentangan antara Nabi Musa ‘Alaihissalam ketika Fir’un memerintah. Dimana fir’un dikalahkan oleh nabi musa ketika melintasi laut dan ditenggelamkan oleh Allah Swt. Peristiwa tersebut juga terjadi pada bulan Muharram. Ini didasarkan pada Hadist nabi muhammad Saw sebagi berikut:
Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, beliau menceritakan,
Artinya
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)

4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari Raja Namrud
Seperti yang pernah kita dengar dari banyak orang jika nabi ibrahim “alaihissalam, pernah dibakar oleh Raja Namrud karena menetnag keprcayaan yang dianut oleh raja tersebut. Adapun hukuman yang diberikan adalah nabi Ibrahim di bakar hidup-hidup. Nabi ibrahim dibakar dalam tumpukan kayu yang telah ditumpuk seperti bukit sehingga api tersebut terbentuk laksana gunung api. Namun apa yang terjadi pada nabi ibrahim, nabi ibrahaim keluar dari api yang menyala tersebut dalam keadaan utuh dana tanpa terbakar sehelai ramputpun. Semua orang yang menyaksikan acara pembakaran nabi Ibrahim tercengan dan tidak percaya dengan apa yang sedang mereka saksikan. Ini semua terjadi karena adanya pertolongan Allah seperti yang difirmakan Nya dalam Alqur’an
 firman Allah : “hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi ibrahim” (Qs 21 ; 69)

sebenarnya masih banyak lagi kelebihan kejadian istimewa yang terjadi dibulan muharram ini namun dilain waktu akan saya lanjutkan kembali. 

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon