Sunday, August 30, 2009

Gambaran Dari Kerajaan Aceh Tempo Dulu

Tags
Sayed Dahlan Al-Habsyi lahir di Panton Labu Aceh, 15 Juni 1944. Beliau adalah seorang seni rupa (pelukis) senior yang telah lama mendedikasikan ilmunya dilembaran kanvas sejarah seni rupa Aceh yang kaya akan kebudayaan. tujuan beliauadalah ingin mengembangkan dan melestarikan Budaya Seni Rupa Aceh patut diacungkan jempol. Sejak tahun 1962 , ia menekuni dunia cerganis di bawah bimbingan Komikus Teguan Harjo dan beberapa cerganis lainnya di Medan.

Gambaran Dari Kerajaan Aceh Tempo Dulu
Gambaran Dari Kerajaan Aceh Tempo Dulu

Ia pun telah menekuni dunia senirupa dan telah mengikuti event Pameran berskala Nasional yang diselenggarakan di Sumatra dan Jawa. Agar tidak melupakan regenerasi, beliau mempersembahkan ilmunya untuk anak bangsa dengan mendidik mereka melalui Sanggar Seni Rupa Sayed Art saat menetap di Kota Lhokseumawe pada tahun 1969-2003.

Mungkin banyak kita yang bertanya mengenai hasil lukisan beliau di atas kanvas, apa benar aceh seperti itu dulu? Sebenarnya pertanyaan ini tidak perlu di ucapkan karena kegemilangan Aceh dulu jauh lebih hebat dari yang terlukis dalam kanvas tersebut. Kita tau Kerajaan Aceh tempo dulu termasuk dalam salah satu dari lima kerajaan besar dunia, jadi boleh dikatankatan tidak perlu diragukan lagi hasil lukisan gambar tersebut minimal sudah ada mendekati gambaran aslinya.

(Baca Konsep Bhineka Tunggala Ika dan Lakumdinukum Waliadin)
(Baca Memaknai Sebuah Kemerdekaan)

Kalau saya sendiri malah cendrung bertanya tentang kemampuan bapak sayed Dahlan dalam melukis karya seni yang begitu penuh dengan muatan sejarah, dan nasionalisme ini. Kerana saya yakin lukisan ini bukan lahir dengan sendirinya tetapi lukisan ini merupakan hasli dari berbagai referensi yang beliau baca baik dari buku-buku dari eropah dan dalam negri seperti kaya Dennys Lombard, bustanussalaten ataupun dari cerita-cerita raknyat yang turun menurun di aceh. Ini merupakan karya yang luar biasa karena beliau mempu berfantasi alias berputualang kezaman dimana beliau belum ada, ini beliau lakukan lewat referensi yang saya sebutkan tadi dan dengan di motivasi oleh rasa keacehan dan rasa cintanya terhadap aceh kebudayaan.

Jadi yang perlu kita amati sekarang kenapa kita bisa melupakan suatu sjarah yang begitu gemilang yang pernah diraih oleh pendahulu alias Indatu kita, sehingga kita sedikitpun tidak termotivasi untuk bisa meraih lebih dari yang pernah mereka raih sebelumnya.

Sejarah kegemilangan aceh itu sudah berlalu, tinggal kita saja yang masih tersisa untuk terus berkarya seperti mereka setidaknya setara dengan apa yang telah mereka raih dulu. Ini sebenarnya merupakan tugas pokok raknyat aceh dan pemerintah aceh sekarang untuk terus membenah diri supaya aceh lebih bagus dan bermartabat dimata dunia. Tapi meliat gelagat pembangunan aceh yang terus didera korupsi, kolusi dan napotisme rasanya sangat tidak mungkin meraih apa yang telah pernah mereka raih sebelumnya. Apakah kita tidak malu melakukan korupsi, kolusi dan napotisme kepada pendahulu kita dimana mereka tidak pernah mewarisi sigat ini sebelumnya. Atau kita memang tidak pernah lagi terpikir untuk mensejahterakan aceh karena kita mengannggap apa yang kita raih baik dari posisi dan jabatan merupakan hasil karya kita sehingga kita seenaknya melakukan penyelewenga kekayaan negara untuk memperkaya diri. Mungkin tulisan saya ini sedikit menyinggung pajabat pemerintah, tapi ini sebenarnya saya tidak sedikitpun punya tujua seperti itu. Ini semua terinpirasi dari karya Bapak Sayyaed Dahlan Al-Hasby.
Terakhir saya mohon maaf pada Bapak sayed karena telah mengapload hasil beliau tanpa izin, tapi apa yang saya lakukan pak hanya ingin menyampaikan pada teman-teman supaya mereka tahu bagimana sih persisnya gambaran Aceh tempoe dolue. mungkin lewat pemeparan ini ada sedkikit gambaran yang mereka peroleh walaupaun jauh dari kebenaran 100% dari aslinya minimal sekitar 70% karya bapak tersebut sudah menjadi dasar yang kuat untuk melihat bagaimana sekilas gambaran kerajaan Aceh darussalam Tempo dulu. sekian dan terimakasih

terimakasih telah berkomentar
EmoticonEmoticon