Friday, October 28, 2016

Model Konseptual Teaching and Learning Dalam Model Pembelajaran K13


MENGINTEGRASIKAN MODEL KONSEPTUAL TEACHING AND LEARNING  DALAM MODEL PEMBELAJARAN K13. Sebelum menjelaskan konsep pembelajaran koseptual terlebih dahulu, saya ingin menjelaskan pendekatan pembelajaran. Pendekatan yang saya maksudkan disini boleh dibilang approach (pendekatan) secara umum, yang digunakan oleh seorang pendidik dalam melakukan proses belajar mengajar di dalam kelas. Konstektual ada sebuah pendekatan pembelajaran yang kontektual (dimana sajian meteri pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan tempat tinggal anak). Anak diharapkan secara langsung dapat melakukan aktifitas tertentu ataupun guru menyediakan meteri ajar atau media ajar yang bisa diamati oleh anak dan sesuai dengan kontek lingkungan peserta didik mereka.
Penerapan k13 memberikan sedikit kemajuan yang bagus dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagaimana yang kita ketahui jika penggunaan model pembelajaran dalam Kurkulum tiga belas (K.13), sudah ditentukan secara langsung dalam penerapan kurikulum ini. Adapun jenis model pembelajarn yang digunakan dalam k13 ini adalah model Pendekatan Saintifik, Problem-based Learning, Project-based Learning, Inquiry Learning, dan Discovery Learning. Adapun penggunaan dari kesemuaan model pembelajaran ini harus disesuaikan dengan KD yang ada, sehingga penyampaian meteri ajar akan mencakup secara keseluruhan yang tersirat dari KD tersebut.

Sebagai seorang guru yang kreatif, kita tentu tidak akan hanya terperangkap pada tahapan ataupun jenis kegiatan yang telah ditentukan dalam setiap jenis pendekatan tersebut. Namun ada baiknya kita akan berusaha melakukan inovasi tersendiri dengan melibatkan berbagai model pembelajaran lainnya kedalam model yang tekah ditentukan tersebut, namun tetap tidak lari dari konsep dasarnya. Sebagai contoh kita bisa menggabungkan model pembelajarn problem based learning dengan model pembelajaran kontektual learning. Dimana kita fahami jika model pembelajaran yang berbasis problem based learning ini adalah dengan menyediakan berbagai permasalahan sebagai materi pembelajaran dengan tujuan supaya siswa mampu menyelesaikan permasalahan tersebut, disamping juga diharapkan supaya siswa mendapatkan pengalaman tertentu dalam melakukan penyelesaian masalah tersebut. Supaya kegiatan pembelajaran kita jadi menarik, kita sebaiknya mengintegrasikan beberapa model pembelajaran lain kedalam model pendekatan problem based learning tersebut, seperti misalnya ketika kita menyajikan topik permasalahan tertentu kepada peserta didik, seorang pendidik harus membuat kegiatan khusus dalam melakukan proses pembelajaran problem based learning ini, seperti mengitegrasikan beberapa tahapan model pembelajaran think pairs chair, dimana kita meminta semua murid malakukan pembicaraan/percakapan secara berpasangan dalam melakukan penyelesaian dari masalah tersebut sehingga anak akan lebih tertarik dalam belajar dan kita sebagai pendidikpun akan semakin terinovasi untuk melakukan hal-hal lainnya ketika melakukan proses belajar mengajar didalam kelas.

Ini bukan hanya berlaku untuk jenis model problem based learning saja, namun kita bisa menggabungkan keseluruhan model tersebut (Saintifik, Problem-based Learning, Project-based Learning, Inquiry Learning, dan Discovery Learning) dengan mengitegrasikan mode-model lainnya, sehingga pembelajaran jadi lebih menarik dan tidak kaku hanya dengan mealkukan/menerapkan tahapan tahapan yang telah ditentukan, akan  tetapi harus diingat jika model yang kita integrasikan tersebut tidak melangkahi/berseberangan dengan maksud ataupun tujuan dari model yang telah ditentukan tersebut, sehingga apapun jenis aktifitas yang dilakukan tetap merujuk kepada dasar acauan acuan yang ada. 
sekian gambaran sedkit ini semoga bisa menambah ilmu bagi pembaca sekalian dan terimakasih atas kunjungannya semoga ada manfaat dari tulisan kecil ini.

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon